Inspirasi Petani Sawit Lawan Deforestasi 

 

Sudah menjadi dilema yang  berkepanjangan bahwa ekspansi perkebunan  sawit seringkali mengancam wilayah hutan alam dan lahan gambut. Fungsi hutan gambut sebagai penyimpan karbon harus dijaga untuk meminimalisasi pelepasan emisi yang mendorong pemanasan global, inilah gambaran ideal. Namun yang terjadi tidak selalu seperti yang diharapkan.

Tapi tidak demikian di Desa Dosan, Kabupaten Siak, Riau. Para petani sawit di Dosan sejak tahun 2011 telah berkomitmen untuk melindungi wilayah hutan dalam praktek pengolahan lahannya. Apa yang mereka lakukan adalah solusi bagi masyarakat dan solusi bagi deforestasi. Dosan menjadi sebuah komunitas yang melindungi hutannya.

“Kami berkomitmen untuk menerapkan standar ramah lingkungan. Beralih dari bahan kimia ke pupuk organik, melakukan intensifikasi produktivitas kebun dan pada saat bersamaan menjaga hutan tersisa di Danau Naga. Komitmen ini, secara resmi kami buat dalam bentuk peraturan desa,” ujar Firdaus, Kepala Desa Dosan. “Dua tahun pelaksanaan, saya bisa bilang bahwa hampir semua penduduk kini lebih sejahtera.”

Pada kunjungannya Kamis 10 Januari 2013, Menteri Pertanian Suswono menyampaikan pujian bagi petani sawit yang menuju pada standar bertanggung jawab dan ramah lingkungan di Dosan dan menghimbau agar inisiatif ini bisa menjadi panutan bagi industri – industri kelapa sawit lainnya. 

“Saya senang dengan laporan (tentang masyarakat Dosan) ini. Ini adalah salah satu contoh bagus untuk menjawab tuduhan bahwa industri sawit di Indonesia semuanya buruk, seperti yang dituduhkan beberapa negara importir”, ujar Suswono. Menteri juga menambahkan jika contoh ini bisa diikuti industri-industri besar maka akan sangat menguntungkan bagi perekonomian Indonesia. 

Bersama Perkumpulan Elang, Greenpeace mendukung pendekatan inovatif para petani sawit Dosan dengan memberikan program mentoring bagi perkebunan kelapa sawit skala kecil. “Greenpeace mendesak Pemerintah untuk menggunakan contoh praktek bertanggung jawab para petani di Desa Dosan, Riau ini sebagai model pembangunan ekonomi di sektor pertanian. Tidak hanya melindungi hutan, praktek ini juga mendatangkan keuntungan ekonomi bagi masyarakat dan sejalan dengan komitmen Presiden Yudhoyono untuk mengurangi emisi gas rumah kaca Indonesia,” kata Rusmadya Maharuddin, Juru Kampanye Hutan Greenpeace.

 

Mari rayakan pencapaian dan keberhasilan para petani sawit di Dosan dengan menjadikan mereka inspirasi untuk mendorong solusi bagi deforestasi. Anda juga dapat menjadi bagian dari solusi dengan melakukan aksi sekarang untuk melindungi hutan Indonesia.

Bergabunglah bersama Greenpeace menjadi pendukung pelestarian hutan dengan mendaftar menjadi supporter kami, atau menjadi volunteer dengan mengisi form di link berikut :

Menjadi Supporter

Menjadi Volunteer

(untuk informasi hubungi kantor Greenpeace di nomor telfon 021-83781701)