Hai Pembela Lautan!

Apakabar, setelah menghabiskan seminggu bersama hiu?  Yup, #SharkWeek!

Kamu pasti sepakat bahwa hiu sejatinya adalah teman dan berperan penting di lautan!

Perdebatan seru dan diskusi hangat di sosial media selama sepekan lalu membuat kita yakin bahwa masih ada harapan bagi berbagai jenis hiu untuk selamat dari kepunahan.

Kita tentu patut bangga dengan berbagai langkah yang diambil pemerintah selama 2 tahun terakhir dalam mendukung kelestarian hiu di lautan. Tahun lalu, untuk melindungi Hiu Paus (Rhincodon typus), satu dari 7 jenis hiu yang dikenal sebagai hiu-hiu pelintas samudera, ditetapkan sebagai jenis hiu dengan status perlindungan penuh melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18/2013.

Beberapa hari lalu, dalam suasana #SharkWeek, saya turut menghadiri pembahasan draft Rencana Pengelolaan Tuna Indonesia (RPP Tuna) yang dilaksanakan oleh Direktorat Sumber Daya Ikan (SDI), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pada draft tersebut, disebutkan7 jenis hiu yang masuk dalam daftar hasil tangkapan sampingan (by-catch) yang akan dikelola, yaitu: Hiu selendang (Prionace glauca), Hiu  koboi (Carcharhinus longimanus), Hiu Martil (Sphyrna lewini), Hiu tenggiri (Isurus oxyrinchus), Hiu lanjam (Carcharhinus falciformis), Hiu monyet (Alopias superciliosus) dan Hiu tikus (Alopias pelagicus).

Rumusan kebijakan di atas juga memastikan bahwa kondisi stok dari 7 jenis hiu di atas harus segera dikaji untuk merumuskan tindakan-tindakan pengelolaan dan konservasi yang tepat. Disisi lain, kebijakan tersebut sekaligus masih memberikan ‘celah besar’ yang memungkinkan eksploitasi atas semua jenis hiu termasuk terhadap 7 jenis hiu tersebut jika tindakan-tindakan pengelolaan dan konservasi yang diputuskan pemerintah tersebut tidak dijalankan, atau lemahnya pengawasan dan tiadanya sanksi.

Peluang dan tantangan bagi kita bersama saat ini adalah bagaimana meyakinkan pemerintah bahwa tindakan pengelolaan hiu secara tepat seharusnya tidak dilakukan ‘setengah-setengah’, akan tetapi perlu diterapkan untuk semua jenis hiu. Untuk itu pula kita perlu  mendesak pemerintah agar segera memutakhirkan Rencana Aksi Nasional Pengelolaan Hiu (NPOA-Sharks) dan menetapkannya sebagai sebuah perangkat kebijakan yang berkekuatan hukum dengan turut memastikan bahwa upaya pendataan tangkapan dan pengkajian stok hiu perlu dilakukan secara menyeluruh, mendalam dan terukur.

Terimakasih untuk kamu dan kita semua yang telah memeriahkan #SharkWeek 2014 ini dengan berbagai cara baik melalui diskusi di sosial media, ikutan selfie atau bahkan sempat ikutan kopi darat bareng Itong Hiu dan Umba. Aksi kamu keren banget!

Mari lanjutkan kebersamaan kita bersama hiu dengan terus bersuara bahwa menyelamatkan hiu merupakan tindakan bijak untuk mewujudkan laut yang sehat. Ayo dukung terus Kampanye Laut Greenpeace.