Catatan Adhonian Canarisla (Volunteer Greenpeace) dari Korea.

adhon ditangkap kepolisian korea

Untuk memperjuangkan masa depan bumi yang lebih baik, itulah yang menggerakan saya hampir sepuluh tahun lalu bergabung bersama Greenpeace berbekal pengalaman sebagai anggota sebuah organisasi pencinta alam dan kemampuan memanjat. Di tengah aktifitas sehari-hari bekerja  freelance di Jakarta. saya menjalani hari-hari sebagai volunteer Greenpeace mulai dari menjadi tour guide kapal Rainbow Warrior tahun 2004 hingga menjadi kru volunteer di atas kapal, dari memanjat sampai mengendarai motor trail menyisir pulau Sumatra dan Kalimantan.

Setiap kali menjalani aksi melindungi bumi, bekal saya adalah sebuah motivasi bahwa apapun akan saya lakukan dengan totalitas demi masa depan bumi yang lebih baik. Karena itulah bahkan rasa takutpun tak dapat menghentika saya, meski harus berhadapan dengan desingan peluruh, petugas keamanan perusahaan perusak lingkungan atau preman bayaran.  Di Greenpeace, kami percaya bahwa menyampaikan  pendapat dapat dilakukan melalui aksi damai tanpa perlu ada kekerasan.

 Sekarang, saya menulis dari Korea. Sudah hampir dua bulan saya berada di negeri Ginseng ini. Bersama dengan empat volunteer lain dari Korea, Amerika Serikat dan Taiwan kami menyampaikan pesan kepada pemerintah Korea. Pesan ini berisikan peringatan kepada Pemerintah Korea tentang pembangunan PLTN Kori  yang letaknya hanya 30 km dari Kota Busan. Pembangunan tanpa disertai rencana darurat membawa ancaman bagi kota kedua terbesar di Korea tersebut. Setelah apa yang terjadi di Fukushima, rasanya kita tak ingin melihat hal yang sama terulang di Busan.

aktivist di jembatan busan

Pesan ini kami bawa dalam sebuah spanduk. Dan tepat pada tanggal 9 Juli 2013 kami memanjat jembatan Gwangan di Kota Busan untuk membentangkannya sambil menunggu  Pemerintah Korea menanggapi pesan kami untuk segera bertindak dengan rencana darurat demi keselamatan banyak orang, penduduk maupun wisatawan. Setelah tiga hari bergelantungan di atas jembatan, akhirnya Pemerintah mengundang Greenpeace dan para aktifis untuk berdialog. Tapi diluar dugaan, saat akhirnya kami memutuskan untuk turun mereka membawa kami ke kantor polisi untuk melewati dua hari interogasi yang berlanjut pada interogasi lanjutan di Kejaksaan Negeri Busan serta proses persidangan tiga minggu kemudian disusul putusan pengadilan tanggal 22 Agustus nanti.

no nuke, non violent direct action  

Aksi yang kami lakukan mendapat sambutan media dan penduduk Korea. Di tengah banyaknya pertanyaan tentang aksi kami, banyak yang akhirnya menerima dan mengerti pentingnya beralih ke energi bersih yang lebih aman sebagai sebuah solusi. Dan satu yang berkesan bagi saya adalah apresiasi yang diberikan oleh mereka yang melihat sisi lain dari aksi kami. Mereka yang memberi apresiasi pada keyakinan kami akan sebuah perubahan, sebuah bumi yang hijau dan bebas dari radiasi.  Bumi dan masa depan yang hijau adalah keyakinan kami, dan melindunginya adalah panggilan kami. Itulah yang saya harapkan, dengan aksi yang kami lakukan banyak orang bisa terinspirasi.

Kebanggaan saya adalah bisa menjalani apa yang saya yakini. Bahkan ketika harus berhadapan dengan pertanyaan banyak orang dan resiko yang tidak mudah. Demi sebuah perubahan, saya akan melakukannya.