Anda di sini:
The PNOC mengumumkan bahwa mereka akan melakukan peninjau ulang penambangan dan pembangkit listrik tenaga batu bara di Isabela. Pengumuman dilakukan dipertemuan dengan Aliansi masyarakat Anti-Coal Isabela dan Greenpeace.
Besarkan Gambar5 April 2009 : Setelah kita melakukan tekanan untuk menolak Nuklir di seluruh kawasan Asia Tenggara, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudyono mencabut rencana pembangunan PLTN yang sangat kontroversial dan suatu rencana yang sudah sangat lama untuk negara yang memiliki tingkat kerentanan akan pada gempa yang sangat tinggi, Mengatakan akan mengembangkan energi terbarukan sebagai alternatif sebelum memilih nuklir.
Desember 2008 : Kurang dari 6 bulan setelah Greenpeace meluncurkan kampanye Energi [R]evolusi di Thailand, Kami telah menerima konfimasi dari Departemen Energi Thailand bahwa Departemen Pengembangan Energi Alternatif dan efisiensi Thailand akan mengembangkan program yang sangat serius untuk peningkatan investasi penelitian dan pengembangan energi Angin, Matahari, Biomass dan sumber-sumber energi bersih lainnya.
Untuk Informasi lebih lanjut silakan membaca “DAWN OF AN ENERGY [R]EVOLUTION IN THAILAND”
November 2008 : Persatuan eksportir beras Thailand berkomitmen hanya melakukan ekspor beras yang bebas dari rekayasa genetik dalam suratnya yang dikirimkan kepada kami.
29 September 2008 : Senator di Filipina akhirnya meluluskan pendanaan untuk Energi Terbarukan, dan undang-undang yang akan mengizinkan pengembangan energi terbarukan, seperti energi angin dan matahari, untuk menjaga keamanan energi dan memerangi perubahan iklim.
Juli 2008 : Setelah Greenpeace bekerja bersama mendukung kelompok perlindungan lingkungan Tapsakae untuk menghentikan pembangunan PLTU baru yang berdaya 4,000 megawatt di desa Tapsake, Propinsi Prachuab Khiri Khan, Thailand. Pemerintah Thailand , yang di pimpin Electricity Generation Aouthority Thailand (EGAT) menghentikan proyek mereka selama kapal Greenpeace Rainbow Warrior Melakukan pelayaran “Quit Coal” pada bulan Juli 2008, Dimana Greenpeace memobilisasi masyarakat dengan membentuk banner besar dengan konfigurasi manusia yang bertuliskan “QUIT COAL”.
Mei 2008: Tiga minggu setelah suatu aksi yang sangat menghebohkan dan 115000 online email kepada Unilever dan mereka akhirnya mendukung Moratorium penghentian pembalakan hutan untuk perkebunan kelapa sawit
12 Juli 2006 : dalam kemenangan penting yang menunjukan perlawanan yang semakin menguat terhadap batu bara di dalam negeri, Perusahaan Minyak Bumi Nasional Filipina (PNOC) telah menyetujui untuk membatalkan rencananya untuk mengintegrasikan penambangan batu bara dengan proyek PLTU mine-mouth di Isabela setelah perlawanan yang masif dari masyarakat Isabela dan Greenpeace
26 Juni 2006: Dell menjadi perusahaan terakhir yang berjanji akan membuang racun kimia berbahaya dari produknya, mengikuti langkah yang telah diambil pesaingnya HP. Kedua perusahaan ditekan oleh kami untuk membuat produk mereka lebih ramah lingkungan dan membantu menyelesaikan timbunan racun sampah electronik yang semakin menggunung.
29 April 2005: Tekanan online yang dilakukan supporter Greenpeace secara terus menerus membuat Sony Ericsson mengumumkan akan menghilangkan racun kimia dari produknya, mengikuti langkah yang telah dilakukan Samsung, Nokia dan Sony, perusahaan-perusahaan elektronik pertama yang bersih.
29 Oktober 2004: Dalam perjanji an internasional yang membahas tindakan terhadap kapal tua yang dianggap sebagai sampah , Greenpeace memperjuangkan tercapainya penerapan kontrol yang lebih ketat atas industry penghancuran kapal yang terkenal kotor. Traktat yang disepakati oleh 163 negara ini diharapkan mampu meningkatkan tuntuntan kepada negara penghancur kapal utama ( Cina, India, Bangladesh, Filipina dan Turki) untuk membersikan racun dari kapal sebelum mereka mengekspornya. Traktat ini juga akan menciptakan tuntutan baru untuk daur ulang kapal “hijau” di negara-negara maju.
15 Oktober 2004: Greenpeace mengamankan perlindungan atas paus minke, hiu putih besar dan lumba-lumba Irrawaddy pada Konfensi atas Perdaganan Internasional Spesies Langka (CITES) di Bangkok, Thailand.
10 Maret 2004: Departemen Pertanahan Thailand menarik kembali akta atas lebih dari 1300 rai tanah yang diperuntukan untuk proyek pengelolaan air limbah Klong Dan, hal ini mensinyalkan kemenangan pertarungan hukum melawan broker tanah, Palm Beach Development Klong Dan Marine Fishery atas pelanggaran terhadap tanah sumber air milik publike.
20 Februari 2004: 180 pemerintahan menyetujui pendirian jaringan global untuk kawasan lindung baik di laut maupun di darat pada Konvensi Keanekaragaman hayati yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia.
2002: Pemerintah Filipina menghentikan rencana pembangunan PLTU batu bara berkekuatan 50 megawatt di Pulupandan, propinsi Negros.
2002: Para juru kampanye Greenpeace mencegah pembangunan PLTU batu bara di Bo Nok dan Ban Krut in Prachuap Khiri, Tahiland.
2001: Mentri Kesehatan Publik Thailand mengumumkan rencana pembentukan mandat pemberian label pada makanan hasil modifikasi genetic.
2001: Traktat PBB melarang penggunaan racun berkadar tinggi bahan kimia buatan manusia diadopsi setelah bertahun-tahun negosiasi dan tekanan dari Greenpeace.
2001: bersama dengan orgnisasi lingkungan dan masyarakat, Greenpeace berhasil mendorong disetujuinya Aksi Manajemen Pembuangan Ekologi Filipina yang memandatkan penerapann strategi awal-akhir, pengurangan sampah yang sesuai, pemisahan dan daur ulang sampah untuk memecahkan krisis sampah bangsa.
2000: Protokol keamann lingkungan hidup diadopsi di Montreal, Kanada. Tujuannya untuk melindungi kesehatan lingkungan dan lingkungan dari resiko Organisme Modifikasi Genetik dengan mengkontrol perdagangan OMG internasional. Greenpeace telah mengkampanyekan penghentian peluncuran besar-besaran OMG ke dalam lingkungan dan untuk melindungi keanekaragaman dari polusi genetic sejak tahun 1995.
1999: Greenpeace sukses memimpin kampanye untuk mendorong pasal dari UU Republic No. 8749, yang juga dikenal sebagai “ UU Udara Bersih 1999 Filipina” yang didalamnya menyertakan larangan nasional atas pembakaran sampah. Larangan yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
1997: Greenpeace menerima penghargaan UNEP untk pengembangan GReenfreeze, lemari pendingin domestic yang bebas bahan kimia pemakan ozone dan perubahan iklim.
1996: Larangan Uji Coba Nuklir yang Komperhensif diadopsi oleh PBB.
1994: Konvensi Basel diadopsi mengisyaratkan berakhirnya ekspor limbah berbahaya oleh negara industry ke negara berkembang.
1993: Pelarangan permanen diterapkan atas pembuangan sampah radioaktif dan industry di laut.
1990: 39 Penandatangan Traktat Antartika setuju untuk melarang eksploitasi segala mineral di Antartika minimal selama 50 tahun.
1989: PBB menempatkan moratorium menerapakan moratorium atas penggunaan jaring skala besar di di laut dalam
1989: Moraotium PBB atas perairan laut dalam skala besar disetujui sebagai respon atas kemarahan public atas diskriminasi praktek mencari ikan yang diekspos oleh Greenpeace.
1988: Pelarang pembakaran sampah beracun di laut diberlakukan di seluruh dunia.
1988: Pelarangan di seluruh dunia atas pembakaran sampah organoclhorine di laut di setujui oleh Konvensi Pembuangan London yang disebabkan aksi laut Greenpeace.
1985: uji coba nuklir Perancis di pasifik Selatan menjadi kontroversi internasional, terutama sejak karamnya kapal Greenpeace, Rainbow warrior oleh agen rahasia Perancis.
1982: Moratorium Puas Global diadopsi oleh Komisi Paus Internasional.
1978:Aksi Greenpeace menghalangi pembantaian grey seal di kepulauan Orkney, Skotlandia.
1975: Perancis mengakhiri tes nuklir udara di Pasifik.
1972: setelah aksi Greenpeace pertama pada tahun 1971, Amerika Serikat menghentikan ujicoba nuklir darat di Pulau Amchitika, Alaska