©Greenpeace/Hanifah Azzahra
©Greenpeace/Hanifah Azzahra

Chang Cin Lok bukanlah bahasa China. Chang dalam bahasa Thailand berarti gajah dan Cin Lok dalam bahasa gaul Indonesia merupakan kependekan dari ’cinta lokasi’ yang maknanya terdapat dalam istilah Jawa berbunyi ’witing tresno jalaran saka kulino’artinya cinta yang timbul karena sering bertemu. Jadi, Chang Cin Lok  terjadi pada Chang(e) Caravan adalah bagian dari cerita di perjalanan selama 15 hari.

Diantara 5 gajah yang terpilih diantara ratusan gajah yang dikonservasi oleh TERF (Thai Elephant Research and Conservation Fund), terdapat dua gajah yang saling jatuh cinta lantaran kebersamaannya selama perjalanan ini, mereka adalah Dok Kaew (betina, 38 tahun) dan Kajapatara (jantan, 13 tahun). Rupanya demam percintaan Rafi Ahmad-Yuni Shara juga telah menulari dua gajah Thailand ini... hmm...

Direktur TERF, Dr. Alangkot  Chukaew, yang juga menjadi bagian dari tim Chang[e] Caravan, menceritakan bahwa kedua gajah itu telah menujukkan ketertarikan antara satu dengan yang lain sejak mereka pertama kali bertemu di Chang[e] Caravan ini. Mereka menunjukkan gejala-gejala cinta dengan menyemprotkan air satu dengan yang lain, sang betina membuat suara-suara spesial yang menunjukkan ketertarikannya pada sang jantan, dan sang jantan mencoba memberi makan sang betina.

Namun, Dr. Alongkot menambahkan bahwa meskipun mereka telah mencintai satu sama lain, rupanya kedua gajah tersebut belum juga kawin. Penyebabnya karena baik Dok-Kaew maupun Kajapatara belum memiliki pengalaman dalam percintaan,

Hem...kita tunggu saja kabar dari TERF untuk kedatangan sang bayi gajah!

copy-of-dsc01757compile

Hani dan Lalit