Ini adalah cerita dari salah satu aktivis Peterri yang berasal dari Finlandia, yang saat ini bekerja membangun bendungan di Teluk meranti

Ada banyak yang terjadi di Kamp Pembela Iklim kita sekarang - di hutan tropis Indonesia.

Aktivitas dari kamp yaitu memblokir kanal pengeringan hutan lahan gambut di wilayah ini - untuk melindungi hutan hujan dan lahan gambut. Perusahaan-perusahaan Kertas dan industri minyak kelapa sawit mengeringkan gambut dengan membuat kanal-kanal. Lahan-lahan Gambut tersebut harus mereka keringakan sehingga kelapa sawit dan akasia dapat tumbuh. Dan sering juga mereka membakar hutan lahan gambut dan sisanya atau hanya si penghacur excavator. Praktek perusakaan ini tidak hanya merusak ekosistem lokal – tetapi juga menambah jumlah besar perubahan iklim emisi karbon ke atmosfir bumi.

Professor Jonotoro

Persiapan pembendungan telah di mulai selama satu minggu sebelumnya dengan seorang ahli biologi dan lahan gambut Profesor Jonotoro. Bersama dengannya dan  tim dari universitas kami mengukur tingkat air tanah dengan pipa hingga ke masyarakat. Dengan pipa ini kami memantau tingkat air sebelum, selama dan nantinya setelah kami membendung kanal. Kami mengidentifikasi kanal yang sesuai yaitu 9 kilometer arah barat dari kamp kami

selama beberapa hari ini kami mempersiapkan lokasi kamp kami dan area untuk kami mengerjakan bendungan. Kami telah mendapatkan sumber kayu dari masyarakat setempat. Dan kayu yang kami gunakan pun adalah kayu yang berasal dari pohon kelapa dan ramah lingkungan. Untuk satu bendungan kami membutuhkan sekitar 150 kayu dan 500 kantong pasir. Kanal yang akan kami bendung hanya lebarnya hanya 4 meter tetapi untuk kebutuhan kontruksi lebar bendungan lebarnya menjadi 10 meter.

Preparing the logs

Dan hari ini kami menerima pengiriman kayu pertama untuk kanal. Sebagian besar kayu panjangnya 5 meter dengan berat masing-masing sekitar 80kg dan ada juga kayu dengan panjang 10 meter!!! Bayangkan saja kami akan bekerja di bawah terik matahari 40 dejat Celsius. Dan pada bulan-bulan ini air sungai tidak pasang sehingga kami harus membawa kayu-kayu tersebut hingga ke ujung kanal sejauh kira-kira 300 meter. Semoga gelombang datang dan membantu kami bekerja karena kami harus mengangkut bahan-bahan lebih banyak lagi di hari-hari mendatang.

Stay tuned!

Greenpeace Climate  Defender Camp - Petteri