Anda di sini:
Parade 40 perahu Nelayan menyambut kapal Rainbow Warrior yang memasuki ke Pelabuhan Benoa, Bali Indonesia. Parade ini di maksudkan untuk menyerukan kepada seluruh dunia yang bergabung dalam aksi global seluruh dunia untuk bertindak atas perubahan iklim ke pada para pemimpin yang sedang bernegosiasi ats tindak lanjut dari Protokol Kyoto. para nelayan itu membawa spanduk yang bertuliskan pesan `Save our Seas -Save our Corals` (selamatkan laut kami - selamatkan terumbu karang)
Besarkan GambarAsal usul
Rainbow Warrior merupakan kapal Greenpeace yang paling terkenal.
Rainbow Warrior diluncurkan pada tanggal 10 July 1989. Kapal asli Rainbow Warrior ditenggelamkan oleh agen rahasia pemerintah perancis dalam usaha menghentikan ujicoba senjata nuklir pemerintah Perancis di wilayah Pasifik.
Penengelaman Rainbow Warior , menimbulkan kemarahan diseluruh dunia, dan pembangunan ulang Rainbow Warrior membuktikan bahwa ”Kau Tidak Bisa Menenggelamkan sebuah Pelangi (a Rainbow)”. Ketika kembali ke medan pertempuran kapal baru ini sukses melawan program ujicoba senjata nuklir. Pemerintah Perancis mengakhiri Ujicoba nuklir pada tahun 1996 di Moruroa.
Nama kapal ini diinspirasikan oleh ramalan suku Indian Amerika Utara yang meramalkan akan tiba saatnya ketika keserakahan manusia akan membuat bumi menjadi sakit dan sekelompok satria akan turun dari pelangi untuk menyelamatkan bumi.
Sejarah
Greenpeace mengubah Rainbow Warrior dari kapal phukat penangkap ikan menjadi perahu motor/layar dengan membangun tiga tiang pada lambung kapal. Sebelum berganti nama menjadi Rainbow Warrior kapal phukat itu bernama Grompian Fame.
Kapal ini merupakan kapal besar yang dilengkapi oleh perlengkapan navigasi elektronik terbaru, layar dan peralatan komunikasi
Aksi
Geladak Rainbow Warrior telah didatangi oleh Dalai Lama hingga para anggota group band rock U2. Kapal ini telah banyak melawan kejahatan lingkungan, merelokasi populasi di kepulauan pasifik selatan yang terkontaminasi oleh radiasi, menyediakan pertolongan bagi korban bencana tsunami tahun 2004 di Asia tenggara dan berlayar melawan perburuhan ikan paus, perang, perubahan iklim dan kejahatan lingkungan lainnya di seluruh perairan didunia.
perjalanan virtual Rainbow Warrior disini.
Pendapat ini menjadi perdebatan, kami percaya bahwa sejarah rainbow warrior yang besar adalah perjuangan panjang selama satu dekade untuk mengakhiri ujicoba senjata nuklir di wilayah pasifik. Meskipun ditabrak, dibom dan menjadi sasaran dari setiap bentuk intimidasi dan perlawanan, Rainbow Warrior tetap bertahan untuk melawan demi menyelamatkan wilayah Pasifik yang bebas nuklir.
Anda dapat membaca tentang sukses terakhir dari usaha-usaha tersebut, di laporan website kami yang berjudul akhir dari ujicoba nuklir di wilayah pasifik tahun 1996
Cerita berkesan
Klik disini untuk mendengarkan program radio BBC. Reuni, yang membawa kembali aktivis dan awak kapal Greenpeace yang terlibat dalam kampanye awal Greenpeace dan Rainbow Warrior
Stepahanie Mills, juru kampanye diatas kapal Rainbow Warrior selama tahun 1995 kembali ke Moruroa:
Pada jam 6 pagi pada tanggal 10 Juli 1995, perayaan 10 tahun pemboman Rainbow Warrior yang pertama.
Setelah memasuki 12 mill zona terluar di pulau karang Moruroa, para anggota pasukan elit menyerang Rainbow Warrior dan mulai memecahkan jendela dan meleparkan gas airmata ke anjungan kapal
Seiring keriuhan itu nahkoda kapal menghentikan mesin dan mengarahkan para awak kapal untuk menuju dek bawah kapal, Rainbow Warrior diserang oleh kapal penarik Perancis menyobek kapal sehingga membuat lubang dilambung kapal, untungnya lubang itu terdapat diatas permukaan air
Saya sedang ada di ruang radio ketika para anggota pasukan elit memukulkan kapak ke pintu dan melemparkan lagi gas air mata melalui lubang patahan pintu. Nafas kami tercekik, saya mengatur untuk melarikan diri melalui jendela kapal bersama operator radio, Thom Looney dan juru kampanye Perancis Jean-Luc Thierry.
Kami dipaksa keluar dari Rainbow Warrior dan diinterogasi sebelum dikembalikan lagi kekapal dan digiring kembali ke perairan internasional.