Pemenang Ketiga Lomba Blog Hutan Greenpeace Indonesia


PROLOG

Akhir-akhir ini kita sering mendengar beberapa hewan yang ditemukan mati di kebun binatang? Salah siapa? Kalau mau menuding-nuding siapa yang salah, ya memang mudah saja. Tapi jangan terlalu cepat menyalahkan, karena sebenarnya kejadian yang tragis yang menimpa satwa-satwa tersebut secara tidak langsung merupakan salah kita. Tidak percaya?

HUTAN ADALAH PELINDUNG

Kebun binatang atau taman safari merupakan bagian sejenis lembaga konservasi yang ada di Indonesia. Mungkin dari kita ada yang berpikir, mengapa satwa yang sudah memiliki habitat sendiri, dipindah ke kebun binatang atau ke taman safari? Itulah tujuan lembaga konservasi ex-situ – lembaga konservasi di luar habitat satwa, bisa dibilang benteng terakhir untuk melindungi satwa.

Jika konservasi ex-situ perlu ditingkatkan kualitasnya, bagaimana dengan keadaan lembaga konservasi yang berada di dalam habitat asal satwa atau yang disebut in-situ? Hutan di Indonesia yang kaya dan beragam merupakan habitat utama bermacam-macam satwa yang terancam punah. Jika melihat sumber ini http://www.greenpeace.org/seasia/id/campaigns/melindungi-hutan-alam-terakhir/, maka hutan akan habis dalam 10-20 tahun ke depan. Jika hutan habis maka masih habislah pula keberadaan satwa-satwa tersebut.

Tapi masih ada lembaga konservasi ex-situ sebagai benteng terakhir kan? Lalu untuk apa repot-repot menjaga hutan?

Sayang sekali, saat kita berbicara mengenai kerusakan hutan, tidak hanya kehidupan flora dan fauna saja yang terpengaruh, bahkan kehidupan manusia juga akan terkena dampaknya. Pada dasarnya bumi itu berada dalam keseimbangan. Bila terjadi satu perubahan yang tidak baik di bumi maka hal ini akan ada berpengaruh terhadap makhluk hidup yang ada di bumi, termasuk kita.

Oleh karena itu ada banyak perubahan buruk pada bumi jika hutan semakin rusak yang dapat memberikan pengaruh buruk pada kehidupan kita seperti perubahan iklim yang berbahaya: http://www.greenpeace.org/seasia/id/campaigns/melindungi-hutan-alam-terakhir/hutan-dan-perubahan-iklim/.

PROTECTPARADISE:  SAATNYA MELINDUNGI HUTAN

Banyak orang menggantungkan urusan hutan kepada pemerintah dan tidak melakukan apa-apa walau tahu hutan sedang terancam. Biarlah pemerintah melaksanakan tugas dan kewajibanya, namun kita sebagai warga negara yang baik atau lebih tepatnya penghuni bumi pertiwi, juga harus melaksanakan tugas kita menjaga hutan sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kita.

Cara 1: Dukung kampanye Protect Paradise yang bisa kita lakukan sekarang juga. Bergabunglah bersama ratusan ribu orang lainnya sebagai langkah awal melindungi hutan Indonesia. Klik: http://www.greenpeace.org/seasia/id/aksi-kamu/Protect-Paradise/

Cara 2: Hubungkan berbagai hal yang diri kita miliki dengan hutan, seperti basis keilmuan kita untuk melindungi hutan secara kreatif.

Misalnya saya yang menekuni dunia arsitektur. Apa yang bisa ‘arsitektur’ lakukan demi menjaga hutan? Kita mulai dari elemen kecil dari hutan yaitu pohon. Saat mendesain, saya tidak akan menebang pohon. Saya akan memanfaatkankan pohon, bahkan menambahkan pohon. Saya teringat kata-kata dari seorang arsitek terkenal Frank Llyod Wright yang kurang lebih seperti ini, “Jika desainmu kurang bagus tambahkan satu pohon, jika kurang bagus juga tambahkan satu pohon, jika masih kurang tambahkan lagi karena pohon membuat bangunan menjadi indah.” 

Bagaimana dengan keilmuan lain?

Semua keilmuan, dapat dimanfaatkan untuk melindungi hutan. Ada banyak hal kreatif yang bisa kita lakukan sesuai dengan keilmuan jika kita mau sejenak berpikir dan sedikit berimajinasi. Seperti Kimia? Mungkin kita bisa meneliti dan menghasilkan temuan bahwa senyawa kimia tertentu dapat meningkatkan kualitas tanaman secara signifikan pada hutan dengan jenis tertentu. Tata Boga? Mungkin kita bisa membuat masakan sehat dari bahan baku yang dapat ditemukan di hutan yang sudah diuji kandungan nutrisi dan gizinya lalu dipasarkan dan dikembangkan hingga dibuat restoran dengan berbagai cabang seperti bisnis waralaba yang keuntungannya untuk hutan. Pada akhirnya tidak hanya cukup satu keilmuan yang dapat mempertahankan hutan, kombinasi berbagai keilmuan akan menciptakan dukungan efektif dan menakjubkan bagi hutan kita. Kita makhluk kreatif. Kita bisa menjadi pelindung hutan yang kreatif, bukan?

EPILOG

Loh jadi benar ini salah kita? Ya, dengan tidak berbuat apa-apa, dan membiarkan kerusakan lingkungan terus terjadi, sama saja dengan menonton mereka (satwa) sedang tersiksa mati perlahan-lahan. Menyalahkan memang mudah, tapi memberikan solusi tepat dan melaksanakannya perlu kesungguhan jiwa yang besar.

Sehingga kita punya rumus baru:

Dengan tidak menjaga hutan, itu berarti kita tidak menjaga kehidupan termasuk satwa.

Dengan menjaga hutan, itu berarti kita menjaga kehidupan makhluk hidup di bumi.

Sebarkan berita darurat ini ke keluarga dan teman-teman kita, bahwa satwa-satwa kita membutuhkan hutan, hutan perlu diselamatkan, hanya kita yang dapat melakukannya, karena kita bisa hidup dengan nyaman sampai saat ini berkat hutan.

Salam saya ucapkan kepada semua pelindung hutan yang kreatif.

Tulisan dan gambar oleh:

Afif Fajar Zakariya, Malang
Sebagai pemenang lomba blog untuk hutan #protectparadise