Sudah lebih dari dua minggu lalu, Greenpeace telah menyerahkan bukti video hasil investigasi yang mendokumentasikan kayu ramin illegal berada  di pabrik APP Indah Kiat kepada pemerintah Indonesia - Kementrian Kehutanan dan Polri. Hari ini, Kementrian Kehutanan memberitahu kami bahwa mereka berniat untuk mengunjungi pabrik tersebut. Sementara itu, pemantauan kami menunjukkan bahwa perusahaan telah melakukan operasi pembersihan yang cepat, menghilangkan jejak ramin dari logyard nya.

Kepada publik luas APP tidak membenarkan atau membantah tentang keberadaan kayu ramin di pabrik nya. Tetapi mereka juga mengatakan bahwa 'tim spesialis' telah dikirim untuk menyelidiki masalah tersebut - dua minggu lebih cepat dari reaksi dari Kementerian Kehutanan.

Hasil investigasi Greenpeace selama setahun menemukan bahwa pernyataan APP untuk menjaga kayu ilegal keluar dari rantai pasokan mereka yang pada kenyataannya itu tidak terjadi. Kayu ramin terekam dan ditemukan diseluruh logyard pabrik mereka. Sekarang, kegagalan kementerian kehutanan untuk segera bertindak cepat tampaknya telah memberikan waktu APP menghilangkan bukti-bukti.

Sementara pemerintah lambat untuk bertindak, lebih banyak pelanggan APP yan tersorot dalam investigasi telah bertindak untuk mengeluarkan APP dari rantai pasokan mereka. Pekan lalu, Mondi - pemain utama dalam industri kertas – mengkonfirmasi kepada kami secara tertulis bahwa mereka sekarang bertindak untuk menghilangkan kaitan ke APP dalam rantai pasokannya. Anda dapat membaca pernyataannya di sini . Danone juga bergerak, dan telah mengirimkan kami konfirmasi awal bahwa mereka akan menangguhkan pembelian lebih lanjut dari APP. Kami telah menangguhkan cyberaction terhadap perusahaan ini, sambil menunggu klarifikasi lebih lanjut dari kebijakan tersebut. Kami akan mengabarkan Anda perkembangannya.

Sementara di Australia, Collins Debden - sebuah perusahaan yang dikendalikan APP melalui Nippecraft - telah mengkonfirmasi secara publik bahwa mereka tidak akan lagi memasok kertas dari APP. Ini adalah langkah berani oleh anak perusahaan APP, dan yang harus membunyikan alarm serius di kantor pusat APP karena menegaskan betapa 'beracunnya' merek APP secara internasional.

Di Inggris, dua perusahaan penerbitan - Parragon Publishing dan Constable & Robinson - keduanya menyatakan bahwa mereka tidak akan lagi menggunakan kertas APP. Walmart di Cina juga telah menjawab, dan memberi tahu kami tidak akan lagi menjual kertas fotokopi APP yang kami identifikasi mengandung serat hutan hujan. Sementara ini merupakan langkah maju, Walmart - seperti pengecer internasional lainnya di Cina - belum berkomitmen untuk menghentikan penjualan merek APP di toko-toko mereka.

Yang mengejutkan, Xerox, Barnes & Noble (rantai toko buku AS) dan Countdown (rantai supermarket Selandia Baru) telah gagal untuk memahami pesan bahwa APP adalah mitra bisnis yang buruk.

Bantu kami untuk mendorong pelanggan APP untuk memutus rantai pasokan mereka dari serat kayu penghancuran hutan hujan dan kayu illegal, sampai mereka melakukan perubahaan nyata dan bantu kami mendorong pemerintah melakukan segera melakukan aksi nyata melindungi seluruh kekayaan Indonesia.

KLIK DISINI AYO BERAKSI!