Sebuah terobosan besar untuk perlindungan hutan Indonesia baru saja terjadi: HSBC berkomitmen untuk memutuskan ikatan keterkaitan mereka dengan kerusakan hutan dan lahan gambut. Ini adalah hasil yang luar biasa bagi semua orang yang ikut terlibat dalam kampanye ini, selama beberapa minggu terakhir ini, meskipun kerja keras kita bersama belum berhenti sampai disini. Ujian sesungguhnya saat ini adalah bagaimana janji tersebut dilaksanakan, tidak hanya sekedar kata-kata.

Kebijakan HSBC yang baru dirilis hari ini mengatakan mereka tidak akan mendanai perusahaan-perusahaan yang terlibat deforestasi atau perusakan lahan gambut, hal yang belum ada dalam kebijakan mereka sebelumnya. Langkah besar lainnya adalah mendesak klien HSBC untuk mengumumkan kebijakan perlindungan hutan mereka di akhir bulan Juni tahun ini.

Hal ini terjadi karena tekanan yang luar biasa yang ditujukan ke HSBC. Lebih dari 200.000 orang di seluruh dunia termasuk Indonesia ikut menandatangani petisi yang diantar langsung ke kantor pusat bank tersebut di Jakarta dan Kuala Lumpur. Ribuan orang juga menulis email langsung kepada CEO HSBC, dan relawan Greenpeace juga melakukan kampanye di kantor-kantor HSBC di Australia, Perancis dan Inggris.

Tidak hanya tekanan dari publik - Stuart Gulliver CEO HSBC juga ditantang pertanyaan tentang kampanye kita di hadapan para pemimpin dunia dan pemimpin-pemimpin perusahaan di World Economic Forum di Davos. Saat ini, akhirnya Stuart Gulliver setuju dan sepakat dengan semua orang yang terlibat dalam kampanye ini bahwa hutan harus dilindungi.

HSBC harus mengimplementasikan janji mereka saat ini juga, karena gambar satelit terbaru menunjukan salah satu klien mereka tengah bersiap untuk menghancurkan hutan dengan luasan super masif di Papua. Salah satu klien HSBC - POSCO Daewoo dari Korea Selatan - anak perusahaan sawit mereka memiliki lahan yang cukup besar di Papua dan  telah merusak hutan yang sangat luas di sana.

Gambar satelit yang diambil pertengahan Januari lalu, menunjukkan jaringan jalan baru yang memotong hutan yang tersisa, jaringan baru ini tidak terlihat di gambar satelit yang diambil tiga minggu sebelumnya. Ini adalah bukti yang kuat bahwa perusahaan ini tengah bersiap menggunduli semua hutan yang tersisa di antara jaringan jalan tersebut, dengan luasan yang mencengangkan yaitu sekitar 4.000 hektar-ini setara dengan luas Jakarta Pusat.

HSBC memberikan layanan keuangan kepada bagian atau unit perusahaan POSCO Daewoo yang lain, tidak secara langsung ke perusahaan sawitnya, tapi jika HSBC sungguh-sungguh berkomitmen menghentikan deforestasi, maka HSBC harus mendesak perusahaan induk POSCO Daewoo dan menggunakan pengaruh mereka untuk menghentikan bulldozer mereka di sana.

Ini adalah ujian pertama bagi HSBC, kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika mereka berhasil menunjukan segala upaya yang diambil guna menghentikan deforestasi. Dan jika bank internasional lainnya mengikuti komitmen HSBC, aliran dana bagi perusahaan minyak sawit yang masih aktif menghancurkan hutan akan mengering.