Greenpeace hari ini meluncurkan Forest Defenders Camp Satellite Station (FDCSS) di Lapangan Monas, Jakarta. FDCSS ini akan memamerkan keindahan sekaligus kehancuran hutan asli di Indonesia serta dampaknya terhadap keanekaragaman-hayati dan iklim, melalui foto-foto, pertunjukan seni, talkshow dan film pendek.

FDCSS di buka untuk mendukung dan meyebarkan semangat seluruh rakya Indonesia untuk meyelamatkan hutan Indonesia. Kamp Pembela hutan Greenpeace berlokasi di Kuala Cenaku, Indra giri hulu, Propinsi Riau. ini adalah salah satu upaya Greenpeace untuk meyoroti dan menghentikan penghancuran hutan dan lahan gambut sekaligus untuk mendukung solusi atas deforestasi dalam jangka panjang di Indonesia.

“Kami berkampanye agar deforestasi dicantumkan dalam putaran berikut Protokol Kyoto. Keputusan yang akan diambil oleh pemerintah saat ini amat penting demi mengamankan pembiayaan dan kemampuan yang dibutuhkan oleh Indonesia untuk menjaga hutan tropis serta untuk berkontribusi dalam upaya global guna mengurangi emisi gas rumah kaca,” kata Bustar Maitar, Juru Kampanye Solusi Kehutanan Greenpeace Asia Tenggara.
“Pemerintah Indonesia harus bertindak sebelum konperensi PBB tentang perubahan iklim di Bali bulan depan. Inilah saatnya bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengakui bahwa pengalihan lahan gambut berpengaruh terhadap perubahan iklim, dan mengeluarkan moratorium mutlak atas semua penghancuran hutan lahan gambut,” tambahnya.

FDCSS didukung oleh Pemprov DKI dengan sambutan Gubernur DKI Bpk. Fauzi Bowo yang di bacakan oleh sekretaris Kotamadya Jakarta Pusat. Serta sejumlah artis dan musisi yang akan tampil dalam kegiatan ini. Selama berlangsung tanggal 3-11 November 2007 akan disajikan kegiatan interaktif di mana pengunjung akan dapat berpartisipasi dan mendukung relawan Greenpeace dan penduduk Kuala Cenaku. Masyarakat yang ingin menjadi pembela hutan di FDCSS dapat pula mengirim SMS kepada Presiden dan Menteri Kehutanan, berupa seruan agar pengrusakan lahan gambut dan hutan asli Indonesia segera dihentikan.

“Kita harus melindungi hutan kita dan makhluk hidup yang tinggal di dalamnya karena itu adalah warisan dan kekayaan yang akan diteruskan bagi generasi-generasi berikutnya. Sungguh menyedihkan, karena Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan laju deforestasi yang tertinggi di dunia. Melalui kegiatan FDCSS ini kami ingin mengajak dan menyediakan informasi bagi kaum muda tentang indahnya hutan serta membuat mereka lebih peka terhadap dampak buruk pembabatan hutan,” kata Didit, team leader Pembela Hutan Indonesia (Forest Defenders Indonesia/FDI).