Paulo Adario, teman kami yang mengepalai kampanye Greenpeace di Amazon mungkin tidak tampak seperti pahlawan super yang ada di televisi dengan setelan pakaian ketatnya, tapi kami dengan bangga ingin mengumumkan bahwa ia baru saja mendapat penghargaan sebagai “Pahlawan Hutan” oleh badan Perserikatan Bangsa Bangsa. Pencapaian ini adalah pembuktian atas hasil kerja keras Paulo dan teman teman di Greenpeace Brazil. Kami ingin berbagi cerita lebih lengkap apa yang telah dikerjakan oleh Paulo dan teman temannya, ketika saat ini ia sedang menerima penghargaan tersebut di acara penghargaan Tahun Hutan Dunia di markas PBB di New York  

Kerja keras Paulo untuk melindungi Amazon adalah sebuah inspirasi untuk kita semua, terutama bagi kami di Indonesia dalam upaya menyelamatkan hutan alam nusantara, dan ini adalah bukti nyata bahwa ketika satu orang memutuskan untuk beraksi, semua dapat terwujud.

Kisahnya di Amazon dimulai saat ia memutuskan pindah dari Rio de Janeiro ke Manaus –ibukota negara bagian Amazonas -  di pertengahan 1990.  Di sinilah ia mulai membangun dari nol, kampanye Greenpeace untuk mempertahankan hutan hujan Amazon.

Memimpin tim lapangan yang fokus pada riset dan investigasi, Adario bekerja mengungkap praktik industri kayu sebagai pemicu utama penghancuran di hutan hujan Amazon. Pada 2002, dia memimpin sebuah tim ahli lapangan menuju Amazon untuk membantu suku Deni dalam menentukan batas dan melindungi tanah mereka, dan menghasilkan keputusan perlindungan resmi terhadap 1,6 juta hektar hutan alam. Adario juga memperkenalkan konsep baru, seperti “Green Wall”untuk menggambarkan berbagai area dilindungi yang saling terhubung yang dibutuhkan untuk menghentikan pelanggaran di batas utara akibat perkembangan industri, dan “Nol Deforestasi” – sebuah paket inisiatif politik, ekonomi, dan sosial bertujuan untuk menghilangkan deforestasi sambil memastikan perbaikan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di dalam hutan dan bergantung dari hutan

Keberhasilan kampanye melawan pembalakan liar, menghasilkan keputusan Moratorium perdagangan kayu Mahogany di dunia internasional pada 2003 . Imbas dari kerja keras Paulo juga menarik banyak ancaman pembunuhan terhadapnya dan juga staf Greenpeace dari para penjahat hutan di seluruh penjuru amazon.

Meskipun itu, dia tetap bertahan dan melanjutkan kerja mewujudkan kerjasama bilateral dengan dunia internasional dan kalangan industri untuk menahan penghancuran ilegal atas hutan untuk kepentingan ladang kedelai dan area peternakan. Hasilnya, perjanjian Moratorium Kedelai danIndustri Peternakan masih ada dan berlaku hingga saat ini.

Paulo telah menjadi pionir dalam kampanye penyelamatan Amazon – dari ruang rapat dengan kalangan industri hingga ekspedisi lapangan ke jantung hutan Amazon, hingga mengkoordinasikan kampanye internasional untuk mengungkap para pelaku penghancur hutan dan mendesak solusi yang berkelanjutan.

Bagi kami di Indonesia, negara yang juga memiliki hutan yang tak kalah indah dan tak kalah luasnya nya dari Amazon, apa yang Paulo kerjakan, dan apa yang kami lakukan saat ini, adalah untuk satu tujuan yang sama,  yaitu melindungi hutan alam dunia, paru paru dunia, hutan surgawi dari kehancuran, supaya nanti anak cucu kita kelak dapat menikmatinya juga. Dan untuk mencapai tujuan tersebut, kami menyadari pasti bahwa akan ada banyak rintangan, dan halangan yang menghadang. Tapi kami percaya, ketika satu orang seperti anda mau untuk beraksi dan bergabung bersama kami dalam perjuangan melawan perusak hutan Indonesia, menjadi bagian dari Supporter, Volunteer, atau bahkan Cyber Aktivis kami, semua itu pasti akan terwujud.

Jadilah pahlawan penyelamat hutan dengan menjadi mata harimau yang menjaga dan memantau hutan Indonesia melalui www.greenpeace.or.id/mataharimau