Pada hari Minggu nanti tanggal, 24 April 2011, Greenpeace mengajak kamu semua untuk datang ke Bundaran HI (depan menara BCA) pada acara Car Free Day pukul 7-10 pagi untuk bersama- sama kita belajar dari Bencana PLTN Chernobyl dan Fukushima.  

Greenpeace akan  menampilkan foto-foto dari tragedi Chernobyl dan Fukushima terbaru, untuk mengenang dan merasakan apa yang dirasakan para korban PLTN Chernobyl dan Fukushima yang meninggal, dan mereka yang masih harus hidup dengan kontaminasi radioaktif hingga saat ini.

Dalam acara ini, kamu juga bisa turut ambil bagian, membantu kami membuat seribu origami bangau dan menuliskan pesan kamu didalamnya kepada pemerintah Indonesia agar membatalkan niat membangun PLTN di seluruh Indonesia.  PLTN  adalah energi yang mahal, berbahaya, dan tidak ramah lingkungan bagi kehidupan manusia.

Kenapa Origami Bangau?

Origami bangau adalah simbol perdamaian yang menjadi populer karena kisah Sadako Sasaki, seorang gadis yang meninggal akibat bom atom yang meledak di Hiroshima pada tahun 1945. Menurut cerita dalam buku Sadako dan Seribu Origami Bangau, ketika di ambang ajalnya, Sadako mulai melipat kertas origami berbentuk bangau, terinspirasi oleh cerita Jepang yang mengatakan bahwa orang yang dapat melipat kertas origami bangau sebanyak 1000 buah akan diwujudkan sebuah keinginan, dan Sadako berkeinginan untuk tetap hidup. Sayangnya, Sadako tidak dapat menyelesaikan hingga 1.000 buah , ia hanya mampu membuat sebanyak 644 sebelum kematian menjemputnya terlebih dahulu. Teman-temannya kemudian menyelesaikan hingga 1.000 buah dan menguburkan semuanya bersama jasad Sadako.

Setelah kematiannya, teman-teman sekolahnya menerbitkan kumpulan surat dalam upaya menggalang dana untuk membangun sebuah tugu peringatan yang di peruntukkan kepada semua anak yang meninggal dunia akibat efek dari bom atom. 

Pada tahun 1958, patung Sadako sedang memegang bangau emas  diresmikan di The Hiroshima Peace Memorial, juga disebut Dome Genbaku. Di kaki patung ini tertera sebuah tulisan yang berbunyi:

    "Ini adalah tangis kami, ini adalah doa kami...Damai di Bumi."

Dunia yang damai adalah dunia tanpa Bencana Nuklir dan kita harus berani memilih untuk hidup tanpa PLTN dan mendorong pemanfaatan energi terbarukan secara menyeluruh sebagai solusi pemenuhan energi untuk anak cucu kita di masa mendatang. 

Ayo bersama kita melipat 1000 origami demi sebuah harapan, mengenang mereka yang menjadi korban Nuklir, dan bersama mewujudkan sebuah doa, menciptakan kedamaian di Bumi untuk generasi penerus kita di masa depan.

Kertas Origami yang kami gunakan adalah kertas yang ramah lingkungan

-- Arif Fiyanto, Juru Kampanye Iklim dan Energi