Suatu saat, ku kan kembali..

Tuk menyampaikan apa yang kudapat

Kita… bisa dan mampu membuat perubahan…

Halo  aku Ina Nisrina Has. Aku sangat bahagia menjadi bagian Greenpeace University (GPU) 2010. Hanya sembilan anak muda yang terpilih, mewakili Indonesia dan Malaysia. Kebanggaanku berada di antara kawan-kawan dari berbagai daerah di Indonesia yaitu Didit, Mayang, Novi, Rika, Sheila, Silka, Viktor dan juga Simpson yang berasal dari Malaysia. Berbagai perbedaan; agama, bahasa, dan pola pikir, tidak menghalangi kami belajar, saling berbagi dan berproses di Greenpeace University. Guys, you are my great friends !

Ada janji yang telah kuikat pada diriku sendiri ketika akan menerima materi yang diberikan. Aku akan menjawab atas berbagai pernyataan orang-orang yang mempertanyakan pilihanku mengapa mengikuti program beasiswa GPU ini. Mereka bilang “Greenpeace adalah organisasi eco fasis. Greenpeace berjuang tidak untuk kemakmuran rakyat”. Namun, tidak sedikit orang yang mendukungku. Mengucapkan selamat menjadi salah satu siswa GPU. Bahkan memberiku kesempatan bekerja sama untuk melakukan advokasi paska mengikuti program GPU. Aku percaya, program ini akan mendidik dan membentukku menjadi juru kampanye lingkungan yang handal di masa depan.

 

 

Greenpeace University 2010

 

Aku berasal dari Aceh, Aku sungguh prihatin atas kondisi lingkungan disana dan Indonesia. Dengan mata kepalaku sendiri, aku pernah menyaksikan bagaimana perusahaan-perusahaan mengeksploitasi sumber-sumber kehidupan kami, menghancurkan hutan-hutan kami, menebarkan polusi mematikan, dan merampas tanah-tanah milik masyarakat. Sementara, masyarakat Aceh, tidak mendapatkan manfaat apapun dari pengerukan dan perusakan yang meraka lakukan. Tidak mendapatkan apa-apa dari alih fungsi hutan menjadi kebun-kebun sawit.

Masyarakat hanya mendapatkan lobang-lobang menganga di tengah hutan, polusi, pencemaran dan bencana. Tekadku, bisa menjadi bagian yang merubah dan memperbaiki  kondisi yang ada saat ini. aku tidak ingin melihat Acehku hancur. Apalagi hancur saat di usia mudaku di depan mataku.

Hampir enam minggu berproses menjadi siswa GPU. Berbagai informasi, pengetahuan dan keterampilan kudapat. Semua materi tentang apa dan bagaimana Greenpeace, aktifitas-aktifitasnya, strategi kampanye sampai cara melobby politik. Aku begitu terkesan dengan aksi-aksi kampanye yang dilakukan Greenpeace melalui dokumentasi audio visual. Yang dikemas menjadi bagian dari materi pelatihan dan disampaikan secara sempurna. Francis dela cruz - instruktur kami tercinta membuka pemikiran kami tentang organisasi lingkungan Internasional yang sangat fenomenal ini.

 

 

 

NVDA Training

 

Semua materi disampaikan oleh narasumber yang ahli dari Greenpeace. Tidak hanya teori, Kami langsung mempraktekan materi yang didapat, baik di dalam kelas maupun diluar. Begitu mendalam kesanku saat kami melakukan training Non Violence Direct Action (NVDA). Kami diposisikan sebagai juru kampanye greenpeace  yang akan menghentikan operasi perusahaan merusak hutan Indonesia. Kami benar-benar merasakan, bagaimana perjuangan menjadi juru kampanye Greenpeace sesungguhnya.

Tidak hanya sekedar berkampanye, Kami pun diajak mempraktekkan dan merasakan, bagaimana menggalang dana dari publik.  Bersama tim Direct Dialog Campaign (DDC), kami melakukan penggalangan dana dari masyarakat sekaligus melakukan upaya penyadaran terhadap pengelolaan lingkungan dan mengajak mereka ikut bersama berjuang untuk lingkungan.

 

Direct Dialogue Training bertemu publik di ruang umum. berkampanye secara langsung

 

Aku akan kembali ke Aceh, menceritakan apa yang telah kupelajari dan dapat. Dan kita semua, bersama Greenpeace, akan berjuang membuat perubahan. Untuk masa depan bumi yang lebih baik.

salam,

Ina