Ini seperti cerita dalam novel, serangan terhadap organisasi kami terus berlanjut. Kali ini direktur eksekutif Greenpeace Inggris John Sauven ditolak masuk ke Indonesia. Setibanya ia di bandara internasional Sukarno-Hatta, John Sauven dihentikan oleh pejabat imigrasi, padahal John sudah mengantongi Visa Bisnis yang dikeluarkan Kedutaan Besar Republik Indonesia di London beberapa minggu lalu sebelum ia berangkat dan visa tersebut didapatkan tanpa masalah. Lalu sebenarnya apa yang sedang terjadi?

John rencananya akan datang ke Indonesia untuk membahas rencana dengan tim kampanye di Jakarta, untuk melakukan kunjungan lapangan ke Sumatera dan mengambil bagian dalam berbagai diskusi dengan pejabat pemerintah dan beberapa perusahaan Indonesia terkait dengan parktik bisnis yang berkelanjutan. Ini bukan pertama kalinya ia ke Indonesia. Ia beberapa kali pernah datang ke Indonesia dan bahkan melangsungkan upacara pernikahannya di Indonesia.

Beberapa hari setelah John Sauven mendapat visa Indonesia dari Kedubes RI di London berbagai cerita muncul di media massa di Indonesia,  mengatakan bahwa ia tidak boleh masuk ke Indonesia untuk menghadiri satu konferensi hutan. Ini berita yang sangat aneh,  karena saat itu John tidak melakukan perjalanan ke Indonesia  dan tidak ada rencana untuk menghadiri konferensi kehutanan itu. Sangat jelas di balik semua keanehan cerita ini, ada beberapa kekuatan berpengaruh yang tidak menyukai kami bekerja melindungi bumi.

Sampai saat ini kami tidak menerima penjelasan resmi mengapa penolakan terhadap John Sauven ini bisa terjadi. Tapi ini adalah salah satu dari berbagai tantangan yang haris dihadapi tim Greenpeace di Indonesia dan pada saat ini tekanan kampanye penyelamatan hutan kami sangat tinggi untuk menghentikan kegiatan penghancuran hutan yang dilakukan oleh perusahan kertas terkemuka.

Beberapa bulan terakhir ini banyak sekali upaya pihak-pihak tertentu utk menghentikan kampanye kami dalam menghentikan penghancuran hutan Indonesia. Dari mulai status hukum kantor kami dan sumber pendanaan hingga adanya demonstran kecil di depan kantor kami. Semua yang terjadi belakangan ini adalah tantangan yang sangat tinggi untuk para aktivis, relawan dan supporter kami di seluruh Indonesia.

Saat ini ada berbagai kepentingan yang tidak mau mengubah praktik-praktik merusak mereka. Mereka menikmati keistimewaan melakukan bisnis yang merusak tanpa ada sanksi dari pihak yang berwenang.

Namun menghentikan satu orang Greenpeace masuk ke Indonesia tidak akan bisa menghentikan kampanye kami. Dan tekanan semacam ini tidak akan menghentikan kami membeberkan perilaku-perilaku merusak yang dilakukan para pebisnis yang serakah, yang hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek dan  tidak peduli pada keselamatan manusia dan kelestarian alam dimana manusia bergantung padanya.