Perjalanan menuju kamp

Setelah semalam di basecamp di Rengat pagi ini aku melakukan perjalanan ke kamp di desa kuala cenaku. Kami berangkat pukul 11.00 (karena sungai surut jadi agak siang) menempuh 45 menit dengan mobil dan tiba di Rumah pak Ali Mursid (Kepala Desa Kuala cenaku) disambung dengan speed boat sekitar.

Disinilah akhirnya aku melihat secara langsung yang biasanya aku hanya melihat di video `n foto-foto kiriman dari camp. Aku berangkat bersama Ibu neneng, ibu siti (Keluarga pak Mursid yang membantu memasak di Camp) dan pak Rudi (membantu membangun camp membawa beberapa pipa untuk saluran air), Yoyon dan Ade (Volunteer boat team). Wow....itulah yang pertama terucap. 15 menit pertama pemandangan adalah hutan dan sungai yang indah. Tapi menurut mereka ini hanya awal (em....em....???)

Betul sekali pemandangan indah hilang beberapa menit kemudian. Pemandangan yang bisa dilihat adalah bekas hutan yang terbakar, kayu-kayu sisa tebangan. Kanal-kanal yang dibuat oleh perusahan untuk membangun kerajaan kelepa sawit mereka. Kata ibu neneng “dulu di daerah ini dulu adem tidak panas, karena banyak hutan yang terbakar sekarang panas sekali”

Tiba di kamp
Akhirnya setelah 45 menit perjalanan tibalah kami di dermaga dekat camp. Coang (asistant logistik Greenpeace Indonesia) menyambut kami. Saat kaki menginjak tanah yang aku rasa aneh ternyata ini tanah gambut agak ambles gitu.... Jarak dermaga ke camp sekitar 200 meter. Jumlah personil di dalam camp 35 orang terdiri dari beberapa negara (Thailand, Australia, German, Philipina, Selandia Baru) dan ada volunteer yang berasal dari Papua `n Makasar.

Topsi ( manager camp/ Regional Action logistic Greenpeace Asia tenggara) mengajak kami berkeliling. Bangunan camp terdiri dari beberapa bagian yang terbesar adalah Balai adat terdiri dari 5 ruangan, dapur, kamar 4 kamarmandi, 2 toilet, 3 ruang Gudang, menara pengamat dan ada satu panggung untuk ruang pertemuan dan berbincang-bincang.

Tugas pertama aku di camp adalah membantu ibu neneng `n ibu siti berkomunikasi dengan Topsi tentang kebutuhan dapur. Karena Dapur ini baru selesai kemarin dan perlengkapan makanan masih berantakan. Jadi dapur ruangan kerja pertama aku di camp. Kami menyiapkan makan siang sekitar pukul 3 sore (sore sekali ya....). Hujan besar setelah makan membuat para volunter senang sekali terutama yang pria dan bule-bule karena mereka bisa mandi dengan puasnya di tengah camp. Banyak banget yang gak mandi 3 hari (hi....)

Karena pipa air sudah terpasang ke tabung air jadi kami mencoba untuk memompa air dari sungai. Besama-sama memasang selang panjang dan akhirnya punya persediaan air!!! Ye.....ye.....tapi tidak bisa di gunakan cepat karena harus di filter untuk bisa digunakan untuk masak, cuci sayur, mandi dll.

Malam di camp bagus banget!!! Kami duduk-duduk di depan balai setelah makan malam (tempat makan di depan balai sambil lesehan). Melihat bintang-bintang yang banyak sekali gak mungkin aku lihat di jakarta.