Bersatu dengan alam untuk merayakan satu hari yang dinobatkan menjadi hari bumi. Hanya ada satu hari untuk menyayangi bumi? Untuk saya planet dimana saya lahir, tumbuh dan bernafas ini harus setiap tarikan nafas harus disayangi. Bersama youth grup di Greenpeace Indonesia kami membuat acara selama bulan April yaitu Earth Festival 2012, dimana setiap Jumat sore kami memutar film-film yang mengingatkan apa saja yang sudah Bumi berikan kepada kita. Dan satu acara yang sangat saya tunggu-tunggu yaitu Earthcamp.

Dalam Earthcamp ini diterapkan konsep Eco-camp ala Rainbow Gathering. Peserta yang mengikuti perkemahan tidak diperbolehkan membawa barang-barang yang dapat merusak lingkungan seperti plastik. Mereka juga wajib untuk menjaga kelestarian lingkungan. Selama beberapa hari kami menjadi satu bersama alam bersama Greenpeace. Acara ini tidak hanya melibatkan volunteer/activist yang pernah berkecimpung di kegiatan kami sebelumnya tapi juga beberapa komunitas anak muda yang peduli lingkungan. Di antaranya, komunitas Jumper Parkour dan Green Community Universitas Indonesia. Dan peserta pun berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Bali, Yogya, Semarang dan Magelang.

Oray Tapa --suatu bukit perkemahan yang berada di ketinggian 700 mdpl di kota kembang Bandung, menjadi pilihan lokasi Earthcamp pertama kami. Lebih dari 130 peserta berangkat dari kantor Greenpeace di Kemang Jumat malam dan beberapa peserta datang dari daerah sekitar Bandung. Oray Tapa adalah daerah yang sedikit jauh dari kebisingan perkotaan, dan berudara sejuk hutan pinus. Kerlap-kerlip lampu kota bandung terlihat disini.  Perjalanan menuju tempat ini sangat melelahkan tapi mataku terbelalak dan lelah hilang ketika sampai di tempat perkemahan dan bertemu teman-teman yang menjadi tim pendahulu.

Selamat Pagi Oray Tapa! Di hari sabtu, 21 April 2012.
Saya terbangun pukul tujuh pagi oleh kicauan burung dan riuh canda kawan-kawan di luar. Ketika saya bergerak keluar tenda, tersaji pepohonan pinus nan hijau serta perkebunan sayur yang berundak-undak dan roti cane bertabur cokelat, susu dan keju telah siap untuk sarapan kami disajikan oleh panitia. Selama dua hari ke depan, kami takkan menyantap daging dan produk hewani selain ikan dan telur, ini adalah salah satu cara belajar kami untuk mengurangi produksi gas rumah kaca yang dihasilkan kotoran ternak. Untuk konsumsi kami membeli hasil sayur-mayur petani setempat.Yeay…fresh food! 

Sesi materi tentang kampanye Greenpeace menjadi materi pertama hari ini. Para juru kampanye mulai bercerita tentang kampanye yang telah dan sedang dilakukan. Dua kampanye yang sedang berjalan yaitu kampanye penghentian kerusakan hutan Indonesia oleh Bustar Maitar (Juru Kampanye Hutan) dan tidak ketinggalan kampanye air bebas limbah yang dilakukan Greenpeace di Sungai Citarum, Jawa Barat oleh Ahmad Ashov (Juru Kampanye Air).


Tapi tidak hanya kampanye yang punya waktu berbagi. Kelas-kelas seru pun dimulai dari komunitas parkour dengan kekuatan dan energi mereka melakukan aksi menarik, belajar menjadi seorang citizen journalis, belajar merekam indahnya alam di kelas fotografi dan satu kelas yang sangat membutuhkan kesabaran yaitu membatik dengan bahan-bahan alam.

Sudah hampir dua tahun saya menjadi volunteer Greenpeace, Earthcamp ini saya merasakan bagaimana seluruh elemen yang di setiap kegiatan berjibaku untuk berkampanye, disini sangat menyatu dan menghabiskan kecerian bersama. Ketika malam hari kami menggunakan penerangan dengan sumber energi yang ramah lingkungan.

Akhirnya puncak perayaan menuju hari bumi kami peringati dengan menyalakan lilin dan terhening membisikkan dalam hati kami masing-masing tentang sebuah harapan dan cinta kita kepada planet yang setiap saat kita injak. Saya pasti akan merindukan Oray Tapa, beserta kenangan dan kehangatan yang saya rasakan disini. Beberapa hari ini menjadi satu tahap untuk terus merawat bumi dan terus melakukan kegiatan kita tanpa menyakiti bumi.

Hanya ada satu Oray Tapa di dunia, dan hanya ada satu bumi di seluruh alam semesta. Saya berhutang pada anak cucu saya nanti dengan mewarisi bumi yang saya injak sekarang. Saat ini saya masih menyaksikan penguasa yang dengan angkuh memperkosa hutan dan seluruh isinya, untuk sekedar membangun hotel yang mendatangkan keuntungan. Bahkan, saya sendiri kadang tak sengaja mematahkan terumbu karang ketika menikmati keindahannya. Pepatah bilang, manusia tak ada yang sempurna. Saya bilang, itulah kenapa manusia butuh menyatu dengan alam.

Masih ada waktu untuk menebus dosa-dosa kita terhadap alam ini, mumpung masih ada pohon yang menyediakan oksigen untuk kita. Karena, pada akhirnya, bukan bumi yang butuh manusia. Namun, manusia yang takkan bisa hidup di tempat lain selain planet ini.

Selamat Hari Bumi. Semoga cinta tak hanya diluapkan di Hari Valentine, namun juga disetiap hari untuk bumi untuk kita..

“Earth provides enough to satisfy every man's need, but not every man's greed.” (Mahatma Gandhi)

Melodya Apriliana -- Aktivis