penebangan hutan di sumatra

Kalau hutan bisa bicara, sudah pasti ia punya banyak cerita. Saya kerap membayangkan menghabiskan sebuah sore hari yang indah bersama hutan, ditemani secangkir kopi sambil mendengarkan alunan lembut lantunan musik dari alam.  Lalu berceritalah hutan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya sampaikan.

Anda tertarik mendengarkan percakapan kami?


 

Saya: Apa kabarmu wahai Hutan?

Hutan :  Tidak terlalu baik kawan (menarik nafas panjang) Hari ini,  yang tersisa hanya setengah dari wilayahku di Indonesia dan aku terus kehilangan wilayahku sekitar 620.000 hektar per tahun. Padahal hutan hujan di negara kamu Indonesia adalah yang terbesar ketiga di dunia setelah saudaraku di Brazil dan Kongo Basin. 

Saya :  Mengapa kau hancur dan siapa yang bertanggung jawab?

Hutan : Ini yang kutahu, hutan hujan Indonesia dan lahan gambut kaya karbon sedang dihancurkan untuk membuat produk konsumen sekali pakai—kelapa sawit untuk produk seperti sampo, pasta gigi, dan cokelat, juga kertas untuk majalah, tisu toilet, dan kemasan karton. Kerusakanku terjadi saat wilayahku dibersihkan untuk perluasan perkebunan kelapa sawit dan pohon-pohon ditebangi untuk keperluan industri kertas.

Saya: Manfaatmu luar biasa besar bagi umat manusia, sudah seharusnya kau dilindungi.

Hutan : Betul, hutan tropis adalah salah satu gudang terbesar keanekaragaman hayati, dua per tiga spesies daratan dunia terdapat di hutan. Kami juga membantu mengatur iklim bumi karena menyimpan hampir 300 miliar ton karbon dalam siklus hidupnya—setara dengan sekitar 40 kali emisi gas rumah kaca tahunan dari pembakaran bahan bakar fosil yang kalian hasilkan. Namun banyak makhluk langka, sahabat-sahabatku — orangutan, harimau, gajah, dan badak hutan—yang kini semakin terancam punah karena rumahnya hilang, kasihan mereka. 

Hutan:  Adakah cara untuk melindungiku tanpa mengabaikan kepentingan-kepentingan kalian wahai manusia. 

Saya :  Ada, kami di Greenpeace bersama dengan supporter kami sedang berusaha melindungimu tanpa mengorbankan kepentingan perekonomian rakyat Indonesia. Kami mendorong diterapkannya perkebunan kelapa sawit yang lestari dengan melindungi kawasan hutanmu yang bernilai konservasi tinggi. Sudah ada beberapa produsen minyak sawit yang menunjukkan kepemimpinan dan berkomitmen untuk melindungimu, dan komitmen mereka ini menunjukkan bahwa perkebunan kelapa sawit yang bertanggung jawab dan berkelanjutan sangat mungkin dilakukan.

Hutan: Wah terimakasih kawan, adakah cara-cara praktis yang bisa dilakukan manusia lainnya untuk melindungiku?

Saya : Tentu, salah satu langkah praktis yang dapat kami lakukan untuk melindungimu adalah dengan lebih teliti lagi ketika memilih produk-produk yang kami gunakan sehari-hari. Keputusan yang  diambil hari ini untuk menjadi konsumen yang selektif dapat menciptakan perubahan – perubahan penting, bagimu, bagi masa depan planet bumi, generasi yang akan datang serta tak kalah pentingnya bagi sahabat-sahabatmu yang terancam punah seperti orang utan dan harimau Sumatera.

harimau sumatra

Mendengar ini hutan tersenyum, dan menghembuskan oksigen murni kepada dunia. Sayapun ikut tersenyum karenanya. Sambil beranjak meningalkan hutan, saya bersenandung menyanyikan lagu untuk hutan, semoga ia bisa tidur nyenyak malam ini mengetahui ada para pembela hutan yang berjuang untuk memastikan masa depannya tetap ada.