Super taifun Haiyan adalah ‘wake up call’ bagi pemimpin dunia yang masih tidur dari ancaman bahaya bencana iklim. Taifun Haiyan (atau dikenal juga dengan Yolanda) telah memporakporandakan Propinsi Layte di kepulauan tengah Filipina pada dua pekan lalu. 5000 hingga 10.000 korban jiwa diperkirakan meninggal atau hilang, sementara 2 juta orang lainnya mengungsi dan banyak diantaranya belum kembali ke kehidupan normal mereka.

Haiyan adalah taifun terbesar yang pernah menghantan daratan, dan menandai semakin buruknya perubahan iklim global yang semakin ekstrim dan mematikan. Saat ini, jumlah pengungsi iklim telah lebih banyak dari pada pengungsi akibat konflik bersenjata.

Sementara itu, minggu ini di kota Warsawa, Polandia, wakil-wakil pemerintah berkumpul dalam Pertemuan tahunan PBB untuk Perubahan Iklim. Para ahli iklim bertahun-tahun dengan tegas mengatakan bahwa dunia perlu langkah-langkah nyata dalam mengurangi emisi gas rumah dari penggunaan eksesif bahan bakar berbahan karbon (batu bara dan gas, penyebab perubahan iklim) dan dari kerusakan hutan sebagai jalan keluar dari krisis iklim global ini.

Manusia telah menghancurkan atmosfir bumi, fondasi kehidupan di planet ini, dimana semua kehidupan di planet ini berlangsung. Di atmosfir kita yang rapuh ini oksigen dihasilkan, siklus hidrologis berlangsung, dan tanaman berfotosintesis menghasilkan pangan.  Temperatur rata-rata bumi kita meningkat dan IPCCC memperkirakan akan meningkat hingga 3-6 celsius derajat, jauh di atas batas aman 2 derajat celsius.  Dalam 10.000 tahun terakhir temperatur rata-rata bumi kita stabil dalam kisaran 1 derajat celsius, dan kenaikan temperatur bumi sebesar 3 hingga 4 derajat adalah fatal bagi bumi dan manusia.

korban badai haiyan

korban badai haiyan

Kita perlu merubah situasi di atas, dan kita menegaskan kepada wakil-wakil pemerintah dunia di Warsawa bahwa kita perlu membangun peradaban yang berdasarkan hubungan yang lebih harmonis antara kemanusiaan dan alam.  Untuk dapat bertahan di planet rumah bagi 7 milyar manusia ini, kita perlu membuat perubahan radikal. Solusi palsu hanya akan menunda masalah dan membuat bom waktu bagi generasi yang akan datang yang belum punya suara saat ini.

Negara-negara di seluruh dunia perlu membuat kebijakan yang mempertahankan tanah serta keanekaragaman hayati dengan merawat dan memanfaatkannnya secara berkelanjutan dengan prioritas pada menghasilkan pangan dan menghasilkan pekerjaan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal.  Ketahanan pangan tidak dapat terwujud tanpa kedaulatan pangan  yang merupakan hak rakyat dalam menentukan produksi pangan dan enerji untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Model produksi enerji seharusnya tidak dapat mengalahkan kepentingan pangan atau membuat produksi pangan menghadapi masalah, misalnya eksplorasi minyak atau batubara tidak dapat menghancurkan lahan-lahan pangan produktif.  Perlu juga ditegaskan untuk segera menghentikan eksplorasi dan eksploitasi bahan bakar berbasis karbon, seperti minyak, batu bara dan gas, dan segera berinvestasi dalam pengembangan enerji bersih terbarukan. Setiap sen investasi pada eksploitasi minyak dan batu bara adalah taruhan judi bagi masa depan anak cucu kita melalui dampak perubahan iklim.

Kedaulatan pangan dan enerji perlu dibangun dengan prinsip-pertanian pertanian ekologis dan didasarkan kebutuhan masyarakat lokal serta ekonomi regional. Kita harus menggantikan model agribisnis yang tidak berkelanjutan dan yang memarginalkan masyarakat, sebagai salah satu dari penyebab utama perubahan iklim karena model ini mengakibatkan penyerobotan dan penguasaan lahan, monokulturisasi dan penggunaan pestisida secara besar-besaraan, termasuk mekanisasi dan sistem transportasi komoditas yang rakus bahan bakar fosil.

Pemerintah nasional dan daerah perlu membangun sistem enerji yang demokratis, terdesentralisasi dan berkelanjutan, yang menggambarkan kebutuhan sosial dan karateristik dan potensi daerah setempat. Kita perlu memajukan bentuk produksi dan pengelolaan terdiri dari koperasi, unit-unit produksi skala rumah tangga dan komunitas di bawah pengelolaan petani dan buruh.

Warga perlu memajukan model transportasi yang mengintegrasikan bentuk-bentuk transportasi (sungai, darat) dan mengutamakan transportasi kolektif yang berkualitas tinggi sebagai ganti dari  sistem yang tergantung pada BBM yang mengutamakan kebutuhan transportasi individual.

Model pengelolaan hutan saat ini telah menyebabkan kehancuran alam dan salah satu penyebab perubahan iklim. Kita harus mendukung hak-hak penuh masyarakat lokal dan penduduk asli atas teritori mereka dan kita harus menghentikan deforestasi di seluruh nusantara.

Hal-hal di atas bukanlah sains tinggi seperti membangun roket, namun merupakan langkah-langkah yang sangat praktis namun sekaligus menjawab akar masalah krisis iklim yang kita hadapi saat ini. Tidak ada cara instan, tetapi bila langkah-langkah ini kita bisa lakukan bersama-sama dan bisa merubah nasib umat manusia di bumi ini dari bencana iklim sebelum terlambat.