Kurang lebih seabad lalu, seorang perempuan bijaksana dari suku Cree Indian yang bernama ‘Mata Api’ mendapatkan visi tentang masa depan. Ia meramalkan, suatu ketika nanti karena keserakahan manusia, bumi akan menjadi hancur dan tercemar, hutan ditebangi, burung-burung berjatuhan dari langit, air menjadi hitam, ikan-ikan menelan air beracun, tidak lagi ada pepohonan, daun-daun berubah warna, udara terlalu sesak hingga manusia sulit bernafas, musim berganti musim lebih cepat dari yang seharusnya, badai hebat melanda, laut  tidak lagi menyimpan harta kekayaan  berharga dan pada saat itu manusia perlahan-lahan akan punah. 

Namun, kata ‘Mata Api’ – akan ada waktunya saat ‘para penjaga bumi dari berbagai suku, bangsa dan budaya’ berkumpul dan membuat bumi kembali hijau. Merekalah kunci umat manusia menuju kehidupan kembali. Mereka adalah sang “Ksatria Pelangi” (Warriors of the Rainbow).

Tugas Ksatria Pelangi (Warriors of the Rainbow) luar biasa banyak dan menantang. Di hadapan mereka terbentang gunung tinggi bernama ketidakpedulian, prasangka dan kebencian yang harus ditaklukan. Mereka harus berjalan dalam dedikasi penuh, komitmen yang tak tergoyahkan dan keteguhan hati. Dalam perjalanan, mereka akan berjumpa dengan banyak hati yang tergerak untuk mengikuti perjuangan mereka mengembalikan bumi pada keindahan dan kelestariannya kembali.

Sang Ksatria Pelangi kini tengah berlayar menuju perairan Indonesia.

Dirancang khusus untuk kampanye Greenpeace, Rainbow Warrior 3 adalah salah satu kapal yang paling ramah lingkungan yang pernah dibuat di dunia. Sejak tahun 2011 kapal Rainbow Warrior terbaru ini menggantikan Rainbow Warrior 2 yang telah berlayar bersama Greenpeace selama 22 tahun sejak 1989. Kapal Rainbow Warrior  pertama diledakan oleh agen Perancis di pelabuhan Auckland pada bulan Juli 1985 dalam misinya untuk menggagalkan uji coba nuklir di perairan Moruroa.  Kapal Rainbow Warrior telah menjadi jiwa bagi kampanye global Greenpeace selama 30 tahun.

Bulan Mei ini, Sang Ksatria Pelangi datang untuk merayakan keanekaragaman hayati negeri kita. Sebagai negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau-pulau tropis, Indonesia adalah salah satu negara dengan keanekaragaman hayati paling penting di dunia. Dan tugas kita bersamalah untuk menjaga alam Indonesia, hutan dan lautnya dari ancaman kerusakan.

“Sejak berlayar pada tahun1978 Rainbow Warrior telah berada di garis depan perjuangan melawan eksploitasi lingkungan,” Kumi Naidoo, Direktur Eksekutif Greenpeace International. “Rainbow Warrior adalah perlambang dari aksi damai tanpa kekerasan dan perlambang harapan dari jutaan orang di seluruh dunia.

Kini, kita tengah menanti Sang Ksatria Pelangi. Dengan tugas dan panggilannya untuk berjuang mengembalikan bumi kembali hijau dan lestari, ia akan menjadi saksi keindahan hutan dan laut Indonesia, dan di saat yang sama ia mengajak kita semua untuk menjaga dan membela alam Indonesia, ia mengajak kita untuk menjadi bagian sebuah kisah tentang sekelompok orang yang berjuang untuk bumi.

Kisah Para Ksatria Pelangi.

Ikuti perjalanan Rainbow Warrior di Indonesia - dapatkan jadwal Open Boat, dimana kamu bisa naik ke kapal dan bertemu para kru. ‘Like dan Share’ setiap beritanya di Facebook kami.