Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan kegembiraan kami ketika akhir April lalu   pemerintah mengeluarkan ijin untuk membawa kembali kapal legendaris Greenpeace “Rainbow Warrior” masuk ke perairan Indonesia.  Karena kekuatiran yang berlebihan atas kampanye lingkungan  Greenpeace, kapal ini pernah dilarang masuk pada tahun 2010. Namun kali ini bukan saja diijinkan masuk, bahkan Kepala Negara pun datang berkunjung tanggal 7 Juni di Jakarta. Sebuah pengakuan penting bagi kampanye Greenpeace untuk upaya perlindungan alam Indonesia.

Pelayaran sebulan Rainbow Warrior di nusantara adalah sebuah epik tentang penyelamatan hutan dan laut nusantara yang kaya namun rapuh dan terancam.  Kekayaan  hutan dan laut Papua menjadi hal pertama yang disaksikannya.  Sambil merayakan Hari Keanekaragaman Hayati tanggal 22 Mei, Rainbow Warrior menyaksikan langsung keanekaragaman hayati di Teluk Cendrawasih dan perairan Raja Ampat yang perlu dilindungi seperti  ikan Hiu Paus  dan Penyu Belimbing di Pantai Jamursba Medi  yang tengah terancam pembangunan jalan Trans Papua. Jika pembangunan ini diteruskan, tidak hanya pencurian telur dan penangkapan penyu yang akan meningkat, namun polusi cahaya dari lampu kendaraan dan permukiman yang akan tumbuh di sepanjang jalan potensial mengganggu navigasi binatang ini dan membingungkan mereka. Selanjutnya, dalam pelayarannya dari Bali menuju Jakarta, Rainbow Warrior singgah diperairan Batang sebagai ujud solidaritas kepada para nelayan desa Roban dan sekitarnya yang berjuang menyelamatkan laut, rumah dan penghidupan mereka dari ancaman dampak pembangunan PLTU raksasa di Batang. 

Perjalanan yang bertema: “100% Indonesia, Bersama Melindungi Hutan dan Laut Kita” bermaksud untuk merayakan keanekaragaman hayati sekaligus menjadi saksi betapa rentan dan rapuhnya alam Indonesia di balik keindahannya.  Pelayaran ini membuktikan bahwa kita tengah berpacu dengan waktu menghadapi kerusakan yang pada akhirnya tak dapat terpulihkan.

 

Rainbow Warrior, kapal terbaru armada Greenpeace adalah salah satu kapal laut paling ramah lingkungan yang pernah dibuat di dunia, memenuhi standar paspor hijau internasional bagi kapal ramah lingkungan. Rainbow Warrior telah menjadi jiwa bagi kampanye global Greenpeace selama lebih dari 35 tahun dan reinkarnasi ketiga dari kapal legendaris Rainbow Warrior. Kapal pertama berlayar  tahun 1978 sebelum dibom oleh Pemerintah Perancis  tahun 1985 saat akan melangsungkan protes terhadap aksi percobaan nuklir Perancis di Pasifik. Rainbow Warrior kedua mulai berlayar tahun 1989 dan berkampanye mencegah pengrusakan lingkungan selama 22 tahun di seluruh belahan bumi. Dan salah satu hal yang paling membanggakan, Rainbow Warrior baru yang diluncurkan bulan Oktober 2011  didanai oleh individu-individu pendukung Greenpeace dari seluruh dunia termasuk Indonesia. Rainbow Warrior adalah bentuk kepedulian bersama Greenpeace dan para pendukung kami akan masa depan planet bumi. Seperti yang disuarakan oleh kelompok band Navicula dalam lagu terbaru mereka

Kedatangan Rainbow Warrior di Indonesia adalah sebuah momentum penting bagi Greenpeace dan seluruh masyarakat Indonesia. Negeri ini adalah rumah keanekaragaman hayati laut dan hutan alami terkaya di dunia.  Ekosistem perairan kita adalah rumah bagi keragaman spesies air yang paling tinggi di dunia, dan meskipun daratan kita hanya 1,3 persen dari total permukaan daratan bumi, namun sekitar 10 persen hutan hujan dunia berada di sini.  Indonesia adalah rumah bagi 12 dari 100 jenis mamalia dunia dan 16 dari 100 jenis reptilia dunia.  Hari ini, hutan hujan Indonesia dan spesies di dalamnya menghadapi tekanan beruntun dari deforestasi yang merajalela akibat eksploitasi  yang merusak dan ekspansi tanaman monokultur.

Masyarakat kita terdiri lebih dari 300 budaya lokal, dimana sebagian dikenal dengan baik di seluruh dunia sebagai penjaga pengetahuan yang luas dan telah terjaga dari generasi ke generasi.  Mereka telah teruji hidup harmoni, menjaga dan memelihara ekosistem alamiah.  Dalam pelayaran ini kami belajar dari kearifan masyarakat adat di desa Kwatisore dalam menjaga hutannya atau inisiatif masyarakat adat di Sorong Selatan dalam mengelola hutan mereka. Pemerintah perlu memberi pengakuan atas hak dan model kearifan pengelolaan hutan berbasis masyarakat ini. Dan karena telah terbukti pengelolaannya yang berkelanjutan, model ini perlu dipromosikan sebagai alternatif pengelolaan hutan yang selama ini cenderung eksplotatif dan merugikan masyarakat lokal.

Perairan laut Indonesia adalah salah satu habitat pesisir dan laut yang paling beragam. Terumbu karangnya adalah yang paling terkaya secara alamiah di dunia dengan perkiraan 590 spesies karang keras yang terdata. Dalam terumbu ini bermukim beragam populasi ikan dan spesies laut lainnya paling tidak terdapat 2.200 spesies ikan karang yang tercatat. Namun para ahli mengidentifikasi terumbu karang Indonesia sebagai salah satu tempat keanekaragaman hayati yang paling terancam dan dalam bahaya karena overfishing, polusi dan perubahan iklim.

Keanekaragaman terumbu karang di kepulauan Raja Ampat yang tertinggi di dunia terancam oleh operasi pertambangan nikel di Pulau Gag yang akan membuang tailing beracun ke dasar laut dekat pulau tersebut. Ancaman lain dari pertambangan adalah operasi tambang emas terbesar di dunia, Freeport Mciran di pegunungan Jaya Wijaya. Meskipun pertambangannya berada jauh di atas pegunungan, dampaknya juga pada akhirnya sampai di laut Arafura, dimana sekitar 200,000 ton tailing sisa limbah pencucian batuan dibuang di sungai Otomina dan Ajkwa yang berakhir di laut tersebut.

Kapal Rainbow Warrior  adalah aset unik dalam upaya penyelamatan planet bumi dan melindungi kepentingan umat manusia. Kapal kami berada di garis depan kampanye Greenpeace, kerap berlayar ke tempat terpencil untuk menjadi saksi langsung serta melakukan aksi menghentikan perusakan lingkungan. Dalam pelayaran ini pula Rainbow Warrior berada di Indonesia untuk meluncurkan kampanye laut Greenpeace Indonesia. Kami mengajak warga Indonesia, khususnya kaum muda untuk menjaga lautaan kita. Mendaftarlah menjadi pembela lautan.

Kita, masyarakat Indonesia, memiliki tantangan luar biasa dalam membangun tanpa merusak lingkungan. Kita perlu bekerja bersama untuk memastikan bahwa lingkungan kita yang unik dan berharga ini dikelola lebih baik sebelum terlambat. Greenpeace ada karena bumi yang rapuh ini membutuhkan suara. Ia perlu solusi.

Untuk memastikan bahwa Greenpeace tetap independen dan tidak dipengaruhi oleh kepentingan bisnis atau politik, Greenpeace memiliki kebijakan ketat dalam sumber pendanaan. Greenpeace mengandalkan pendanaannya dari individu-individu. Kami berterima kasih kepada dukungan 30.000 orang Indonesia yang membantu mendanai kegiatan dan kampanye kami. Dukungan individu ini memastian bahwa kegiatan kami jalankan berdasarkan suara dan kepedulian anggota dan pendukung kami, berdasarkan kepentingan bumi, dan juga generasi yang datang.