Bagian II : Cerita Peterri dari Kanal di Teluk Meranti

Pagi ini kami meninggalkam kamp dengan dua kapal tradisional yang di sebut  pong-pong - menuju kanal yang akan kami bendung. Di sebelah kanal itu kami membangun sebuah pondok kecil untuk tempat kami berteduh saat matahari sangat terik dan di saat hujan. Tempat ini juga menjadi tempat kami mengisi botol-botol air minum dan makan siang. Setiap hari 4 liter air saya habiskan untuk menggantikan energi yang telah saya keluarkan. Sangat sulit menjelaskan bagaimana pekerjaan yang sangat menuntut kekuatan fisik ini di hari yang sangat panas terik dan lembab. Ini harus segera di kerjakan dan pasti bisa!

Kami telah menempatkan 6 dari 8 kayu horizontal yang harus di letakkan di bendungan dan meletakkan satu dari 2 kayu vertikal di antaranya. Kami akan memakunya hingga tertancap di dasar kanal dengan palu yang kami buat sendiri dari kayu. Saat ini kontruksi dasar telah selesai di kerjakan dan akan di teruskan dengan cepat. Kami harus memastikan pasokan bahan di perhitungkan dengan tepat. Ini akan menjadi masalah sulit karena tidak ada jalan lain, semua harus menggunakan transportasi pong-pong. Waktu air pasang dan surut berubah-ubah setiap hari dan saat air surut kami bahan-bahan tidak dapat sampai langsung ke kanal. Dan kami harus mengangkutnya bersama-sama sejauh hampir satu kilometer.

Pada hari ketiga membendung kanal. Seperti biasa kami bangun pagi hari dan berangkat bersama tiga pong-pong membawa 30 sukarelawan dan masyarakat yang bekerja luar biasa sangat keras. Kami meneruskan pekerjaan yang kemarin kami lakukan. Memalu dua kayu vertikal hingga ke dasar dan meletakkan dua balok horizontal sepanjang 10 meter.

Selain menurunkan beberapa tiang di kanal, kamipun terus memasok bahan-bahan yang di perlukan. Karena air di sungai kampar surut selama lima hari terakhir sehingga kami tidak bisa langsung mengirimkan ke kanal. Sekitar 80 kayu sepanjang 10 meter harus kami tinggalkan 1km sebelum sampai ke kanal. Sebagian dari kami menghabiskan waktunya sepanjang hari mendorong kayu-kayu besar tersebut sampai ke kanal. Beberapa hari lagi kami akan mengangkut 1000 kantong pasir semoga kali ini dapat langsung sampai di kanal.

Salam dari Kanal Teluk Meranti, Greenpeace Climate  Defender Camp

Peterri