Skip navigation.

Selamat Datang di Greenpeace Asia Tenggara

 
Greenpeace hadir karena Bumi yang rentan ini perlu suara.
Bumi perlu solusi. Bumi perlu perubahan.
Bumi perlu tindakan.

 

Katakan Kepada Unilever Sekarang Sebelum Mereka Merusak Hutan Kita

Katakan Sekarang!

Greenpeace Merespon Pernyataan UNILEVER Terkait dengan Moratorium Konversi Hutan – Saatnya Industri Indonesia Bergabung

May 02, 2008

Greenpeace hari ini menyambut keputusan Unilever untuk memberlakukan moratorium kerusakan hutan di Indonesia serta menegaskan bahwa sikap baru ini seharusnya dapat mendorong pemerintah Indonesia untuk segera mengambil tindakan yang lebih agresif untuk menghentikan deforestasi dimulai dengan memberlakukan moratorium pembalakan dan konversi hutan.

Setelah 22 Tahun Kecelakan Chernobyl Industri Nuklir Masih Terjebak Lingkaran Setan Kecelakaan, Kebohongan serta Kelalaian

April 24, 2008

Sehari sebelum peringatan 22 tahun kecelakaan nuklir di Chernobyl industri nuklir, dunia diguncang dengan terungkapnya kasus kecelakaan nuklir besar di Spanyol serta penundaan mahal dan defisiensi berkaitan dengan pembangunan yang disebut dengan reaktor nuklir utama renaisans di Prancis dan Finlandia yang terus mempermalukan pihak industri.

PARA PEMASOK UNILEVER MEMBAKAR KALIMANTAN DEMI MINYAK KELAPA SAWIT; GREENPEACE MENUNTUT MORATORIUM KONVERSI HUTAN

April 21, 2008

Unilever, nama dibalik berbagai merek besar dunia, termasuk sabun Dove, menyumbang perusakan hutan serta lahan gambut Indonesia, ekosistem terakhir di muka bumi yang merupakan cadangan karbon yang besar serta merupakan habitat orangutan serta satwa langka lainnya, menurut organisasi lingkungan hidup Greenpeace.

Halaman Sebelumnya -

PLTN MAHAL DAN PENUH RESIKO

Greenpeace menyatakaan kepada pemerintah Thailand dan seluruh pemerintah di dunia untuk menggunakan dana pembangunan pada program energy efisien yang menggunakan energi terbarukan dibandingkan memakainya untuk membangun PLTN yang mempunyai resiko tinggi dan biaya sebesar 1.38 trillyun bath.

Kapal penangkap ikan paus

Setelah 11 hari menghadang penangkapan ikan paus yang di lakukan oleh kapal Jepang Nisshin Maru, aktivis Greenpeace dari kapal Esperanza, berhasil menghadang beberapa saat ketika kapal tersebut melakukan iring-iringan dengan sebuah kapal yang akan mengambil barang yaitu Oriental Bluebrid di Samudra selatan tempat perlindungan Paus.

Halaman Sebelumnya -