Pada hari kedua perjalanan kami, tim mata harimau telah menemukan pemandangan yang sangat menyedihkan. Habitat Harimau sumatera di wilayah hutan Senepis buluhala yang masuk di dua pemerintahan Kabupaten Rokan Hilir dan kabupaten kota dumai Propinsi Riau tidak jauh dari desa Jumrah tempat kami mendapatkan restu. Sepanjang perjalanan menuju lokasi tersebut truk-truk yang mengangkut kayu-kayu bulat dr hutan alam hilir mudik tanpa ada pengawasan dari aparat.

Akhirnya kami berhasil memasuki wilayah Konsesi perkebunan yang berada di wilayah kabupaten Rokan Hilir Propinsi Riau kawasan hutan senepis. Pemberian ijin-ijin perusahaan yang dilakukan pemerintah di kawasan yang seharusnya bisa dilindungi. Karena di tahun 2007 kawasan ini di canangkan sebagai kawasan konservasi harimau.

Pembukaan lahan untuk perkebunan ini sangat luar biasa. Hutan Senepis Riau dengan karakteristik rawa gambut seluas 106.081 hektare yang dicadangkan sebagai suaka margasatwa pusat konservasi harimau sumatra kini dalam kondisi mengenaskan. Tak ada lagi yang tersisa. Pemanfaatan hutan bukan semata-mata kebutuhan untuk kertas tetapi pemanfaatan yang berguna untuk masyarakat sekitar dan dunia karena dapat meyerap karbon.

Peta bisa di unduh disini

Saat memasuki lokasi perkebunan  saya bertemu dengan masyarakat desa. "Hutan sudah kami sudah habis untuk pembukaan perkebunan. Kekayaan kami berada di sana dengan segala yang di berikan tuhan. Sekarang sudah tidak amanlagi ketika kami menderes karet karena harimau masuk ke kampung kami. Kami meminta pemerintah untuk melindungi hutan yang tersisa sebagai tempat tinggal harimau"

Hilangnya hutan rumah harimau ini membuat jatuhnya korban jiwa dari mmasyarakat maupun dari harimau sendiri. Makanan yang seharusnya tersedia di dalam hutannya hilang hingga mereka masuk ke pemukiman masyarakat. Konflik-konflik yang terjadi bukan karena kesalahan mereka para satwa tetapi kita sebagai manusia harus menghormati batas-batas hidup mereka.

Tim mata harimau mengajak masyarakat di seluruh Indonesia menjadi Mata Harimau. Selamatkan hutan rumah habitat harimau Sumatera.

Daud Bayani - Aktivis