Planet bumi di tengah perubahan iklim 

Hari Bumi atau Earth Day diperingati setiap tahun pada tanggal 22 April. Hari Bumi diselenggarakan pertama kalinya lebih dari 43 tahun lalu pada tanggal 22 April 1970 di Amerika Serikat.  Penggagas Earth Day adalah Gaylord Nelson, senator Amerika Serikat dari negara bagian Wisconsin yang juga seorang pengajar tentang lingkungan hidup.  Jutaan orang turun ke jalan, berdemonstrasi dan memadati Fifth Avenue di New York ketika itu untuk mengecam para perusak bumi. Momen tersebut kemudian menjadi tonggak sejarah diperingatinya sebagai Hari Bumi hingga sekarang.

Hari Bumi adalah sebuah gerakan untuk mengajak orang peduli terhadap bumi atau lingkungan hidup kita. Hari bumi juga merupakan perayaan dan penghormatan terhadap planet bumi, rumah satu-satunya tempat tinggal manusia. Dimulai dari jalanan di New York, Hari Bumi telah menjadi sebuah gerakan global yang mendunia hingga kini. Pelaksanaannya di seluruh dunia dikordinasi oleh Earth Day Network’s, sebuah organisasi nirlaba beranggotakan berbagai ornop di seluruh dunia.

Gejolak yang disebabkan oleh perubahan iklim telah mendekati skala gejojak yang disebabkan oleh perang. Sebuah laporan terakhir dari Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan bahwa dibandingkan konflik bersenjata,  semakin banyak orang kehilangan tempat tinggal di dunia saat ini sebagai akibat dari perubahan iklim.Tema Hari Bumi tahun ini adalah Perubahan Iklim, yang secara khusus menampilkan  perubahan iklim dalam potret hidup manusia, baik mereka yang secara langsung terpengaruh  dan mereka yang melakukan sesuatu untuk menghentikan perubahan iklim. Jutaan orang telah terkena dampak perubahan iklim yang sedang terjadi saat ini, oleh karena itulah  perubahan iklim merupakan masalah paling besar yang pernah dihadapi oleh umat manusia.

Ratusan ribu orang per tahun meninggal karena dampak iklim, dan jutaan lainnya menjadi pengungsi. Negara-negara di Asia sedang dipengaruhi oleh perubahan iklim yang terburuk. Akan ada musim kering yang lebih panjang, permukaan air laut lebih tinggi dan jutaan orang akan mengalami banjir setiap tahunnya. Diperkirakan bahwa dalam satu abad yang akan datang, permukaan air laut di Asia Tenggara akan naik sebanyak 80 sentimeter, menyebabkan 33 juta orang akan berurusan dengan banjir setiap tahunnya. Kenaikan suhu sebagian besar akan mempengaruhi sektor pertanian dalam bentuk kekurangan air dan kekeringan. 

Indonesia, seperti juga negara-negara lain di Asia Tenggara berada di garis depan dalam masalah perubahan iklim. Hilangnya hutan-hutan alam rumah jutaan makhluk hidup yang menjadi penyeimbang iklim bumi memicu  gangguan pola cuaca dan menyebabkan banjir besar di beberapa tempat di Indonesia serta intensitas badai yang meningkat. Peningkatan temperatur bumi akan memicu pemutihan karang yang akan berdampak mengerikan bagi kelangsungan kehidupan laut kita dan jutaan nelayan yang menggantungkan hidup dari sumberdaya perikanan.

Mari meyelamatkan Arktik bersama masyarakat dunia dan selamatkan bumi

Hentikan pemanasan global sebelum terlambat. Waktu kita sangat sempit, tetapi belum terlambat untuk melakukan sesuatu sekarang. Selain berkampanye untuk masalah-masalah lingkungan hidup yang sangat mendesak saat ini di Indonesia seperti penghentian deforestasi hutan, air bebas bahan racun, iklim dan energi serta penyelamatan laut, tahun ini Greenpeace secara global sedang melakukan kampanye penyelamatan Arktik. Anda semua dapat bergabung bersama tiga juta orang lainnya di seluruh dunia yang telah ikut dalam kampanye penyelamatan Arktik tersebut. Silahkan kunjungi halaman ini untuk bergabung menyelamatkan Arktik.

Mengapa Arktik? Arktik adalah salah satu lingkungan paling murni dan asli di planet ini, serta rumah bagi komunitas asli yang luas dan satwa liar unik yang sangat beragam. Arktik terletak di belahan utara bumi dan kebanyakan berada di wilayah Arktik Kutub Utara.  Akibat perubahan iklim, kawasan Arktik mulai mencair. Perusahaan minyak, penyebab utama perubahan iklim berlomba untuk menggunakan kesempatan ini sehingga menyebabkan kerugian lebih banyak lagi bagi Bumi.

Arktik adalah lingkungan yang unik sekaligus rentan. Selain sebagai rumah bagi banyak spesies, kawasan ini juga memainkan peranan penting dalam mengatur iklim global, berperan sebagai lemari es bumi dan menjaga agar planet tetap dingin.  Es Arktik bertindak sebagai cermin raksasa yang  memantulkan sinar matahari dan panas kembali ke atmosfir. Tanpa es Arktik, dampak perubahan iklim menjadi tak terbendung.

Sayangnya, bukannya menangani ketidakseimbangan iklim akibat mencairnya es di Arktik, negara-negara kaya malah melihat hilangnya laut es sebagai peluang bisnis dan bukan sebagai peringatan besar bagi umat manusia. Karena Arktik mengandung sumber daya alam penting, sekarang semuanya berlomba-lomba untuk mengklaim kekayaan yang terkandung di bawah es yang sedang mencair. Perusahaan-perusahaan minyak besar bergerak menuju ujung Bumi ini untuk menggali bahan bakar fosil terakhir. Armada kapal industri perikanan menuju perairan yang sebelumnya dan secara alamiah dilindungi oleh laut es. Negara-negara Arktik berkompetisi untuk mengklaim kawasan dasar laut Arktik.

Arktik berada di bawah ancaman dari pengeboran minyak, industri perikanan dan konflik perang. Seluruh faktor ini mengancam ekosistem Arktik yang rapuh.  Bergabunglah dengan Save the Arctic dan kami akan menyertakan nama Anda bersama jutaan orang lainnya dari seluruh dunia yang menuntut perlindungan global di sekitar kawasan Kutub Utara dan melarang pengeboran minyak lepas pantai serta industri destruktif di Arktik.  Semakin banyak kita, semakin keras suara kita akan terdengar.

Mari rayakan hari bumi tahun ini dengan menyelamatkan Arktik untuk bumi,  Anda dan keluarga.

 

Selamat hari bumi!