Saluran Pembuangan Limbah Industri di Daerah Dayeuhkolot, Jawa Barat

Aktivis Greenpeace hari ini menandai lagi sebuah saluran pembuangan limbah industri tak bertuan dengan sebuah plang bertuliskan “Perhatian. Limbah Berbahaya Keluar Dari Sini!!!. untuk mendesak pemerintah Indonesia segera beraksi untuk menghentikan pencemaran bahan berbahaya industri ke Sungai Citarum dan sungai-sungai lainya di Indonesia. Dari tempat ini, aktivis Greenpeace mengambil sampel, mengujinya di lab Institute of Ecology Unpad dan Lab Afiliasi Kimia UI dan menemukan bahan-bahan berbahaya seperti logam berat Mangan, Tembaga, Timbal dan Merkuri dan juga senyawa kimia organik Alkyphenol (BHT) yang dapat mengganggu kesehatan manusia dan dapat mengganggu sistem reproduksi. Selain itu juga para aktivis membentangkan sebuah banner bertuliskan “Pilih Sungai Bebas Toksik” untuk menyerukan kepada para calon pemimpin Jawa Barat untuk berkomitmen melindungi Sungai Citarum dan sungai-sungai lainnya di Jawa Barat dari pencemaran bahan kimia berbahaya industri.

Update terbaru

Tampilkan tampilan thumb  

Hari Aksi Global untuk #ProtectParadise

Galeri gambar | 30 Maret, 2014

Aksi Damai di Kantor P&G Jakarta

Video | 28 Maret, 2014 di 5:10

Procter & Gamble masih tidak mendengarkan konsumen mereka dan terus terlibat dalam praktik perusakan hutan dengan tetap menggunakan minyak sawit dari produsen yang terlibat perusakan hutan. Aktivis Greenpeace mendatangi langsung kantor Procter &...

Selamatkan Gambut Sepenuh Hati!

Video | 13 Maret, 2014 di 5:15

Saat ini Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan sebuah Rancangan Peraturan Pemerintah tentang gambut. Namun Rancangan Peraturan Pemerintah itu memiliki banyak kelemahan yang berpotensi mengancam keselamatan hutan rawa gambut Indonesia. Pemerintah...

batubara melukai ekonomi Indonesia

Video | 13 Maret, 2014 di 4:53

Pada tanggal 2014 Aktivis Greenpeace melakukan protes damai di Kantor Menteri Koordinator Perekonomian di Jakarta sebabgai bagian dari kampanye Iklim dan Energi Greenpeace.

1 - 5 dari 468 hasil.