Sudah dua puluh dua tahun Rainbow Warrior menjadi pekerja keras terpercaya, simbol dari inspirasi, pembawa harapan dan rumah bagi ratusan kru-nya dari seluruh dunia bersama Greenpeace. Tapi sekarang saatnya Rainbow Warrior untuk melanjutkan tantangan perjalanannya.

Di tahun 1989, Kapal nelayan bernama the Grampian Fame yang di bangun pada 1957 menjadi Kapal milik Greenpeace yang bernama Rainbow Warrior. Setelah 22 tahun Rainbow Warrior akan memulai kehidupan barunya. Kami rasa belum saatnya memberitakan kehidupan baru apa yang akan di jalankannya, ia akan memiliki nama baru dan pekerjaan baru.

Rainbow warrior juga memiliki banyak cerita penyelamatan lingkungan di Indonesia. Februari 1994, Rainbow Warrior untuk pertama kalinya mendapatkan izin masuk ke Indonesia. Bersama WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia), Greenpeace berkampanye "Asia Bukan Tempat Pembuangan Sampah Anda" Pada tahun itu banyak negara berkembang melakukan ekspor sampah beracun ke negara-negara Asia salah satunya ke Indonesia. Greenpeace dan WALHI mendesak negara industri penghasil sampah menghentikan ekspornya yang sangat merugikan orang lain di Konvensi Basel II di Jenewa.

Baca berita : http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1994/02/19/LIN/mbm.19940219.LIN391.id.html

Dalam perjalanan menyelamatkan hutan Indonesia, Rainbow Warrior di tahun 2004 berlayar di Indonesia dan menemukan praktik-praktik illegal logging di Kalimantan. Bersama WALHI, Telapak dan Greenpeace mencoba memblokade jalur  illegal  logging dan mendesak pemerintah menegakkan hukum untuk meyelamatkan hutan Indonesia.

Tidak hanya berkampanye tentang penyelamatan lingkungan. Ketika Tsunami menghantam Nangroe Aceh Darussalam pada Desember 2004, Rainbow Warrior yang tengah berlayar di Asia memutar haluan menuju Aceh untuk menjadi bagian dari penyelamatan kemanusian.  Greenpeace dengan menyediakan kapal utamanya, Rainbow Warrior, membantu Médecins Sans Frontières dan LSM lainnya untuk mendistribusikan bantuan darurat.

Di tahun 2006 Kapal Greenpeace, Rainbow Warrior, berlayar ke Propinsi Papua untuk pertama kalinya sebagai bagian dari kampanye globalnya untuk membela hutan alam terakhiryang masih tersisa.

Pada tahun 2007 Rainbow Warrior kembali datang ke Indonesia, menyerukan kepada pemerintah Indonesia menghentikan pembukaan besar-besaran hutan Indonesia menjadi perkebunan kelapa sawit yang menghancurkan hutan dan mendorong kepunahan keanekaragaman hayati Indonesia. dalam Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim  (UNFCCC) di Bali pada Desember 2007 Greenpeace mendorong penggunaan energi bersih untuk Indonesia.   

 

Sekarang kami meminta pada semua orang yang mempunyai cerita atau kenangan bersama Rainbow Warrior menuliskannya di blog ini. Seperti ketika Anda pertama kali melihat Rainbow Warrior, ikut berkampanye bersama Greenpeace saat Rainbow Warrior ke Indonesia. Kenangan itu sangat berharga untuk Rainbow Warrior, untuk kami dan penyelamatan lingkungan di masa depan

Di bulan Oktober nanti The New Rainbow Warrior akan menggantikan tempatnya. Ini adalah pertama kalinya Greenpeace membuat sebuah kapal sendiri dengan dukungan seluruh masyarakat dunia.

Tentu kita tidak akan melupakan segala jasa yang telah ia torehkan di bumi ini. Berikan ceritamu di komentar blog ini  saat melihatnya di TV, membacanya di koran, datang mengunjunginya, atau ikut berlayar bersamanya. Ia akan memulai kehidupan barunya untuk bumi ini dengan membawa banyak kenangan untuk kita.