Batubara mengancam semua yang kita cintai dan miliki.  Sebuah hasil riset baru saja keluar untuk membuktikan hal ini dalam laporan terbaru kami : “Silent Kilers”. Kita harus berdiri bersama dan mengakhiri jaman batubara. Perjuangan kami akan dimulai kembali pada tanggal 29 Juni dengan hari aksi internasional / international day of action.

Dalam laporan “Silent Killers” yang disusun berdasarkan riset Universitas Stuttgart, disingkapkan fakta tentang bahaya kesehatan serius yang disebabkan oleh pembangkit listrik tenaga batubara yang dapat menuju pada kematian premature. Di Eropa 300 pembangkit listrik membakar batubara untuk memproduksi listrik, memuntahkan jutaan ton polusi setiap tahunnya. Jam demi jam atmosfir kita dipenuhi polutan beracun yang dihasilkan dari pembangkit listrik ini, termasuk didalamnya merkuri, timah, arsenic, kadmium, sulfat kecil dan partikel nitrat yang dapat masuk ke dalam paru-paru manusia.

Polusi yang dihasilkan dari batubara adalah ‘silent killer’. Udara yang dihirup di Eropa merugikan banyak orang mulai dari bayi, anak-anak hingga orang dewasa, khususnya kaum lansia. Diperkirakan sekitar 22.000 orang meninggal prematur di Eropa pada tahun 2010 karena emisi toksik yang berasal dari pembangkit listrik tenaga batubara, demikian diungkapkan dalam laporan tersebut.

Kita harus bangkit, berdiri bersama dan mendesak pemerintah serta produsen energi untuk menghargai hak dasar untuk menghirup udara bersih serta tidak melihat hal ini sebagai ancaman bagi keuntungan mereka.

Dalam perbandingan kontras dengan angka-angka yang mengkhawatirkan ini, politisi Eropa tidak mengambil langkah untuk menghentikan ketergantungan pada batubara, 50 pembangkit listrik baru sedang dalam tahap perencanaan. Pembangkit listrik baru ini memberikan kepada industri batubara akan memberikan ijin untuk terus membunuh selama bertahun-tahun.

Pembangkit listrik tenaga batubara juga merupakan sumber terbesar emisi karbondioksida (CO2) yang sudah merubah iklim kita. Terus menerus membakar batubara akan makin menyebabkan bencana perubahan iklim yang berbahaya. Ratusan ribu korban tewas akibat perubahan iklim akan terus bertambah jumlahnya seiring berjalannya waktu.

Greenpeace, bekerja sama dengan organisasi masyarakat lainnya telah membantu menghentikan banyak proyek pembangkit listrik tenaga batu bara di Eropa dan seluruh dunia. Tapi pekerjaan rumah kita masih banyak.

Politisi di Eropa harus bertindak. Solusinya ada tepat di depan mereka, energi terbarukan. Melalui skenario [R]evolusi Energi Greenpeace memiliki proposal untuk memulai transisi dari batubara menuju sistem energi berdasarkan efisiensi energi yang bersih dan berkesinambungan.  Sistem energi bersih adalah referensi terbaik bagi iklim dan kesehatan masyarakat. Sistem ini tidak hanya menghasilkan listrik yang bersih dan berkelanjutan tapi juga memberi jalan bagi peluang ekonomi dan ribuan lapangan pekerjaan baru.

Dengan memakai sistem energi bersih, Eropa  dapat mengakhiri kemiskinan energi, kurangnya akses dasar ke layanan energi yang dapat diandalkan seperti lampu, pemanas serta alat masak bagi kurang lebih dua juta orang.

Saat para pemimpin dunia gagal mengambil tindakan yang diperlukan untuk menghentikan batubara, semakin banyak orang mulai dari Amerika, Thailand, bahkan Indonesia memutuskan untuk berjuang sendiri.

Di seluruh dunia, aktivis lingkungan, pelajar, dokter, pemimpin agama dan banyak lagi, berdiri bersama dan menyerukan kepada para pemimpin industri serta pemimpin pemerintahan untuk segera menghentikan era batubara sekarang. Mereka mendesak agar tidak ada lagi pembangunan pembangkit listrik tenaga batubara, tidak ada lagi tambang batubara yang digali. Sebaliknya mereka menginginkan dunia baru yang dibangun dengan menggunakan energi terbarukan. Dunia yang bebas dari bencana perubahan iklim dan racun mematikan yang setiap hari dibuang oleh pembangkit listrik tenaga batu bara di seluruh dunia.

Bergabunglah bersama saya di hari international ‘End the Age of Coal’ tanggal 29 Juni!