Informasi tentang Latar Belakang Patrick Moore

Halaman - 11 Mei, 2011
Patrick Moore adalah seorang juru bicara yang dibayar oleh industri nuklir, industri penghancur hutan, dan industri rekayasa genetik, yang kerap kali mengutip keterkaitannya dengan Greenpeace pada masa lalu, untuk mendapatkan legitimasi di media. Media massa terkadang salah menyatakan atau secara implisit menulis bahwa Moore masih mewakili Greenpeace, dan atau tidak menyebutkan kenyataan bahwa ia adalah pelobi yang dibayar industri dan bukan narasumber yang independen. Halaman ini menyediakan informasi untuk menggambarkan secara akurat bagaimana kiprah seorang Patrick Moore dan kredibilitasnya.

Patrick Moore adalah seorang juru bicara yang dibayar oleh Industri Nuklir

Pada April 2006, Nuclear Energy Institute, pelobi utama untuk Industri Nuklir meluncurkan apa yang disebut “Koalisi Energi Bersih dan Aman” dan menempatkan mantan Pejabat EPA (Environmental Protection Agency)di zaman pemerintahan Bush, Christine Todd Whitman, dan Patrick Moore sebagai ketuanya. “Koalisi Energi Bersih dan Aman” adalah bagian dari proyek  kehumasan yang dipelopori oleh perusahaan humas raksasa Hill & Knowlton dan merupakan bagian dari kontrak dengan industri nuklir yang diperkirakan bernilai 8 juta US Dollar. (1)

Patrick Moore tidak mewakili Greenpeace dan tidak bisa mengatasnamakan Greenpeace

Selama lebih dari 20 tahun, Patrick Moore telah menjadi juru bicara yang dibayar oleh banyak industri pencemar, termasuk industry kayu, pertambangan, kimia, dan industri akuakultur. Banyak dari industri ini mempekerjakan jasa Patrick Moore hanya setelah perusahaan mereka menjadi fokus kampanye Greenpeace  yang meminta perusahaan memperbaiki kinerja lingkungan mereka. Patrick Moore telah bekerja jauh lebih lama kepada industri pencemar dibandingkan dengan waktu yang dia habiskan dulu ketika bekerja untuk Greenpeace. Greenpeace menolak penggunaan energi nuklir karena berbahaya dan merupakan pengalihan yang mahal dari solusi yang sebenarnya untuk mengatasi perubahan iklim.    

Patrick Moore tidak mendirikan Greenpeace

Patrick Moore seringkali menggambarkan dirinya sebagai pendiri atau salah satu pendiri Greenpeace, dan sayangnya banyak media yang mengulang gambaran palsu ini. Meski Patrick Moore memainkan peranan yang cukup besar di Greenpeace Kanada untuk beberapa tahun, tapi dia tidak mendirikan Greenpeace. Patrick Moore melamar untuk sebuah pekerjaan di Kapal Phylis Cormack pada Maret 1971, setelah organisasi ini berjalan selama setahun.

Salinan surat lamaran Patrick Moore dan jawaban Greenpeace bisa dilihat di sini 

Apakah masuk akal, seseorang yang mengaku pendiri suatu organisasi melamar kerja pada organisasi yang baru didirikannya?

Patrick Moore telah menyediakan Informasi yang tidak akurat tentang Energi Nuklir.

Pada tahun 2004, Patrick Moore mempublikasikan sebuah artikel dalam jurnal IAEA (International Atomic Energy Agency’s) berjudul “ Nuclear Re-Think”. Menurut pendapat Patrick Moore, “Three Mile Island adalah contoh sukses. Struktur penahan dari beton bekerja seperti tujuan desain pada awalnya, yaitu mencegah radiasi keluar ke lingkungan sekitar.” (2)

Berlawanan dengan klaim Patrick Moore, fakta menunjukkan bahwa reaktor yang rusak memuntahkan radiasi ke lingkungan sekitar selama beberapa hari. Hal ini menunjukkan bahwa Patrick Moore berbicara tidak berdasarkan fakta yang telah terjadi.  Lembaran fakta tentang Three Mile Island milik US Nuclear Regulatory Commission mengakui bahwa kehancuran reaktor Three Mile Island  mengakibatkan “pelepasan radiasi yang signifikan…” (3)

Bahkan IAEA yang mempublikasikan artikel Patrick Moore mengakui bahwa kehancuran reaktor Three Mile Island melepaskan radiasi ke lingkungan sekitar. Sebagai hasilnya, IAEA menempatkan kecelakaan tersebut pada level 5 dari skala 7, yang artinya sebuah kecelakaan dengan konsekuensi yang luas. (Hanya Chernobyl dan ledakan tangki limbah nuklir Soviet pada 1957, serta bencana nuklir Fukushima baru-baru ini yang mendapat peringkat lebih buruk daripada kecelakaan Three Mile Island)(4)

Menurut U.S Nuclear Regulatory Commission, telah terjadi pelepasan radiasi lebih dari 10 juta-Curie dari inti reaktor yang rusak. Akan tetapi ahli nuklir yang memeriksa kembali kecelakaan tersebut menyatakan bahwa pelepasan radiasi yang terjadi dari reactor adalah sebesar 150 juta-Curie. (5)

Kehancuran Three Mile Island mengubah aset jutaan dolar menjadi sebuah beban miliaran dolar dan menyebabkan bangkrutnya industri nuklir di Amerika Serikat dalam semalam. Jika ada pihak yang mengklaim hal sebaliknya, ini tak lain hanyalah upaya PR dari industry nuklir.

Sayangnya, pemutarbalikan fakta yang dilakukan Patrick Moore tidak terbatas pada kasus kehancuran Three Mile Island. Patrick Moore juga memuji keputusan pemerintahan Bush menolak penandatanganan Protokol Kyoto untuk menurunkan emisi oleh AS(6).  Moore juga mempromosikan nuklir sebagai solusi pemanasan global karena, “nuklir tidak memproduksi gas rumah kaca yang berbahaya..” (7)

Namun, Federal Trade Commision (FTC) telah menentukan bahwa klaim nuklir ramah lingkungan yang digembar gemborkan Nuclear Energy Institute (NEI) adalah menyesatkan karena tidak memberitahukan fakta bahwa produksi bahan bakar nuklir juga menghasilkan gas rumah kaca. FTC menyimpulkan bahwa klaim NEI tidak dapat dibuktikan, “… selama belum ada sistem pembuangan limbah radioaktif yang permanen dan selama proses pengayaan uranium sebagai bahan bakar reaktor nuklir menghasilkan emisi gas rumah kaca..”(8)

Kata-kata Patrick Moore sendiri

Lihatlah kata-kata dari Patrick Moore sendiri ketika mempertimbangkan klaimnya dan klaim orang-orang dari industri nuklir : “Harus diingat bahwa industri nuklir mempekerjakan beberapa perusahaan humas. Kita tidak dapat mempercayai mereka untuk memberikan kebenaran tentang energy nuklir seperti halnya merek pasta gigi mana yang memberikan hasil senyuman yang paling indah”  (9) dia menuliskan ini sebelum menjadi juru bicara untuk industri pencemar.

Referensi

1. "False Fronts." Columbia Journalism Review. April, 2006.(http://cjrarchives.org/issues/2006/4/editorial.asp) 

2. Moore, Patrick. "Nuclear Re-Think." IAEA Bulletin. Vol. 48, No. 1. September, 2006. p. 56-58.(http://www.iaea.org/Publications/Magazines/Bulletin/Bull481/pdfs/nuclear_rethink.pdf)

3. U.S. Nuclear Regulatory Commission. "Fact Sheet on the Three Mile Island Accident"(http://www.nrc.gov/reading-rm/doc-collections/fact-sheets/3mile-isle.pdf)

4. International Atomic Energy Agency and OECD Nuclear Energy Agency. "INES - The International Nuclear and Radiological Scale."(http://www.iaea.org/Publications/Factsheets/English/ines.pdf)

5. Allen, Scott. "Findings underplayed disaster, 3 say" The Boston Globe. March 28, 1999.(http://research.greenpeaceusa.org/?a=view&d=4592)

6. Morano, Marc. "Former Greenpeace Co-Founder Praises US for Rejecting Kyoto"CNSNews.com. December 8, 2005.

7. Whitman, Christine Todd and Patrick Moore. "Nuclear should be a part of our energy future." The Boston Globe. May 15, 2006. (http://www.boston.com/news/globe/editorial_opinion/ oped/articles/2006/05/15/nuclear _should_be_a_part_of_our_energy_future/)

8. Bernstein, Joan Z (Director, Federal Trade Commission). Letter to Joseph Colvin, President and CEO, Nuclear Energy Institute, December 15, 1999.(http://www.ftc.gov/os/closings/staff/991215nuclearenergyinstitute.pdf)

9. Moore, Patrick. "Assault on Future Generations." Greenpeace Annual Report, 1976.