<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0">
  <channel>
    <title>Berita Terbaru</title>
    <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news</link>
    <language>id-id</language>
    <item>
      <title>Inglourious treehuggers dam climate change!</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/inglourious-treehuggers-dam-cl</link>
      <description>If we told you that there was one single way to cut a fifth of global greenhouse emissions - that simply involved hugging trees - would you believe us? Probably not - but that's exactly what's required. And we've got 50 activists in the Indonesian rainforest together with Inglourious Basterds star Melanie Laurent - doing just that - and calling on world leaders to do the same.</description>
      <pubDate>Wed, 04 Nov 2009 08:00:44 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/inglourious-treehuggers-dam-cl</guid>
    </item>
    <item>
      <title>“Inglourious treehuggers” membendung perubahan iklim!</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/20091104</link>
      <description>Jika kami memberi tahu anda bahwa ada satu cara untuk memotong seperlima emisi gas rumah kaca – yang hanya dengan melakukan &lt;strong&gt;‘memeluk’ pohon – apakah kamu percaya? Mungkin tidak – &lt;/strong&gt;tapi itu yang sedang dibutuhkan. Dan kami memiliki 50 aktivis di Teluk Merantai, semenanjung kampar, Propinsi Riau bersama dengan bintang film Inglourious Basterds Mélanie Laurent – melakukan hal itu – dan menyerukan para pemimpin dunia untuk melakukan hal yang sama. </description>
      <pubDate>Wed, 04 Nov 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/20091104</guid>
    </item>
    <item>
      <title>EU leaders must help SBY to protect Indonesia’s forests: Greenpeace</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/eu_leaders_help_sby</link>
      <description>Greenpeace activists placed two 20 x 50 meter banners with the portraits of German Chancellor Angela Merkel and French President Nicholas Sarkozy on recently cleared peat land in Sumatra, ahead of the European Union leaders summit that begins in Brussels on October 29. </description>
      <pubDate>Wed, 28 Oct 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/eu_leaders_help_sby</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Greenpeace: Para pemimpin Uni-Eropa harus membantu SBY melindungi hutan Indonesia</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/uni-eropa-harus-membantu-sby</link>
      <description>Para aktivis Greenpeace membentangkan spanduk berukuran 20x50 meter dengan gambar wajah Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Nicholas Sarkozy di lahan gambut yang baru saja dhancurkan di Sumatra. Kegiatan ini dilakukan menjelang konferensi pemimpin Uni-Eropa yang akan dimulai tanggal 29 Oktober 2009 di Brussels, Belgia.
Aksi ini di Indonesia menandai peluncuran rangkaian kegiatan di Kamp Pembela Iklim Greenpeace di Riau yang diharapkan memancing perhatian para pemimpin dunia akan pentingnya melindungi hutan sebagai langkah penting mengurangi emisi gas rumah kaca untuk menghindari perubahan iklim.</description>
      <pubDate>Wed, 28 Oct 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/uni-eropa-harus-membantu-sby</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Menunjukan Pada Dunia Bencana Iklim yang sedang Terjadi di Indonesia</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/camp_pembelaiklim</link>
      <description>Menjelang pertemuan perubahaan iklim di Kopenhagen Greenpeace menunjukan kepada para pemimpin dunia dan seluruh umat manusia tentang besarnya kerusakan hutan yang sedang dan terus terjadi di Indonesia. Kerusakan hutan berperan penting pada perubahaan iklim dunia yang berbahaya. Dan harus segera dibahas dan mengambil tindakan nyata pada bulan Desember mendatang.</description>
      <pubDate>Tue, 27 Oct 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/camp_pembelaiklim</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Greenpeace sets up base in Indonesia rainforest to prevent climate destruction</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/greenpeace-sets-up-base-in-ind</link>
      <description>Greenpeace announced today that it has set up base in the heart of the Indonesian rainforest and will remain there for several weeks in order to bring urgent attention to the role that deforestation plays in driving dangerous climate change, a critical issue to be addressed at the UN Copenhagen Climate Summit in December. </description>
      <pubDate>Tue, 27 Oct 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/greenpeace-sets-up-base-in-ind</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Pemutaran Perdana Film &quot;The Age of Stupid&quot;</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/perdana_aos</link>
      <description>Sabtu, 17 Oktober yang lalu, sekitar 700 orang hadir pada penayangan perdana film The Age of Stupid. Sebuah film unggulan mengenai perubahan iklim yang disutradarai oleh Franny Armstrong. Greenpeace sebagai bagian dari kampanye TikTokTikTok ( &lt;a href=&quot;http://wwf.or.id/&quot;&gt;WWF dan &lt;a href=&quot;http://oxfamindonesia.wordpress.com/&quot;&gt;Oxfam), bersama ITDP (Institute for development policy) dan Green Radio mengadakan pemutaran film dengan konsep di udara terbuka. Pemutaran film dengan gaya layar tancap di tugu proklamasi ini diselenggarakan untuk mengurangi jejak karbon dan membuatnya terjangkau bagi semua kalangan masyarakat. 
</description>
      <pubDate>Fri, 23 Oct 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/perdana_aos</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Penipuan Karbon Hutan</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/penipuan-karbon-hutan</link>
      <description>Perusahaan batubara dan minyak bumi menggunakan kompensasi pada hutan untuk mencoba dan mencurangi masalah iklim. Laporan terbaru kami, Carbon Scam (penipuan karbon) menyelidiki bagaimana American Electric Power, BP dan Pacificorp – semua pemilik saham dalam proyek aksi terhadap iklim Noel Kempff di Bolivia – menggunakan proyek perlindungan hutan untuk mencoba dan menghindari kewajiban mereka untuk mengurangi emisi karbon.</description>
      <pubDate>Wed, 21 Oct 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/penipuan-karbon-hutan</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Greenpeace Sambut SBY Jadi Pemimpin Yang akan Menyelamatkan Iklim</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/sby_selamatkan_iklim</link>
      <description>Greenpeace hari ini memberikan sebuah surat dan ucapan selamat berupa karangan bunga yang bertuliskan “Selamat Pak SBY Lanjutkan Tapi Stop Pembabatan Hutan” kepada Susilo Bambang Yudhoyono yang dilantik menjadi Presiden untuk periode kedua</description>
      <pubDate>Tue, 20 Oct 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/sby_selamatkan_iklim</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Greenpeace welcomes President Yudhoyono as the leader who will save our climate </title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/20102009</link>
      <description>Greenpeace today delivered a letter and a bouquet of flowers to congratulate President Susilo Bambang Yudhoyono on his inauguration for his second presidential term, and for declaring his intention to take leadership in the battle against climate change by reducing Indonesia’s greenhouse emissions by 21 percent by 2020. </description>
      <pubDate>Tue, 20 Oct 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/20102009</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Industri ternak menolak kehancuran Hutan Amazon, sebuah petunjuk untuk perlindungan hutan Indonesia </title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/industri-ternak-tolak-kehancuran-amazon</link>
      <description>It’s a big day for the climate and the Amazon as four of the biggest players in the global cattle industry join forces to reduce their carbon hoofprint and ban the purchase of cattle from newly deforested areas. JBS-Friboi, Bertin, Minerva and Marfrig are clearing the climate killing cattle from their supply chains and backing our call for zero deforestation in the rainforest</description>
      <pubDate>Wed, 07 Oct 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/industri-ternak-tolak-kehancuran-amazon</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Cattle industry ban on Amazon destruction shows the way for protection of Indonesia’s forests</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/cattle-industry-ban</link>
      <description>It’s a big day for the climate and the Amazon as four of the biggest players in the global cattle industry join forces to reduce their carbon hoofprint and ban the purchase of cattle from newly deforested areas. JBS-Friboi, Bertin, Minerva and Marfrig are clearing the climate killing cattle from their supply chains and backing our call for zero deforestation in the rainforest</description>
      <pubDate>Wed, 07 Oct 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/cattle-industry-ban</guid>
    </item>
    <item>
      <title>70 Hari Jelang Kopenhagen, Waktu hampir habis</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/70hari_menuju_kopenhagen</link>
      <description>Greenpeace kembali berharap banyak dengan adanya komitmen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dilontarkan pada pertemuan G20 akhir pekan lalu. Untuk berkontribusi kepada upaya mengatasi perubahan iklim, Presiden berjanji akan menurunkan emisi hingga 26% pada 2020, meski demikian Greenpeace mendesak Presiden untuk secepatnya mewujudkan komitmen itu menjadi langkah nyata, dan memperkuat targetnya.</description>
      <pubDate>Mon, 28 Sep 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/70hari_menuju_kopenhagen</guid>
    </item>
    <item>
      <title>70 days to Copenhagen: time is running out for the climate and our children’s future</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/70-days-to-copenhagen-time-is</link>
      <description>After a disastrous week for the climate in New York and Pittsburgh, five Thai children today made a direct appeal for their future to Yvo De Boer, the UN’s top climate official, at the start of the latest round of climate negotiations in Bangkok. They handed the UN little elephant ‘piggy banks’ containing “small change for the climate”.</description>
      <pubDate>Mon, 28 Sep 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/70-days-to-copenhagen-time-is</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Janji “Obama” Mengakhiri Krisis Iklim</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/Obama-akhiri-krisisiklim</link>
      <description>Dalam sebuah &quot;Pengumuman Bersejarah&quot; yang terjadi hari ini di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Bangkok, Thailand, &quot;Presiden Obama&quot; telah bersumpah untuk mengakhiri krisis iklim dengan suatu kesepakatan yang mengikat,  tepat waktu dan ambisius pada pertemuan perubahan Iklim di Kopenhagen pada bulan Desember. &quot;Obama&quot; juga berkomitmen dalam pendanaan untuk mitigasi dan adaptasi, dan berjanji mengalirkan dana miliaran dollar untuk menyelamatkan hutan sebagai tindakan mitigasi paling utama menghentikan krisis global.</description>
      <pubDate>Fri, 18 Sep 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/Obama-akhiri-krisisiklim</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Chang(e) : Greenpeace Desak Obama dan SBY Membuat Sejarah</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/chang-e</link>
      <description>Greenpeace hari ini memulai perjalanan luar biasa 15 hari dengan lima gajah, untuk mendesak para pemimpin dunia terutama Presiden Amerika Serikat Barrack Obama dan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengambil tonggak kepemimpinan dan melakukan langkah nyata untuk menghindari petaka iklim. </description>
      <pubDate>Sat, 12 Sep 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/chang-e</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Bertindak terhadap rekayasa genetika dan perubahan iklim </title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/rice-art</link>
      <description>Hari ini kami di Asia Tenggara memperingati  warisan kekayaan berupa produksi padi organik  yang berlimpah dengan sebuah karya seni raksasa - dan mengingatkan pemerintah untuk melindungi tanaman pangan yang paling penting yang terancam dari rekayasa genetika dan perubahan iklim. </description>
      <pubDate>Wed, 02 Sep 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/rice-art</guid>
    </item>
    <item>
      <title>100 hari menuju pertemuan perubahaan iklim</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/100_hari_menuju_copenhagen</link>
      <description>100 hari menuju pertemuan perubahaan iklim di Copenhagen, yang sangat membutuhkan tindakan nyata para pemimpin dunia untuk melindungi  dunia dari bencana perubahan iklim.</description>
      <pubDate>Mon, 31 Aug 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/100_hari_menuju_copenhagen</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Produsen produk susu raksasa selandia baru terlibat dalam kerusakan hutan di Indonesia</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/fonterra_terlibat_kehancuran_hutanindonesia</link>
      <description>Greenpeace di Indonesia hari ini mendesak Fonterra, eksportir produk susu terbesar di dunia, untuk bertanggung jawab atas peran mereka merusak hutan alam dan menyebabkan emisi gas rumah kaca dalam jumlah besar. Fonterra selama ini membeli produk minyak kelapa sawit dari Indonesia dan Malaysia untuk memberi makan sapi mereka di Selandia Baru.</description>
      <pubDate>Tue, 25 Aug 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/fonterra_terlibat_kehancuran_hutanindonesia</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Fonterra implicated in rainforest destruction</title>
      <link>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/fonterra-implicated-in-rainfor</link>
      <description>A Greenpeace investigation has revealed that the iconic New Zealand dairy giant Fonterra is implicated in Indonesian and Malaysian rainforest destruction, dead orangutans and driving global greenhouse gas emissions.</description>
      <pubDate>Sat, 22 Aug 2009 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid>http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/fonterra-implicated-in-rainfor</guid>
    </item>
  </channel>
</rss>