Lenggak-Lenggok Merek Fashion di ‘Detox Catwalk’ Menuju Sungai-Sungai dan Masa Depan Bebas Toksik

detox catwalk

Selama lebih dari 24 bulan terakhir ini ratusan ribu aktivis, fashionistas, blogger dan konsumen bersatu untuk menyerukan fashion tanpa polusi. Mulai dari aksi-aksi kreatif di lapangan hingga gelombang di media sosial, suara publik telah berhasil mendesakkan komitmen Detox dari 18 perusahaan tekstil terbesar di dunia.

Sekarang saatnya untuk melihat siapa yang menjalankan komitmennya, menciptakan trend Detox di industri, dan siapa yang menghambat kita dengan hanya komitmen di atas kertas dan janji-janji manis belaka dan siapa yang tertinggal dari barisan, tidak berniat untuk menghentikan kecanduannya akan bahan kimia berbahaya dan berkomitmen untuk Detox.

Para Pelopor Trend, Greenwasher dan Pecandu Toksik

Hari ini, Greenpeace Internasional merilis Detox Catwalk, sebuah platform online interaktif yang memetakan kemajuan yang dibuat oleh 24 perusahaan menuju tujuan Detox.

Catwalk tersebut mengungkapkan bagaimana pakaian olahraga raksasa Nike, Adidas, dan Li Ning – beberapa dari perusahaan pertama yang berkomitmen terhadap masa depan yang bebas toksik dua tahun lalu – sejauh ini telah gagal untuk menjalankan komitmennya. Sementara yang lain sibuk menjalankan revolusi transparansi pada rantai pasokannya, tiga perusahaan ini terus saja bersembunyi dibalik kelambanan kolektif dan kelompok-kelompok kerja industri – berkomitmen hanya untuk berbuat minimal untuk memenuhi janji publiknya.  

Sangatlah ironis, perusahaan yang mengatakan kepada kita bahwa “impossible is nothing” dan untuk “all in” adalah mereka yang menghambat industri menuju masa depan yang bebas bahan kimia berbahaya. Sebagai seorang yang peduli dengan cerita di balik pakaian yang saya pakai, saya sangatlah kecewa.

  

Detox Catwalk juga mengungkap bagaimana perusahaan-perusahaan seperti Gap Inc,  yang meskipun kaitannya dengan skandal-skandal bahan kimia berbahaya beracun telah terungkap oleh investigasi Greenpeace Internasional, termasuk skandal pembuangan limbah industri yang mengandung sejumlah bahan kimia berbahaya dan bersifat sangat basa, langsung ke Sungai Citarum, Jawa Barat – belum juga membuat komitmen Detox yang kredibel.

Saya dan kita semua tentunya berharap pada merek-merek tersebut, yang dikenal karena kualitas produknya, slogan-slogan cantik, dan janji-janji ‘cinta lingkungannya’. Lagipula, dengan kekuatan suara dari pelanggan mereka yang bersatu lah - yang meminta mereka untuk berkomitmen men-Detox produk dan proses produksi mereka – yang membuat mereka berkomitmen terhadap Detox.

Mereka mempunyai tanggung jawab terhadap kita semua – sebagai pelanggan dan penggemar – dan terhadap masyarakat yang tinggal di dekat pabrik yang mereka gunakan, yang bergantung pada sungai-sungai untuk sumber air nya.

Namun kita beruntung, para greenwasher ini hanyalah minoritas.  

detox leader brand

Para Greenwasher seperti Nike dan Adidas seharusnya mencontoh para pelopor trend Detox seperti Mango, H&M, UNIQLO dan 11 merek pakaian yang lainnya, yang bertindak untuk menjawab urgensi dari krisis air global. Para pemimpin ini telah mulai bekerja untuk memimpin revolusi transparansi pada rantai pasokan mereka dan untuk mengeliminasi bahan-bahan kimia paling berbahaya dari produk dan proses produksi mereka

Beraksilah Sekarang!

Siapapun kita, baik itu fashionista yang mengikuti trend Catwalk terkini, penggemar olahraga yang peduli tentang fungsi dari pakaian olahraganya atau sebagai masyarakat yang peduli, bergabunglah dengan gerakan yang terus bertumbuh yang meminta cerita yang bisa kita banggakan dari pakaian yang kita kenakan.

Cari tahu di Detox Catwalk apakah merek favorit kita menjalankan komitmennya atau hanya menjadi penghambat. Biarkan merek favorit kita tahu secara langsung bahwa kita – penggemar fashion dan masyarakat yang peduli – mengawasi mereka dan kita tidak akan berhenti sampai mereka menepati janjinya dengan aksi nyata untuk menciptakan masa depan yang bebas bahan kimia berbahaya.