<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0">
  <channel>
    <title>Berita Terbaru</title>
    <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news</link>
    <language>id-id</language>
    <item>
      <title>Greenpeace menghentikan perusak iklim di hutan tropis Indonesia menjelang pertemuan penting PBB</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/hentikan-perusakiklim</link>
      <description>Duabelas hari sebelum Konferensi Tingkat Tinggi PBB  tentang Perubahan Iklim di Kopenhagen, hari ini aktivis Greenpeace menghentikan fasilitas ekspor salah satu perusahaan pulp dan kertas terbesar yang dioperasikan oleh Sinar Mas di jantung hutan tropis Indonesia. Sinar Mas merupakan salah satu pendorong perubahan iklim global karena perannya yang sangat besar dalam melakukan penghancuran hutan.</description>
      <pubDate>Wed, 25 Nov 2009 07:05:56 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/hentikan-perusakiklim</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Cukup berbicara saatnya bertindak  – lindungi hutan untuk masa depan</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/cukupbicara_saatnyabertindak</link>
      <description>Hari ini Greenpeace melakukan aksi untuk mendorong komitmen Presiden Yudhoyono untuk mengurangi emisi karbon Indonesia dan meminta komitmen ini segera di wujudkan menjadi aksi yang nyata dengan menhenghentikan deforestasi untuk mengurangi bencana iklim.</description>
      <pubDate>Sat, 21 Nov 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/cukupbicara_saatnyabertindak</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Menteri Kehutanan Perintahkan Penghentian Aktivitas APRIL di Lahan Gambut Kampar</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/menteri-kehutanan-perintahkan</link>
      <description>Greenpeace hari ini menyambut baik pernyataan Menteri Kehutanan Indonesia Zulkifli Hasan, yang memerintahkan perusahaan Pulp dan kertas terbesar di Indonesia, APRIL, untuk menghentikan aktivitas perusakan hutan di Semenanjung Kampar, Riau, sementara mereka mengevaluasi izin tebang APRIL di daerah hutan kaya karbon. Greenpeace menyerukan kepada Presiden Indonesia agar penghentian ini bersifat permanen.</description>
      <pubDate>Thu, 19 Nov 2009 10:22:07 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/menteri-kehutanan-perintahkan</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Polisi Indonesia Bubarkan Climate Defender Camp Karena Tekanan dari Penjahat Hutan</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/tekanan_penjahat_hutan</link>
      <description>Kepolisian Indonesia, di bawah perintah dari Gubernur Riau, melakukan pemindahan kepada para aktivis Greenpeace dan masyarakat setempat yang berada di Kamp Pembela Iklim (Climate Defender Camp) di Kampar Peninsula, Sumatra, yang sedang terancam. Polisi dan petugas imigrasi juga menetapkan deportasi kepada 11 aktivis internasional yang melakukan aksi menghentikan perusakan hutan oleh Asia Pacific Resource International Holdings (APRIL) – PT. RAPP yang berada di kawasan gambut beberapa hari lalu.</description>
      <pubDate>Sun, 15 Nov 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/tekanan_penjahat_hutan</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Dukungan Masyarakat Membuat Polisi Memberikan Izin Untuk Kamp Pembela Iklim</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/dukungan-masyarakat2</link>
      <description>Sangat Mengejutkan Di siang hari ini. Kepolisian Resort Pelalawan yang kemarin mengusir aktivis Greenpeace dari Kamp Pembela Iklim di Semenanjung Kampar yang terancam kehancuran secara mengejutkan memberikan izin untuk para aktivis untuk tetap tinggal di sana menyusul dukungan yang sangat besar dari masyarakat lokal untuk Greenpeace siang itu.</description>
      <pubDate>Sun, 15 Nov 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/dukungan-masyarakat2</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Aktivis Greenpeace Mengunci Diri di  Alat berat Penghancur Hutan</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/hentikan</link>
      <description>Sementara para politisi terus berbicara, kami berdiri mengambil tindakan di garis depan kehancuran hutan dan kehancuran iklim di Indonesia. Barack Obama akan segera tiba di Asia untuk kunjungan resmi pertamanya sementara Amerika terus menghalangi kemajuan perjanjian petemuan PBB untuk iklim yang semakin kritis. 
</description>
      <pubDate>Fri, 13 Nov 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/hentikan</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Industri Kertas Raksasa Putuskan Kontrak dengan APRIL Untuk Hentikan Perusakan Hutan Indonesia</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/kontrak_april_batal</link>
      <description>Meski para aktivis Greenpeace yang kemarin melakukan aksi menghentikan perusakan hutan oleh Asia Pacific Resources International Holding Limited (APRIL), hari ini masih ditahan Kepolisian Indonesia, Perusahaan kertas raksasa global UPM-Kymmene kemarin diberitakan telah mengumumkan akan menghentikan pembelian produk dari APRIL, salah satu perusahaan terbesar di Riau dan bertanggung jawab atas perusakan hutan alam di Indonesia (2). </description>
      <pubDate>Fri, 13 Nov 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/kontrak_april_batal</guid>
    </item>
    <item>
      <title>“Indonesia Adalah Kilometer Nol Perubahan Iklim”</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/indonesia-adalah-kilometer-no</link>
      <description>Saat Barrack Obama bersiap mengunjungi Asia untuk pertama kali sebagai Presiden Amerika Serikat, Saat Amerika terus menghalangi kemajuan negosiasi jelang pertemuan iklim penting PBB di Kopenhagen Desember mendatang, sekitar 50 aktivis Greenpeace dari berbagai negara melakukan aksi di jantung hutan alam Indonesia yang sedang terancam untuk mendesak Obama segera melakukan langkah nyata.</description>
      <pubDate>Thu, 12 Nov 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/indonesia-adalah-kilometer-no</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Segera Cabut izin APRIL di Semenanjung Kampar</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/cabut_izin_april</link>
      <description>Greenpeace mengeluarkan bukti-bukti terbaru perusakan hutan lahan gambut yang dilakukan oleh perusahaan kertas raksasa APRIL. &lt;p&gt;&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;/P&gt;
</description>
      <pubDate>Mon, 09 Nov 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/cabut_izin_april</guid>
    </item>
    <item>
      <title>“Inglourious treehuggers” membendung perubahan iklim!</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/20091104</link>
      <description>Jika kami memberi tahu anda bahwa ada satu cara untuk memotong seperlima emisi gas rumah kaca – yang hanya dengan melakukan &lt;strong&gt;‘memeluk’ pohon – apakah kamu percaya? Mungkin tidak – &lt;/strong&gt;tapi itu yang sedang dibutuhkan. Dan kami memiliki 50 aktivis di Teluk Merantai, semenanjung kampar, Propinsi Riau bersama dengan bintang film Inglourious Basterds Mélanie Laurent – melakukan hal itu – dan menyerukan para pemimpin dunia untuk melakukan hal yang sama. </description>
      <pubDate>Wed, 04 Nov 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/20091104</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Greenpeace: Para pemimpin Uni-Eropa harus membantu SBY melindungi hutan Indonesia</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/uni-eropa-harus-membantu-sby</link>
      <description>Para aktivis Greenpeace membentangkan spanduk berukuran 20x50 meter dengan gambar wajah Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Nicholas Sarkozy di lahan gambut yang baru saja dhancurkan di Sumatra. Kegiatan ini dilakukan menjelang konferensi pemimpin Uni-Eropa yang akan dimulai tanggal 29 Oktober 2009 di Brussels, Belgia.
Aksi ini di Indonesia menandai peluncuran rangkaian kegiatan di Kamp Pembela Iklim Greenpeace di Riau yang diharapkan memancing perhatian para pemimpin dunia akan pentingnya melindungi hutan sebagai langkah penting mengurangi emisi gas rumah kaca untuk menghindari perubahan iklim.</description>
      <pubDate>Wed, 28 Oct 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/uni-eropa-harus-membantu-sby</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Menunjukan Pada Dunia Bencana Iklim yang sedang Terjadi di Indonesia</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/camp_pembelaiklim</link>
      <description>Menjelang pertemuan perubahaan iklim di Kopenhagen Greenpeace menunjukan kepada para pemimpin dunia dan seluruh umat manusia tentang besarnya kerusakan hutan yang sedang dan terus terjadi di Indonesia. Kerusakan hutan berperan penting pada perubahaan iklim dunia yang berbahaya. Dan harus segera dibahas dan mengambil tindakan nyata pada bulan Desember mendatang.</description>
      <pubDate>Tue, 27 Oct 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/camp_pembelaiklim</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Pemutaran Perdana Film &quot;The Age of Stupid&quot;</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/perdana_aos</link>
      <description>Sabtu, 17 Oktober yang lalu, sekitar 700 orang hadir pada penayangan perdana film The Age of Stupid. Sebuah film unggulan mengenai perubahan iklim yang disutradarai oleh Franny Armstrong. Greenpeace sebagai bagian dari kampanye TikTokTikTok ( &lt;a href=&quot;http://wwf.or.id/&quot;&gt;WWF dan &lt;a href=&quot;http://oxfamindonesia.wordpress.com/&quot;&gt;Oxfam), bersama ITDP (Institute for development policy) dan Green Radio mengadakan pemutaran film dengan konsep di udara terbuka. Pemutaran film dengan gaya layar tancap di tugu proklamasi ini diselenggarakan untuk mengurangi jejak karbon dan membuatnya terjangkau bagi semua kalangan masyarakat. 
</description>
      <pubDate>Fri, 23 Oct 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/perdana_aos</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Penipuan Karbon Hutan</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/penipuan-karbon-hutan</link>
      <description>Perusahaan batubara dan minyak bumi menggunakan kompensasi pada hutan untuk mencoba dan mencurangi masalah iklim. Laporan terbaru kami, Carbon Scam (penipuan karbon) menyelidiki bagaimana American Electric Power, BP dan Pacificorp – semua pemilik saham dalam proyek aksi terhadap iklim Noel Kempff di Bolivia – menggunakan proyek perlindungan hutan untuk mencoba dan menghindari kewajiban mereka untuk mengurangi emisi karbon.</description>
      <pubDate>Wed, 21 Oct 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/penipuan-karbon-hutan</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Greenpeace Sambut SBY Jadi Pemimpin Yang akan Menyelamatkan Iklim</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/sby_selamatkan_iklim</link>
      <description>Greenpeace hari ini memberikan sebuah surat dan ucapan selamat berupa karangan bunga yang bertuliskan “Selamat Pak SBY Lanjutkan Tapi Stop Pembabatan Hutan” kepada Susilo Bambang Yudhoyono yang dilantik menjadi Presiden untuk periode kedua</description>
      <pubDate>Tue, 20 Oct 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/sby_selamatkan_iklim</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Industri ternak menolak kehancuran Hutan Amazon, sebuah petunjuk untuk perlindungan hutan Indonesia </title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/industri-ternak-tolak-kehancuran-amazon</link>
      <description>It’s a big day for the climate and the Amazon as four of the biggest players in the global cattle industry join forces to reduce their carbon hoofprint and ban the purchase of cattle from newly deforested areas. JBS-Friboi, Bertin, Minerva and Marfrig are clearing the climate killing cattle from their supply chains and backing our call for zero deforestation in the rainforest</description>
      <pubDate>Wed, 07 Oct 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/industri-ternak-tolak-kehancuran-amazon</guid>
    </item>
    <item>
      <title>70 Hari Jelang Kopenhagen, Waktu hampir habis</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/70hari_menuju_kopenhagen</link>
      <description>Greenpeace kembali berharap banyak dengan adanya komitmen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dilontarkan pada pertemuan G20 akhir pekan lalu. Untuk berkontribusi kepada upaya mengatasi perubahan iklim, Presiden berjanji akan menurunkan emisi hingga 26% pada 2020, meski demikian Greenpeace mendesak Presiden untuk secepatnya mewujudkan komitmen itu menjadi langkah nyata, dan memperkuat targetnya.</description>
      <pubDate>Mon, 28 Sep 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/70hari_menuju_kopenhagen</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Janji “Obama” Mengakhiri Krisis Iklim</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/Obama-akhiri-krisisiklim</link>
      <description>Dalam sebuah &quot;Pengumuman Bersejarah&quot; yang terjadi hari ini di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Bangkok, Thailand, &quot;Presiden Obama&quot; telah bersumpah untuk mengakhiri krisis iklim dengan suatu kesepakatan yang mengikat,  tepat waktu dan ambisius pada pertemuan perubahan Iklim di Kopenhagen pada bulan Desember. &quot;Obama&quot; juga berkomitmen dalam pendanaan untuk mitigasi dan adaptasi, dan berjanji mengalirkan dana miliaran dollar untuk menyelamatkan hutan sebagai tindakan mitigasi paling utama menghentikan krisis global.</description>
      <pubDate>Fri, 18 Sep 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/Obama-akhiri-krisisiklim</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Chang(e) : Greenpeace Desak Obama dan SBY Membuat Sejarah</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/chang-e</link>
      <description>Greenpeace hari ini memulai perjalanan luar biasa 15 hari dengan lima gajah, untuk mendesak para pemimpin dunia terutama Presiden Amerika Serikat Barrack Obama dan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengambil tonggak kepemimpinan dan melakukan langkah nyata untuk menghindari petaka iklim. </description>
      <pubDate>Sat, 12 Sep 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/chang-e</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Bertindak terhadap rekayasa genetika dan perubahan iklim </title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/rice-art</link>
      <description>Hari ini kami di Asia Tenggara memperingati  warisan kekayaan berupa produksi padi organik  yang berlimpah dengan sebuah karya seni raksasa - dan mengingatkan pemerintah untuk melindungi tanaman pangan yang paling penting yang terancam dari rekayasa genetika dan perubahan iklim. </description>
      <pubDate>Wed, 02 Sep 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/rice-art</guid>
    </item>
  </channel>
</rss>