Kamp Pembela hutan (FDC) adalah bagian dari upaya kami untuk mendapat dukungan Intenasional agar melindungi hutan yang masih tersisa di dunia dan sebelum pertemuan iklim global dari kyoto protokol di bulan desember. FDC ini berlokasi 150 km selatan dari kota pekanbaru, di tengah perkebunan kelapa sawit yang di operasikan oleh PT Duta Palma Nusantara. FDC berada dekat dengan hutan yang hilang, dimana kelapa sawit ditanam dengan cara menghilangkan hutan gambut.

Para volunteer/sukarelawan yang berada di FDC melakukan beberapa kegiatan seperti spotting dan pemadaman kebakaraan hutan, penelitian kedalaman gambut dan melakukan peneliatian tentang keanekaragaman hayati di area ini.

Bangunan utama dari FDC adalah Balai adat, Balai adat adalah rumah tradisonal daerah Sumatra untuk pertemuan-pertemuan adat. Letak dari Balai adat berada di tengah-tengah lahan penduduk. kawasan di sekitar FDC telah menjadi hutan yang rusak dan gambut sudah rusak untuk penanaman kelapa sawit. (lokasi kamp bukan suatu tempat yang nyaman untuk para volunteer)

Bapak Ali Mursyid, Kepala Desa Kuala Cenaku (desa yang berdekatan dengan FDC)  mengungkapkan,”Masyarakat kami menganggap bahwa hutan adalah warisan dari nenek moyang dan kami wajib untuk melindunginya, karena hutan merupakan sumber penghidupan kami. Saat ini kami sedang berupaya menyelamatkan hutan yang tersisa apapun resikonya, di sisi lain kami berkomitmen untuk memperbaiki kawasan hutan yang telah dirusak oleh orang lain.”