Rabu 22 April 1970 jutaan orang memadati jalan Fifth Avenue Kota New York dengan kepalan tinju penuh kemarahan yang ditujukan kepada para perusak bumi. Inilah untuk pertama kalinya kemarahan kolektif sebagai bentuk kepedulian terhadap planet Bumi menjadi perhatian dunia. Itulah bentuk aksi puncak dari gagasan yang diawali oleh Gaylord Nelson seorang politikus dan senator Amerika Serikat yang bersuara bagi lingkungan di tengah kepemerintahan yang nyaris tidak peduli. Itulah embrio Hari Bumi

Indonesian's participates in the Global Day of Action to protect paradise in Jakarta.              Hundreds of Greenpeace activists across 13 countries are taking action online and in public spaces in cities around the world to demand Procter & Gamble stop forest destruction from getting into their products.

Radiasi semangat ini terus terpancar hingga saat ini. Semangat untuk peduli dan melindungi planet, satu-satunya rumah bagi 7 miliar lebih bagi penduduk bumi, rumah saya, rumah kamu. Semangat kepedulian inilah yang melandasi kamu dan  600.000 orang di seluruh dunia serta hampir 50.000 orang di Indonesia mendukung perlindungan hutan dalam kampanye Protect Paradise yang berujung pada  kemenangan kita saat Procter & Gamble, pembuat shampoo Head & Shoulders  berkomitmen untuk menjalankan kebijakan ‘no deforestation’ dalam rantai pasokan minyak sawit mereka.

Semangat sama yang menggerakan 85.217 orang melindungi laut yang berhasil membuat penghasil ikan kaleng Oriental & Pacific berkomitmen untuk menggunakan ikan hasil tangkapan metode pole & line dan berhenti menggunakan ikan dari tangkapan FAD (Fish Aggregation Devices)  yang menyebabkan banyak penyu, ikan pari dan ikan hiu turut terjaring dan tewas.  Kemenangan Paus juga melibatkan kepedulian kamu yang turut berjuang bersama Greenpeace hingga akhirnya Mahkamah Internasional memerintahkan Jepang untuk menghentikan perburuan Paus atas nama riset ilmiah.

Kamu dan ribuan orang lainnya yang bersuara adalah bukti bahwa tidak perlu menjadi superhero untuk bisa menyelamatkan bumi. Tidak perlu menjadi Superman dengan ‘super power’, namun yang diperlukan adalah kepedulian serta aksi bersama. Kemarahan adalah bukti kepedulian. Marahlah ketika melihat hutan dihancurkan, marahlah ketika tahu isi laut dicuri, marahlah saat air dikotori limbah dan udara yang kita hirup sesak oleh asap kebakaran hutan atau polusi. Marahlah, karena marah adalah bentuk kepedulian kita pada masa depan planet Bumi.

Musuh kita adalah ketidak pedulian. Bangkitkan rasa peduli pada bumi dengan bersyukur untuk planet yang telah menyediakan tak terhitung banyaknya manfaat bagi kita termasuk penyangga kehidupan kita, ekspresikan rasa syukur dengan peduli atas nasib bumi, serta menjaga dan melindunginya. Peduli hutan kita, peduli lautan kita, peduli air kita, peduli udara kita. Pedulilah pada alam Indonesia dan masa depannya. Karena semua yang kita berikan bagi Bumi tidak akan kembali dengan sia-sia. 

Di Hari Bumi ini mari gunakan kekuatanmu untuk melindungi Bumi dan melindungi alam Indonesia.

Greenpeace activists unfurl a huge banner that reads '100% Rainforest Destruction' at the P&G's office building in Jakarta.                  Procter & Gamble’s supply chains is destroying primary forest in the Indonesian region of Papua. The Greenpeace findings come as activists in several cities throughout the world are today demanding the company guarantee its products, which include Head & Shoulders, become forest-friendly.