14 Maret 2011 Foto Satelit Fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Daiich. © Digital Globe

   

Beberapa hari belakangan ini merupakan hari yang berat bagi semua orang di Jepang, dan masih berlanjut dalam 24 jam terakhir. Ledakan kedua yang terjadi di Fukushima 1 (unit 3) tidak terlalu mengejutkan sebenarnya. Pihak pemerintah telah mengumumkan kemungkinan tersebut. Tapi peristiwa tersebut tetap mengejutkan, dan menunjukkan betapa tidak terkendalinya situasi tersebut. Sepanjang hari, laporan dari Jepang bergantian mucul, kadang memberi harapan, kadang menimbulkan ketakutan, dan kadang berlawanan satu sama lain.

Ini adalah ringkasan pernyataan dari Jan Beranek, Kepala Kampanye Nuklir Greenpeace Internasional:

Selama beberapa hari kami telah melihat krisis Nuklir semakin memburuk, dengan kemungkinan  inti reactor 1, 2, dan 3 di Fukushima 1 telah mengalami pelelehan pada titik tertentu. Krisis nuklir ini adalah bahaya serius yang dapat berubah lebih buruk menjadi bencana nuklir. Apa yang kami dengar baik dari otoritas Nuklir Jepang maupun Nuklir Perancis adalah pernyataan bahwa level kontaminasi menjadi semakin signifikan yang dapat berakibat buruk pada kesehatan manusia.

Kami menghargai setiap upaya heroik dari pekerja PLTN yang terus berjuang untuk menghentikan krisis tersebut dan mempertaruhkan kesehatan mereka karena terpapar radiasi dalam bencana nuklir terburuk ke dua dalam sejarah setelah Chernobyl.

Pagi ini, mengubah halaman utama web kami untuk mengirimkan pesan harapan. Ini memang hanya hal kecil, namun teman kami di Jepang sangat menghargai dukungan ini. Jika kamu ingin membantu, halaman ini dapat member saran bagaimana cara membantu baik untuk orang di dalam dan diluar Jepang.

Di Greenpeace, kami akan terus memantau setiap perkembangan terkini dari krisis nuklir Fukushima, dan akan terus memberikan informasi melalui halaman ini dan akun Twitter kami di akun @gpindo atau di akun twitter Greenpeace Jepang @gpjen

Update : Laporan BBC ,pagi ini terjadi ledakan kembali di Reaktor Nuklir ketiga. Sebagian staff telah dievakuasi dan sisanya masih di lokasi PLTN.