400.000 email dilayangkan ke CEO Procter & Gamble.

Ribuan orang menelfon kantor P&G di seluruh dunia.

Ratusan orang turun ke jalan untuk melakukan protes.

7300  Orangutan di Sumatera beresiko kehilangan rumah mereka.  

400 Harimau Sumatera yang tersisa terancam tak lagi punya tempat tinggal.

620.000 hektar hutan berpotensi dirusak setiap tahunnya.

Angka-angka ini menjadi simbol upaya ribuan orang di seluruh dunia mendesak Procter & Gamble untuk memutuskan hubungan antara produk-produk mereka dengan perusakan hutan. 

Dan minggu ini akhirnya P&G memutuskan untuk membersihkan aksinya dan membersihkan rantai pasokan mereka dari minyak sawit kotor.

Kebijakan nol deforestasi P&G menjanjikan untuk menghapus perusakan hutan dari rantai pasokan minyak sawit mereka dengan memastikan setiap pemasok menjamin tidak adanya konversi dari lahan gambut, menghormati hak-hak masyarakat lokal dan melindungi kawasan konservasi dan yang memiliki kandungan karbon tinggi. Hal ini mungkin terdengar rumit, tapi pasti jauh lebih baik dari ketergantungan mereka sebelumnya pada skema sertifikasi yang telah terbukti tidak efektif menghentikan perusakan hutan.

Ini adalah perubahan besar atas desakan kamu dan banyak konsumen yang menolak terseret dalam deforestasi bahkan ketika sedang mencuci rambut, seperti ‘mas’ yang satu ini:

400.000 orang dari seluruh dunia medesak perusahaan ini merubah kebijakannya. Kabar baiknya adalah suara kita mendapat perhatian dari perusahaan lainnya.

Sekarang P&G bergabung bersama Nestle, L’Oreal, Colgate-Palmolive Unilver, Mars, Kellogg, Safeway, Delhaize, Ferrero, GAR dan Wilmar – yang sama-sama berkomitmen untuk nol deforestasi. Inilah perubahan yang tak terbantahkan di jantung industri minyak sawit, sebuah perubahan yang diprovokasi oleh tekanan publik dan keinginan kuat untuk membendung gelombang kerusakan hutan.

Tentu saja bagaimanapun baiknya kabar ini, masih ada pekerjaan rumah yang harus dilakukan. Kebijakan P&G yang baru menetapkan tahun 2020 semua pemasoknya akan 100% bersahabat dengan hutan. Harimau Sumatera yang tersisa tidak memiliki waktu selama ini dan menunggu 6 tahun lagi sampai perusahaan-perusahaan yang tak bertanggung jawab hengkang dari hutan tentu saja terlalu lama.

Greenpeace akan terus memonitor P&G dan pemasoknya dari dekat dan mendesak mereka agar segera melakukan sesuatu terhadap pemasok yang terus menerus terlibat dalam perusakan hutan seperti Musim Mas dan KLK. Karena Greenpeace adalah organisasi independen dan memiliki perwakilan di seluruh dunia – termasuk di Indonesia – ini adalah hal yang biasa kami lakukan dan kami siap melakukannya.

Klik di sini untuk meneruskan perjuangan ini dengan bantuan donasi kamu.

Dengan bergabung bersama Greenpeace, kamu membantu mentransformasi industri minyak sawit. Bersama kita dapat memperluas keberhasilan yang telah dicapai hingga seluruh industri beralih ke minyak sawit yang bertanggung jawab. Kekuatan publik dan tekanan yang datang dari publik adalah alat yang paling ampuh untuk menciptakan perubahan itu.

Untuk saat ini, marilah kita bersama merayakan keberhasilan ini sambil menunggu aksi berikutnya.

kita berhasil

Coba tengok Tiger Challenge, menurut kamu siapa berikutnya?