Sebuah hari dimana kami bisa menghirup udara segar perubahan terjadi – meskipun terlihat seperti kemenangan kecil tapi hal ini tetap penting.

Dua hari yang lalu, tepatnya tanggal 13 Mei 2013 kami memberikan konfirmasi tentang produsen minyak sawit juga perusak hutan, Duta Palma yang akhirnya dikeluarkan dari RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) – sebuah organisasi dengan tujuan untuk memastikan produksi minyak sawit lestari yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Anda mungkin ingat pada Duta Palma, kami telah melakukan investigasi dan membuka kedok praktek mereka selama beberapa tahun terakhir, tiga minggu lalu kami baru mengungkapkan aktifitas brutal mereka di Indonesia.

Perusahaan ini memiliki sejarah panjang merusak hutan Indonesia, konflik dengan masyarakat,  ketidaksahan dan ketidak patuhan pada peraturan RSPO. Tapi akhirnya, Duta Palma tidak lagi mendapatkan tanda persetujuan dari RSPO.

Ini berita baik, meskipun perlu waktu yang cukup panjang bagi RSPO untuk mengambil keputusan.

Pendukung kampanye hutan Greenpeace di seluruh dunia dapat bergembira bersama orang-orang yang hidupnya bergantung pada hutan Indonesia yang kaya serta satwa yang terancam  ekspansi yang tak mengenal belas kasihan oleh perusahaan yang merusak seperti Duta Palma.

Tapi sayangnya, kasus Duta Palma belum selesai sampai disini. Operasinya terus berlanjut begitu pula dengan warisan penghancuran lingkungan dan sosial yang akan terus hidup.

Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan  apa yang baru saja terjadi bukan berarti dengan menjadi anggota RSPO adalah tanda bahwa minyak sawit yang Anda beli sudah bebas dari perusakan hutan.

Pada akhirnya, semua bergantung pada para pemain di industri minyak sawit untuk bertanggung jawab atas rantai pasokan mereka. Kasus Duta Palma telah menyingkap resiko yang dihadapi oleh merek-merek global ternama bahwa minyak sawit yang mereka beli melalui perdagangan internasional bisa saja berasal dari operasi ilegal dan destruktif. Cargil, perusahaan swasta terbesar di dunia dengan jelas menyatakan tidak lagi melakukan transaksi dengan Duta Palma. Tapi perusahaan lain seperti Wilma Internasional dan Sime Darby yang telah diketahui memasok minyak sawit kotor dari Duta Palma ke pasar internasional harus membersihkan rantai pasokan mereka. Mereka harus berkomitmen pada praktek nol deforestasi.

Kita juga memerlukan solusi politik. Kami mendesak
pemerintah agar menggunakan
perpanjangan moratorium untuk meninjau  semua area konsensi yang ada agar tak ada lagi operator brutal yang lolos dari kejahatan lingkungan.

Jadi, masih banyak yang harus dilakukan. Kami akan melanjutkan investigasi, mendokumentasikan dan mengekspos deforestasi serta kehancuran yang berdampak terhadap komunitas yang bergantung pada hutan, populasi harimau di Indonesia yang sangat berharga juga iklim. Kami berharap dapat segera melaporkan berita baik lainnya dalam waktu dekat.

Tetaplah bersama kami untuk hutan Indonesia dan dunia.

Suzanne Kroger adalah Juru Kampanye Minyak Sawit Greenpeace Internasional.