Selama tiga minggu terakhir perusahaan yang menghancurkan hutan alam dan diduga menggunakan kayu Illegal Asia Pulp & Paper (APP) kemungkinan sangat sibuk memindahkan bukti-bukti kayu yang diduga illegal di pabrik Indah kiat ( IKPP) salah satu pabrik terbesar mereka di Propinsi Riau.

Mereka memiliki kesempatan melakukan bersih-bersih seperti itu karena Kementrian Kehutanan Indonesia belum mengambil tindakan untuk menyelidiki bukti penggunaan kayu ramin di pabrik APP yang kami serahkan kepada mereka tiga minggu yang lalu. Ramin merupakan jenis pohon yang terancam punah sehingga pemanfaatannya sangat dibatasi dan diatur dalam hukum internasional dan hukum Indonesia. Ramin biasanya tumbuh subur di lahan gambut yang juga merupakan habitat harimau Sumatera. Kedua spesies yang indah ini sangat terancam karena kegiatan pembabatan hutan salah satunya dilakukan oleh APP.

Sebelum kami memberikan laporan investigasi yang kami lakukan  selama setahun kepada Kementrian Kehutanan. Greenpeace bersama para seniman dan teman-teman yang peduli pada budaya dan hutan Indonesia berkumpul untuk menyaksikan pergelaran keindahan hutan Indonesia yang tersisa bertajuk “Belantara Budaya”,  melindungi masyarakat dan satwa liar yang bergantung pada kekayaan hutan yang telah menginspirasi berbagai macam budaya bangsa.

Kami membuat sebuah video klip yang HARUS kamu lihat dari semangat perayaan kekayaan budaya dan hutan Indonesia yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Video ini sebagai pengingat apa yang kita pertaruhkan sebagai bangsa Indonesia jika tindakan penghancuran yang dilakukan APP tidak dihentikan.

 

Belantara Budaya kami gelar untuk mengingatkan kepada APP dan Pemerintah Indonesia bahwa suara-suara kekuatan dari semua sektor masyarakat yang telah bergabung dengan Greenpeace untuk melindungi hutan Indonesia dari perusahaan penghancur hutan seperti APP.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pendukung acara, para tamu yang datang dan tentunya supporter kami yang menyempatkan waktunya.

Selamat menikmati video klip ini dan AYO bergabung dengan kami untuk mendorong kementrian kehutanan mengambil tindakan untuk menghentikan APP merusak hutan Indonesia.