Berita bahwa kapal Rainbow Warrior akan kembali datang ke Indonesia telah tersebar luas. Seluruh masyarakat yang berada di pulau Jawa sangat antusias karena kapal akan berlabuh di Jakarta dan Cirebon, Mereka akan datang bertemu dengan Rainbow Warrior kapal legendaris Greenpeace bersama keluarga dan teman-teman.

Tetapi datanglah berita dari Pemerintah Indonesia – tanpa menjelaskan alasannya – bahwa mereka melarang Rainbow Warrior memasuki perairan Indonesia di detik-detik terakhir. Rainbow Warrior masih menunggu di luar wilayah Indonesia, menanti ijin masuk ke wilayah Indonesia yang tercatat kaya akan keanekaragaman hayati dan harus segera di lindungi dari kepunahan dan keserakahan manusia. Sedikit senyum bagi kami karena dukungan seorang Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengatakan pada media bahwa dicegahnya Rainbow Warrior masuk Indonesia merusak reputasi bangsa Indonesia di dunia internasional karena kapal ini datang dalam misinya memerangi dampak buruk perubahan iklim.

Para aktivis Greenpeace sampai detik ini masih melakukan segala upaya membuat harapan puluhan ribu supporter, facebook fan dan follower Greenpeace Indonesia untuk bersama Rainbow Warrior membalikan arus menuju Indonesia yang hijau nandamai .

Pejuang pelangi itu tetap bersemangat

Kami tidak ingin mengecewakan mereka, mungkin ada yg tidak mendengar berita penundaan berlabuhnya kapal di Jakarta sehingga mereka tetap datang ke pelabuhan jadi beberapa volunteer kami tetap berada di pelabuhan ditempat di mana kapal kami di rencanakan bersandar.

Di hari Sabtu, 16 Oktober 2010 di Pelabuhan Penumpang Tanjung Priok ruang acara yang telah kami pesan kami dekorasi dengan gambar-gambar indah hutan Indonesia serta kerusakan yang telah dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Dan karena ini perjalanan Rainbow Warrior II yg terakhir di Asia tenggara sebelum di pensiunkan, Sebuah model Rainbow Warrior III setinggi 2 meter telah terpajang di ruanga itu. Layar besar, kamera dan jaringan internet yang bisa menghubungkan Rainbow Warrior dengan kami di Darat.

Hari yang tadinya kami bayangkan akan menjadi hari yg sedih karena mengecewakan banyak orang seketika berubah menjadi sebuah perayaan. Tamu-tamu pertama datang membawa rangkaian besar balon warna-warni. Seorang supporter Greenpeace dan orang tua dari bocah berusia 4 thn bernama Dava, telah berencana untuk merayakan ulangtahun ysng ke 4 bersamaan teman-temannya dengan Rainbow Warrior dan Greenpeace. Rencana keluarga kecil itu tetap berlangsung, Ruangan itu pun pecah dengan keramainan tawa anak-anak, orang tua dan pendukung Greenpeace lainnya.

 

Dava membawa kue ulang tahun yang indah, sebuah pulau yang penuh dengan hewan-hewan yang membintangi film Madagascar: zebra, singa, jerapah, kuda nil dan penguin-penguin lucu.

“Itu isi bumi loh kak” ujar “si lumba-lumba” panggilan orangtuanya pada Dava.

Kapal kami yg sedang lego jangkar di lepas pantai di luar Indonesia membentangkan banner dengan kalimat berbahasa Indonesia : “Apa Kabar? Semoga kita bertemu segera”. Dengan serentak anak-anak dan seluruh orang yg ada di apal itu mengangkat tulisan semangat untuk mereka yang bertuliskan “Keep your spirits up” [Tetap semangat] dan “We love the Rainbow Warrior” [Kami mencintaimu Rainbow Warrior]. Dan saat itu jarak tak membuat semangat kami terpatahkan.

Setelah pertunjukan, pertunjukan musik, sulap dan kedatangan ‘Spiderman’, Juru kampanye Greenpeace, Hindun, berbicara dengan anak-anak mengenai hewan-hewan istimewa Indonesia, orangutan, gajah dan harimau Sumatra yang harus kita selamatkan karena mereka sama seperti kita mahkluk bumi. Lalu kami semua dan anak-anak berseru: "Selamatkan Hutan!"

Selain teman-teman Dava, Dua wanita asal Surabaya yang berniat ke Jakarta hanya untuk mengunjungi Rainbow Warrior pun hadir disana. Mereka mengatakan "Kami perlu perubahan. Rainbow Warrior harus meneruskan misinya. Kami perlu Greenpeace di sini untuk memastikan perubahan terjadi. "

Terima Kasih untuk tetap bersama kami da tetap percaya “Pelangi takkan pernah bisa ditenggelamkan.”

Apakah Pemerintah Indonesia mau bersama kita untuk balikkan arus, untuk masa depan yang hijau dan damai?