… karena dunia semakin panas.

save the arctic

Penelitian memaparkan bahwa es di Arktik membantu memoderasi iklim global. Arktik membuat planet ini sejuk dengan merefleksikan kembali ke angkasa 80% dari sinar matahari yang jatuh pada permukaan es. Selama musim panas, saat es mencair, alih-alih memantulkan kembali 80% sinar matahari ke angkasa, laut menyerap 90% sinar matahari dengan efek pemanasan bumi.  Mekanisme ini dapat terganggu bahkan oleh peningkatan suhu sedikit yang mengarah ke pemanasan yang lebih besar dari waktu ke waktu.

Dan dalam 30 tahun terakhir, 75% dari lautan es di Arktik mencair.

 

Variasi liar yang disebabkan perubahan iklim tidak hanya membuat hujan turun di waktu-waktu yang tidak terduga lalu menyebabkan banjir, lebih dari itu implikasi bencana yang terjadi di kawasan Asia Tenggara termasuk di Indonesia menjadi tak terlekan.

Mustinya hal ini membuat kita berhenti dan berpikir keras tentang bagaimana menjaga kawasan Arktik. Tapi yang tercium saat ini adalah aroma keserakahan untuk memanfaatkan es yang mencair di Arktik. Perusahaan raksasa SHELL bergerak masuk Arktik untuk mengeksploitasi minyak menghadapkan Arktik pada ancaman besar, peningkatan es yang mencair, polusi serta ancaman tumpahan minyak.

Meski jarak Asia Tenggara dan Arktik terbentang 6.000 mil jauhnya, tapi apa yang terjadi di Arktik tidak akan tinggal di Arktik saja. Ketika para ilmuwan memperkirakan kenaikan suhu 4 derajat akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan maka dunia akan semakin panas. Kota-kota di Asia Tenggara akan terendam banjir akibat kenaikan permukaan laut.

Renungkan lagi fakta ini. Lalu setelah Anda melihat dengan jelas benang merah Arktik dan Asia Tenggara, Anda punya pilihan bergabung bersama kami dan 3 juta lebih pendukung lainnya yang berkomitmen untuk melindungi Arktik.