Untuk pertama kali sepanjang sejarah manusia tingkat karbon dioksida di atmosfir bumi telah mencapai 400 ppm (parts per million). Terakhir kalinya terjadi peningkatan seperti ini suhu global rata-rata mencapai 3 hingga 4 derajat Celcius lebih tinggi dari sekarang, kawasan kutub menghangat 10 derajat Celcius dibandingkan sekarang, lapisan es di Greenland dan Antartika lebih kecil dan permukaan air laut lebih tinggi sekitar 5 hingga 40 meter dari sekarang.

Ada dua alasan yang harus dipikirkan secara serius akibat dari pengukuran CO2  tahun ini yang dilakukan oleh Observatorium Mauna Loa di Hawaii. Kita telah menembus batas simbolik 400ppm, hal ini menunjukan seberapa jauh kita telah melangkah dari tingkat era pra-industri sebesar 280 dan ukuran yang masih tergolong aman sebesar 350. Dan yang lebih mengkhawatirkan adalah fakta bahwa  peningkatan terjadi secara lebih cepat dari tahun ke tahun dibandingkan waktu sebelumnya saat sistem pengukuran dibuat, dan memecahkan rekor sebelumnya yang terjadi lebih dari satu dekade lalu. Dengan kata lain, tidak hanya kita berpacu ke arah wilayah iklim yang tak pernah dialami umat manusia sebelumnya, kita masih terus tancap gas meningkatkan kecepatan.

Planet kita siap dipacu menuju tingkat 1.000 ppm hanya dalam waktu 100 tahun jika emisi terus naik pada tingkat yang terjadi sekarang sementara untuk perbandingan, peningkatan yang hanya 10ppm mungkin memerlukan waktu 1.000 tahun lebih dalam konteks peristiwa perubahan iklim konvensional. Kita mengubah kondisi dimana peradaban sedang berkembang, pada tingkat dimana secara serius akan menantang kapasitas kita untuk beradaptasi dan berubah.

Orang-orang yang menginjak pedal gas untuk mempercepat laju kenaikan adalah mereka yang berada di belakang industri bahan bakar kotor dan industri kayu. Sementara industri batubara saja bertanggung jawab menyumbangkan dua pertiga  dari pertumbuhan dasyat emisi yang terjadi saat ini. Dan mereka tidak menunjukan niat sama sekali untuk memperlambat tingkat kenaikan. Ekspansi batubara besar-besaran tengah direncanakan di Australia, China dan Amerika Serikat yang akan berujung pada peningkatan emisi selama beberapa dekade. Menghentikan atau mempertimbangkan ulang proyek-proyek ini mutlak diperlukan untuk mencegah pemanasan global dari laju yang semakin cepat di luar kendali.

[R]evolusi Energi Greenpeace 2012 menyediakan solusi dan cara pathway konsisten yang fundamental tentang bagaimana caranya kita menjaga iklim, membawa bumi dari situasi yang sekarang menuju situasi yang seharusnya dengan secara bertahap menghapuskan bahan bakar fosil dan menurunkan emisi CO sambil memastikan jaminan energi. Pengimplementasian sebuah revolusi dalam produksi energi dan penggunaannya akan menambah enam juta lapangan pekerjaan hanya di sektor listrik dan pemanasan saja.

Banyaknya kerusakan global dan lokal dampak dari industri bahan bakar fosil menjadi semakin jelas dan mempersatukan banyak kelompok lokal dan jaringan internasional dalam perlawanan. Harapan untuk planet bumi adalah agar gerakan iklim dan solusi energi bersih dapat terus berkembang bahkan lebih cepat dari emisi COKita sudah melihat contoh pergerakan yang mengambil alih berbagai kepentingan di dunia, menunda atau menghentikan tambang batubara, pipa minyak dan pembangkit listrik tenaga batubara serta penerapan kebijakan energi bersih. Data dari Mauna Loa menunjukan planet bumi membutuhkan lebih banyak lagi tangan-tangan yang bersedia membantu, demi lebih banyak lagi kemenangan, tangan-tangan Anda.

Stephanie Tunmore adalah Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Internasional