Apapun pendapatmu mengenai makanan cepat saji, kamu pasti tidak akan setuju jika hutan alam diubah menjadi kemasan pembungkus yang nantinya hanya akan berakhir di tempat sampah. Sayangnya, justru itulah yang terjadi. Asia Pulp and Paper (APP) memasok KFC dengan produk kemasan yang terbuat dari hutan alam Indonesia.

Kolonel Sanders yang asli tidak bisa membayangkan perusahaan yang ia dirikan pada 1930 akan menjadi salah satu pendorong kehancuran hutan di belahan bumi lain yang jauh dari tempat ia memulai bisnis ini di Kentucky, AS. Tapi laporan terbaru Greenpeace Internasional, “Bagaimana KFC Terlibat dalam Perusakan Hutan” dengan sangat gamblang menunjukkan hal tersebut. Investigasi terhadap jaringan penyalur dan uji forensik mengungkap jelas bagaimana KFC membeli kertas yang terbuat dari serat kayu alam yang dipasok oleh APP. Sumber kayu alam APP berasal dari habitat Harimau Sumatera yang berada dalam ancaman kepunahan. Minggu lalu, perusahaan membuat klaim yang mereka bilang sebagai komitmen baru perlindungan hutan. Kenyataannya, mereka masih akan terus mengandalkan pasokannya dari pembukaan hutan alam. Hari ini Greenpeace meluncurkan kampanye global mengajak KFC dan perusahaan induknya Yum! untuk berubah dan tidak lagi memakai penyuplai yang terkait dengan perusakan hutan. Sebagai pembukanya, kami meluncurkan video yang menampilkan Kolonel yang panik karena resep rahasianya akhirnya terbongkar. Saksikan di sini.

Sementara itu para aktivis yang mendatangi markas besar KFC di Louisville, Kentucky mencoba menyadarkan para eksekutifnya bahwa mereka tidak dapat lagi menghindar dari isu ini, tepat pada saat mereka datang untuk bekerja. Spanduk raksasa dengan gambar Harimau Sumatera telah diletakkan di pilar utama markas KFC dengan pesan “KFC, Stop buat rumahku jadi sampah”. Gedung tersebut, mempunyai julukan “Gedung Putih” karena kemiripannya dengan kediaman Presiden AS, menghadap sebuah danau dimana tim aktivis lain mengerahkan spanduk lainnya kepada ratusan pegawai Yum! dengan pesan yang sama. 

KFC dan Yum telah melakukan upaya yang paling sedikit dibandingkan dengan perusahaan makanan cepat saji lainnya dalam menyingkirkan rantai penyalur mereka dari penghancuran hutan alam, mengacuhkan bukti bukti dan menyeret kaki mereka selama bertahun-tahun ketika kami dan lainya juga telah mencoba mendorong mereka mengubah sumber mereka. Jika spesies yang terancam seperti Harimau Sumatera ingin tetap ada dan bertahan di alam bebas, perusahaan seperti KFC tidak boleh lagi melanjutkan kebiasaan mereka memalingkan muka dan menutup mata terhadap perusakan hutan.

Tapi kini gerakan perubahan telah mengudara dan kami butuh ribuan orang seperti kamu untuk bergabung

Kami percaya KFC dan Yum! dapat melakukan ini lebih baik lagi. Bantu katakan kepada Kolonel bahwa resep rahasianya untuk penghancuran hutan sangat “tidak baik”. Saat ini orang-orang dari seluruh dunia, dari Indonesia hingga Cina, Australia hingga Amerika dan penjuru Eropa sedang mengatakan salah satu perusahaan makanan cepat saji terbesar di dunia bahwa perusahaan yang bertanggung jawab tidak membuat hutan hujan menjadi sampah.

Bergabunglah dengan gerakan perubahan hari ini dan bantu ubah resep rahasia KFC yang berbalut penghancuran hutan