Minggu ini tanggal 17 Agustus, 69 tahun yang lalu, Soekarno-Hatta dan para pendiri negara ini mengambil tindakan berani memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia lepas dari jajahan negara lain. Hari itu dalam suasana masih pagi, kedua proklamator itu membacakan naskah proklamasi yang dibuat dalam dua hari dan menjadi naskah proklamasi kemerdekaan paling singkat dalam sejarah. “Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja” menunjukkan kegentingan luar biasa atas momentum yang dimanfaatkan oleh para pendiri negara kita waktu itu.

Beberapa bulan ke depan bangsa kita juga akan memasuki masa-masa penting di dalam sejarah Indonesia. Akhir minggu ini Mahkamah Konstitusi (MK) akan membuat keputusan atas gugatan hasil pemilihan umum presiden (Pilpres). Kita akan menunggu hasil keputusan akhir MK yang bersifat final tersebut, namun menurut beberapa pengamat independen, keputusan MK nampaknya tidak akan mengubah hasil keputusan perhitungan suara yang telah dilakukan oleh Komite Pemilihan Umum (KPU) sebelumnya.

Dan bila hal tersebut yang terjadi maka dalam beberapa bulan lagi negara kita akan mengalami momen-momen transisi pemerintahan baru yang akan dipimpin oleh presiden terpilih. Transisi akan menjadi proses yang sangat penting untuk memastikan pengalihan kekuasaan atas penyelenggaraan negara berjalan dengan baik dan damai. Pemerintah lama akan segara mengakhiri masa tugasnya dan pemerintahan baru akan segera melanjutkan tugas-tugas penyelenggaraan negara. Saatnya presiden baru bekerja membuktikan janji-janji yang disampaikannya pada masa-masa kampanye.

Pada masa-masa ini, kami ingin mengajak publik dan kamu untuk mengingatkan kembali agar presiden terpilih meletakkan perlindungan lingkungan dalam salah satu prioritas pemerintah baru. Saat ini adalah masa-masa genting untuk memastikan agar isu lingkungan dapat masuk dalam agenda pemerintah baru nanti. Dalam dua bulan ke depan, kami akan mengadakan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mendorong pemerintah menyusun agenda lingkungan hidup dalam rencana kerja mereka, khususnya mengambil langkah-langkah nyata untuk mencari jalan keluar bagi masalah-masalah lingkungan hidup utama yang kita hadapi saat ini.

Ada dua hal isu krusial yang yang ingin kami angkat agar mendapat perhatian dari pemerintah baru nanti yaitu masalah perubahan iklim serta penyelamatan hutan dan gambut. Untuk masalah iklim dan enerji, secara khusus kami akan mengangkat isu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara yang terletak di Batang-Jawa Tengah. PLTU Batang adalah sebuah pembangkit listrik yang terbesar di Asia Tenggara yang menggunakan energi fosil batubara. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa investasi batubara berbiaya sangat mahal secara lingkungan, sosial dan ekonomi.

Kami berharap pemerintah baru nanti dapat melihat dengan mata baru atas dampak PLTU ini terhadap petani dan nelayan lokal di sana, dimana sumber pangan mereka terancam oleh rencana pembangunan PLTU Batubara ini. Enerji penting bagi pembangunan, namun kedaulatan pangan juga tidak kalah pentingnya, kita perlu mendorong agar pembangunan enerji tidak mengalahkan kepentingan pemenuhan pangan bagi masyarakat lokal. Kita perlu terus mendorong agar pemerintah juga melakukan transisi investasi dari enerji fosil ke enerji terbarukan terbarukan.

Kami juga telah menyampaikan hasil investigasi dan penelitian atas dampak kebakaran hutan dan gambut. Kebakaran hutan bukan saja menghanguskan hutan dan keanekaragaman hayati, namun juga telah membuat petani lokal kehilangan hasil panen dan ribuan anggota masyarakat lainnya menjadi korban bencana asap setiap tahunnya. Secara khusus kami ingin mengangkat isu kebakaran hutan bagi pemerintah baru nanti sebagai salah satu PR yang perlu diselesaikan segera. Masalah kebakaran hutan menahun tidak bisa dibiarkan terus menerus berlanjut. Perlu penanganan kebakaran hutan yang tuntas dengan melindungi tanah dan hutan gambut secara total. Ada begitu banyak Pekerjaan Rumah (PR) lingkungan bagi pemerintah baru. Kita bisa membantu pemerintah untuk membuat PR lingkungan dan yang lebih penting lagi tentu turut membantu memberi solusi bagi penyelesaiannya.

Di samping itu akan ada banyak kegiatan menarik yang bisa kamu ikuti bersama kami baik secara online maupun offline, seperti diantaranya mengikuti polling dan turut menentukan isu-isu lingkungan hidup yang dianggap penting oleh masyarakat. Kami juga telah mengumpulkan cerita-cerita inspiratif dari penjuru Indonesia tentang pahlawan-pahlawan yang tidak dikenal (Silent Heroes) yang telah membuat hal yang sangat berarti bagi alam. Kami tidak sabar untuk untuk membagi kisah mereka kepada kamu akhir minggu ini melalui pemutaran film di beberapa tempat di beberapa kota. 

Bagi kamu yang suka berkreasi, kamu bisa ikutan dalam kegiatan “Make Your Own Campaign Kit” mengenai kebakaran hutan dan juga bisa menjadi bagian dalam penulisan surat kepada presiden terpilih. Semua itu belum lengkap bila kita belum melakukan Hari Aksi Nasional dimana kita akan melakukan aksi bersama secara serempak di beberapa kota untuk menunjukkan kepedulian kita bagi masalah-masalah lingkungan hidup di Indonesia. Bagi kamu yang telah menandatangani petisi 100 persen Indonesia, kamu akan mendapatkan perkembangan dari kegiatan kampanye ini dan bagi kamu yang ingin ikutan menjadi bagian dari kampanye ini, silahkan menandatangangi Petisi 100 persen Indonesia disini dan menjadi bagian dari kampanye ini.

Melalui kampanye 100 persen Indonesia, kita akan menjadi bagian dalam masa transisi yang penting ini, dan kita menggunakan momentum penting ini agar kita melihat pembangunan ekonomi dapat berjalan seimbang dengan upaya perlindungan lingkungan. Kita tentunya menaruh harapan bahwa negara kita dapat semakin mendekati wujud cita-cita kemerdekaannya yang diproklamirkan 69 tahun yang lalu. Kemerdekaan berarti merdeka dari belenggu penjajahan. Setelah bebas dari penjajahan kolonial, kita juga perlu berjuang agar negara kita dapat bebas dari korupsi, kesenjangan, kemiskinan dan kerusakan lingkungan.

Dirgahayu Indonesia!