defending our oceans

Pada bulan Agustus lalu, mulai tanggal 19 sampai dengan 23, berlangsung pertemuan penting tingkat global membicarakan urgensi perlindungan keanekaragaman hayati di luar wilayah yurisdiksi nasional (Biodiversity Beyond National Jurisdiction/BBNJ) atau di laut lepas (high seas) di sekretariat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

Greenpeace bersama organisasi non-pemerintah yang tergabung dalam koalisi High Seas Alliance (HSA) menyatakan, tanpa adanya persetujuan baru yang mengikat di bawah Hukum Laut International (United Nations Convention on Law of The Sea/UNCLOS), maka upaya perlindungan keanekargaman hayati di laut lepas ibarat kerangka ‘bongkar-pasang’ (jigsaw puzzle)  yang kehilangan lebih dari setengah kepingan-kepingan pembentuknya. 

Pada pertemuan itu, Greenpeace bersama anggota HSA lainnya menegaskan, sudah saatnya untuk membangun gerakan gelombang perubahan (#waveofchange) untuk melindungi keanekaragaman hayati di laut lepas (#highseas). 

Hasil pertemuan tersebut belumlah menggembirakan. Meski proses negoisasi dipastikan akan terus berlanjut hingga tahun 2014 mendatang yang memungkinkan kesepakatan baru di bawah UNCLOS bisa diwujudkan, namun sebagian besar delegasi dari sejumlah negara terkesan ragu dan memilih berada di jalur lambat untuk membuat keputusan yang bijak dan adil bagi perlindungan hayati di laut lepas.

Namun ada hal yang tetap membuat kami optimis untuk terus berjuang. Dukungan dan atensi publik, dari orang-orang seperti Anda, ternyata telah tumbuh dengan cepat.

Sepanjang periode pertemuan itu, pesan dukungan telah datang lebih dari 750 lokasi dari segala penjuru dunia, mewakili suara ilmuwan, pengusaha dan segenap pendukung dari berbagai lapisan masyarakat. Pesan-pesan dukungan itu menjangkau lebih ke 23,5 juta orang dan hashtag #waveofchange telah dikicaukan secara langsung oleh sekitar 3,200 supporter kepada @Greenpeace.

Sebelum pertemuan itu terjadi, pada akhir Juli 2013, di Indonesia kita juga telah melakukan diskusi awal, bersama pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) di Jakarta. Greenpeace pada pertemuan ini turut menyampaikan Visi Bersama Kelautan Indonesia 2025  dan mendiskusikan secara langsung kepada pihak Kemenlu terkait pentingnya posisi strategis dan kepentingan Indonesia di kancah pertemuan antarbangsa agar persetujuan baru di bawah UNCLOS untuk melindungi keanekaragaman hayati di perairan lepas dapat segera disepakati dan  40% dari perairan internasional tersebut secara bertahap ditetapkan sebagai jejaring cagar alam laut global.

cagar laut global

Sejak sekarang hingga satu tahun mendatang, adalah momen kunci untuk kita lebih lantang bersuara dan membangun fondasi gerakan global bagi perlindungan laut lepas serta memperkuat gerakan bersama untuk memastikan laut Indonesia dapat terpulihkan, sehat dan terlindungi.

Dukung Kampanye Kelautan @GreenpeaceID dan Wujudkan #Oceans2025