Pagi ini sekitar pukul 09:00, Kepala Negara, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi beberapa Menteri Kabinet bersama Ibu Negara dan keluarga datang mengunjungi Kapal Rainbow Warrior yang tengah berlabuh di Pelabuhan Nusantara Dua, Tanjung Priok – Jakarta. Beliau disambut Direktur Eksekutif Greenpeace, Kumi Naidoo dan kepala Greenpeace di Indonesia Longgena Ginting yang segera memberikan  presentasi tentang Kapal Rainbow Warrior serta hasil perjalanan selama satu bulan melintasi perairan Nusantara. Setelah itu Kumi Naidoo mengundang Presiden serta rombongan untuk naik ke atas kapal.

Undangan untuk mengunjungi Kapal Rainbow Warrior ini disampaikan Kumi Naidoo satu tahun lalu ketika bertemu Presiden di Istana Negara Jakarta.  Dan setelah satu tahun, Kumi bertemu lagi dengan Presiden SBY. Dalam kesempatan ini, Kumi menyampaikan apresiasinya atas komitmen Presiden melindungi dan menjaga hutan serta mengurangi  emisi. Secara khusus Kumi menyampaikan terima kasih kepada Presiden atas keputusan memperpanjang moratorium hutan.

Dalam pernyataannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut upaya Greenpeace menyelamatkan dan melindungi lingkungan di Indonesia serta di seluruh dunia.  Presiden meminta Greenpeace untuk terus berkampanye serta memberikan solusi. Presiden menyambut kritik yang disampaikan Greenpeace dan meminta untuk menyampaikan pada dunia tentang pencapaian  yang telah dilakukan di Indonesia dalam upaya perlindungan lingkungan. 

Pertemuan pagi ini adalah sebuah pertemuan monumental dalam rangkaian penutupan tur Rainbow Warrior di Indonesia yang bertema: 100% Indonesia, Laut Kita, Hutan Kita, Masa Depan Kita. Telah satu bulan lamanya Rainbow Warrior mengarungi perairan Indonesia, berlayar dari Papua, Bali hingga Jakarta dan menyaksikan keanekaragaman hayati laut dan hutan Indonesia.

Dua hari sebelum tiba di Jakarta, Rainbow Warrior melintasi perairan Batang, dan disambut 300 flotila nelayan dari 5 desa di Batang yang berjuang menolak rencana pembangunan listrik tenaga batubara. Kunjungan Rainbow Warrior ke Batang itu adalah untuk memberikan dukungan solidaritas terhadap masyarakat Batang yang menolak pembangaunan tersebut.

Pertemuan pagi ini adalah sebuah momentum penting bagi Greenpeace sebagai organisasi kampanye independen yang  dapat bekerjasama dengan setiap pihak yang memiliki komitmen untuk menjaga kelsetarian alam dan kekayaan keaneka ragaman hayati. Dalam melakukan kampanye Greenpeace  menggunakan berbagai pendekatan dan strategi termasuk membangun dialog politik dengan pemerintah.

Dialog politik secara elegan telah ditunjukkan oleh Greenpeace hari ini. Dialog politik yang tidak akan mengurangi sedikitpun independensi Greenpeace. Greenpeace akan tetap kritis dengan kebijakan negara yang merugikan lingkungan. Greenpeace akan tetap berkampanye melawan pengrusakan lingkungan.