Hari ini adalah hari yang terkadang saya khawatir tak pernah akan datang, tapi saya baru saja keluar dari sebuah konferensi press yang penuh sesak di Jakarta untuk peluncuran ‘Kebijakan Konservasi Hutan’ baru dari Asia Pulp & Paper yang bertujuan untuk menghentikan keterlibatannya dalam deforestasi.

Saya secara pribadi telah berinvestasi bersama dengan banyak kawan, menghabiskan  jam-jam yang sepertinya tak berujung untuk kampanye kami dalam upaya meyakinkan APP untuk mengambil langkah mereka. Setelah banyak kerja keras,  keringat, darah,  dan air mata yang tertumpah, hari ini perusahaan tersebut melakukannya – mengumumkan  secepatnya moratorium penebangan hutan lebih lanjut dan berbagai langkah untuk menghentikan perannya dalam deforestasi.

 

Kami tak bisa mencapai titik ini tanpa dukungan Anda sekalian di seluruh dunia, yang telah membantu meyakinkan puluhan merek terkenal untuk menangguhkan kontrak dengan APP.

Keputusan yang dibuat perusahaan-perusahaan ini menambahkan lebih banyak tekanan bagi APP.   Inilah pesan yang dikirimkan kepada APP bahwa hanya menghabiskan lebih banyak untuk upaya PR tidak akan mengubah reputasinya atau membawa kembali pelanggan yang hilang.

LSM lain yang bekerja pada kedua isu, lingkungan dan sosial juga memainkan peran penting dalam mewujudkan perubahan penting ini, melalui kampanye-kampanye mereka baik di Indonesia dan di luar negeri.

Menyusul pertemuan-pertemuan anyar kami dengan APP, sesungguhnya menyaksikan komitmen baru perusahaan ini yang telah diumumkan secara terbuka membuat saya dapat bernafas lega hari ini. Tapi ini barulah awal dari perubahan bagi sebuah perusahaan yang sangat terlalu lama bergantung pada deforestasi.

Kami akan terus mengawasi dengan hati-hati untuk memastikan APP menepati komitmennya di tempat yang benar-benar penting, di lokasi, hutan hujan. Saran kami kepada mantan pelanggan APP mencerminkan bahwa :  komitmen kebijakan tak akan cukup – hanya melalui tindakan merekalah APP dapat mulai memenangkan kembali bisnis yang telah hilang dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam beberapa hari terakhir ada dua pertanyaan yang telah mendominasi sebagian besar diskusi saya seputar komitmen ini – mengapa sekarang dan apa yang berbeda kali ini?

Mengapa sekarang? Sudah jelas bahwa tekanan komersial dan dampak reputasi kehilangan pelanggan besar di seluruh dunia sangat penting. Komitmen yang diperkenalkan oleh anak perusahaan APP Golden Agri Resources (GAR) hampir menjadi faktor penentu juga. Saat GAR mulai mengimplementasikan komitmen nol deforestasi yang kuat, perusahaan ini mulai memenangkan kembali pelanggannya dan memperbaikan kerusakan reputasinya.

Tapi ada faktor lainnya yang harus kita ingat dan itu salah satunya yang berarti bahwa kita harus menjaga keputusan hari ini dalam perspektif.

Kenyataannya adalah bahwa APP telah membabat sebagian besar hutan dalam rantai pasokannya untuk membuka jalan bagi perkebunan. Kita telah kehilangan banyak hutan karena ekspansi tersebut, puluhan ribu hektar dalam beberapa tahun terakhir.

Jadi ketika saya berharap banyak hal berubah di APP dan merasa senang bahwa semua ini berarti bagi masa depan hutan hujan di Indonesia, kita tidak bisa melupakan bahwa sebenarnya perubahan-perubahan ini bisa terjadi bertahun-tahun lalu.

 Jadi apa yang berbeda kali ini?

Pimpinan perusahaan berbicara dalam kesempatan hari ini dan mengesahkan kebijakan baru perusahaan yang merupakan perbedaan penting dari komitmen sebelumnya. Perusahaan ini juga bekerja sama dengan beberapa organisasi eksternal, termasuk The Forest Trust (http://www.tft-forests.org/) dan Asia Pacific Consulting (http://www.apcs-pmw.com/).   Dan yang secara mendesak, komitmen ini juga termasuk komitmen langsung untuk menghentikan penebangan hutan di seluruh rantai pasokan.

Namun semuanya kembali lagi pada apakah APP dapat menunjukan bahwa mereka bisa mengubah kebijakan menjadi langkah-langkah nyata. Perusahaan ini mengerti bahwa banyak hal yang harus dilakukan untuk menunjukan semuanya sekarang sudah berbeda.

Tak seorangpun berilusi bahwa sudah cukup hanya dengan berkomitmen. APP perlu waktu dan ruang untuk menunjukan bahwa kebijakan baru mereka akan segera diimplementasikan.

Kami sangat berharap APP akan menggunakan kesempatan ini untuk bekerja sama dengan pemangku kepentingan lainnya dalam upaya mencari jalan keluar untuk perlindungan hutan jangka panjang serta dapat membantu penyelesaian konflik sosial.

Untuk saat ini Greenpeace telah, mengambil keputusan menangguhkan kampanyenya terhadap APP. Kami akan meninjau kemajuan dari perusahaan dan mengevaluasi keputusan ini secara berkala.

Jika APP mencapai tujuan nol deforestasi, hal itu adalah sebuah momentum penting bagi kampanye kami untuk menyelamatkan hutan Indonesia. Hal ini mengirimkan sebuah tantangan penting bagi pemain lain di industri pulp seperti APRIL, yang telah kami tulis hari ini.

Saya secara berhati-hati tetap optimis terhadap pengumuman hari ini dan perubahan-perubahaan pada APP – semuanya sangat penting jika kita ingin berhasil dalam menghentikan deforestasi di Indonesia dan di luar.

 

Bustar Maitar, Ketua Kampanye Hutan untuk Greenpeace Indonesia