Harimau Sumatera itu akhirnya mati di kebun akasia Sinar Mas

1 Juli 2011, Harimau Sumatera ditemukan terjerat oleh jeratan warga di areal perkebunan akasia, milik PT Arara Abadi (Konsesi Sinar Mas) di Kabupaten Pelalawan, Riau. Harimau berusia 1,5 tahun tersebut diperkirakan telah terjerat selama 7 hari sebelum akhirnya ditemukan oleh warga. Ia akhirnya mati akibat dari komplikasi luka parah yang dideritanya. Pembukaan hutan alam secara besar besaran untuk dijadikan hutan tanaman industri bagi kebutuhan industri kertas dan bubur kertas seperti yang dilakukan oleh Asia Pulp and Paper, telah mengancam habitat dan keberadaan satwa langka seperti Harimau Sumatera ini.Dan pada tanggal 1 Juli 2011, populasi sang "Raja Hutan" itu pun telah berkurang satu, tepat di lokasi kebun akasia yang dulu merupakan hutan rumah tempat tinggalnya.