Afrika dan Arktik.

Sepertinya kemiripan diantara kedua tempat tersebut hanya pada huruf awal, A.

Yang satu terkenal karena kehidupan satwa liarnya yang beragam, sinar matahari yang muncul hampir sepanjang tahun dan tempat tinggal bagi hampir satu miliar orang. Yang lainnya, sekilas, hampir kebalikan.

Namun meski tempat ini memiliki keragaman satwa liarnya sendiri yang unik dan masyarakat adat yang menyebut Arktik sebagai rumah mereka, kita memiliki sesuatu yang sama-sama mengkhawatirkan dengan tempat di puncak dunia tersebut. 

Seperti halnya Afrika, Arktik ada di garis terdepan dari perubahan iklim. Dan apa yang terjadi di Arktik akan berdampak pada kami di Afrika dalam banyak cara yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Renny Bijoux, duta muda dari Seychelles, mempertimbangkan hal ini. Ia memikirkan tentang mencairnya laut es yang mengacaukan pola cuaca kita, dan tentang perairan terbuka yang akhirnya menyerap panas (bukan yang sebaliknya dimana seharusnya es memantulkan panas kembali ke atmosfir). Semakin cepat laut memanas, semakin cepat pula lahan berlapis es seperti Greenland akan mencair, menyebabkan permukaan laut naik yang dampaknya dapat menenggelamkan seluruh pulau tempat tinggalnya. Ia mempertimbangkan semua hal ini lalu berangkat ke Arktik untuk menancapkan bendera bagi masa depan mewakili kita semua yang berjumlah satu miliar orang.

Renny adalah bagian dari Tim Aurora, kelompok aktifis yan saat ini sedang menyusuri Kutub Utara untuk menurunkan bendera sejauh 4 kilometer ke dasar laut. Bersama dengan bendera tersebut terdapat sebuah kasul yang berisikan hampir tiga juta tanda tangan yang menyerukan  agar  kawasan yang tak berpenghuni di Arktik dijadikan suaka global.

Saat Anda melihat kawasan dan pegunungan salju terbuka dima Tim Aurora sekarang berada, besarnya pertarungan yang dihadapi mereka sangat mempengaruhi kami di sini (Afrika). Sesungguhnya sangat puitis bahwa seseorang dari negara bagian terkecil di benua kami (Seychelles) yang pergi untuk pertarungan ini.

Tapi kali ini, bukanlah pertarungan Daud melawan Goliat, karena meski hanya Renny yang berada di padang es, ia membawa harapan dari jutaan kami di sini, dan dalam hatinya ia membawa sertasinar matahari Afrika yang tak ada bandingannya.

Pergilah, Renny, kami semua menyertaimu!

Ikuti perjalanan Tim Aurora melalui tautan ini atau #2thepole di Twitter.