kami cinta bangka - sulut

Kedamaian hidup masyarakat di Pulau Bangka, Sulawesi Utara saat ini sangat terusik. Warga di empat desa di pulau tersebut, yaitu Kahuku, Ehe, Libas dan Lihunu, semakin cemas dan was-was.

Tidak ada lagi hari berkebun yang nyaman. Pergi melaut pun resah. Setiap saat, kebun bahkan rumah tempat mereka tinggal dapat tergusur oleh sebuah perusahaan yang mendapatkan konsesi tambang di pulau tersebut.

Hampir dari 2/3 dari pulau kecil yang luasnya tidak lebih dari 5000 ha ini diberikan ijin oleh Bupati Minahasa Utara untuk menjadi lahan tambang bijih besi PT. Mikgro Metal Perdana (MMP), perusahaan lokal dari Aempire Resources Group yang berbasis di Hong Kong, Cina. Padahal sejak dua tahun lalu warga telah menolak rencana tambang ini.

Jika rencana operasi tambang ini tidak dihentikan, maka 2 dari 4 desa yang ada di Pulau Bangka, yaitu Kahuku dan Ehe, terpaksa harus direlokasi. Berdasarkan dokumen rencana proyek, penempatan  pemukiman baru untuk kedua desa tersebut juga akan menghancurkan hutan bakau (mangrove) yang ada di tempat baru.  Tidak hanya tragedi kemanusiaan yang sedang terjadi, namun tragedi kerusakan lingkungan hidup juga segera menyusul.

tolak tambang besi

Namun mayoritas warga Pulau Bangka desa belum menyerah. Mereka bertahan dan berjuang. Mereka tegak berdiri, di pulau kecil ini tambang bukanlah pilihan. Bahkan mayoritas warga desa di pulau-pulau di sekitar juga menyatakan dukungan dan menuntut rencana tambang MMP ini harus dibatalkan.

Mengitari pesisir-pantai dan menapaki bukit-bukit kecil di Pulau Bangka Sulut bersama warga-setempat dan sejumlah aktivis Save Bangka Island di akhir September 2013 lalu, membuat saya semakin sadar bahwa tetap ada asa di Bangka dan bagi pulau-pulau kecil lainnya di seluruh nusantara, sepanjang kita bisa bijak bersatu, berani bersuara dan bergerak bersama mengingatkan pemerintah. 

warga bangka - sulut

nelayan pulau bangka - sulut

Pemerintah harus cermat dan cerdas, bahwa tanah air ini bukan untuk dieksploitasi tanpa mengindahkan lingkungan dan masyaralat lokal.  Sumberdaya alam, khususnya yang berada pulau-pulau kecil yang rapuh harus dikelola secara bijaksana dan berkelanjutan untuk kedaulatan dan kesejahteraan bangsa dan rakyat Indonesia.

Jangan biarkan warga Pulau Bangka sendirian dan terasing melawan lupa.

Mari dukung petisi penyelamatan Pulau Bangka - Sulut disini: http://chn.ge/15XXdM2