Hampir 400.000 orang telah bergabung dengan kami untuk mendesak produk-produk yang digunakan konsumen seperti kamu setiap hari, agar bersahabat dengan hutan dan harimau. Kami meyakini produk-produk yang kita gunakan setiap hari tak harus terkait dengan pengrusakan habitat harimau dan satwa lainnya. Itulah mengapa kami mendesak merek-merek seperti Head & Shoulders untuk berkomitmen memastikan rantai pasokan minyak sawit mereka tidak berasal dari perusakan hutan alam dan lahan gambut.

Di hari Hari Satwa Liar Sedunia (World Wildlife Day) ini, mari kembali mengingatkan perusahaan-perusahaan ini bahwa kehilangan tak akan terelakkan jika mereka tidak mulai mengambil komitmen untuk membersihkan rantai pasokannya dari pengrusakan hutan.

  1. Jumlah Harimau Sumatera yang tersisa di alam liar hanya tinggal 400 ekor. Minyak sawit kotor yang berasal dari pengrusakan hutan menghancurkan rumah mereka, dan kami terus bertanya-tanya, berapa lama lagi waktu yang tersisa bagi harimau-harimau ini jika tidak ada perubahan yang segera dilakukan… 
  2. Gajah di Kalimantan. Jumlah mereka hanya tersisa 1.500 ekor.  Mereka terus kehilangan rumahnya akibat deforestasi. 
  3. Orangutan Sumatera terancam punah. Menurut kamu apakah mereka dapat bertahan bila ekspansi perkebunan sawit terus mengancam hutan alam seperti saat ini? 
  4. Fakta luar biasa: Indonesia memiliki hampir 15% dari semua spesies tanaman, mamalia dan burung yang ada di seluruh dunia. 

Fakta yang luar biasa menyedihkan: Hutan Indonesia pelan-pelan menghilang, jumlah yang hilang hampir setara dengan luas kolam renang ukuran Olimpiade per menit.

Beraksi untuk menyelamatkan rumah mereka!

Minggu lalu tersingkap produsen Head & Shoulders, Procter & Gamble, membeli minyak sawit dari perusahaan-perusahaan yang menghancurkan hutan hujan Indonesia. Sejak kami menyingkapkan hasil investigasi selama satu tahun penuh, P&G bersikap seolah-seolah tak ada sesuatu yang salah, malah mengklaim perusahaan mereka telah berkomitmen untuk “minyak sawit yang berkelanjutan”.

 

Video ini diambil kurang dari seminggu lalu.  Sepertinya tidak terlihat ‘bertanggung jawab’ maupun ‘berkelanjutan’.

Kekuatan Suara Kamu

Sementara P&G seperti membenamkan kepala ke dalam pasir alias tidak peduli, perusahaan-perusahaan lain seperti Nestle, Unilever, Ferrero dan L’Oreal telah mengambil langkah komitmen Nol Deforestasi. Akhir minggu lalu, salah satu produsen minyak sawit terbesar di Indonesia bernama Golden Agri Resources berkomitmen untuk menguatkan kebijakan konservasi hutan. Kamu ikut mendorong mereka untuk mengambil komitmen ini di tahun 2011. Sekarang kebijakan ini diaplikasikan di seluruh pemasok pihak ketiga yang bekerja sama dengan mereka. Satu lagi tanda transformasi industri minyak sawit di Indonesia. Inilah faktanya: hutan tak harus dihancurkan untuk produksi minyak sawit.

Katakan pada P&G, produsen Head & Shoulders untuk membersihkan aksi mereka: berkomitmen untuk perlindungan hutan sekarang.