Dari Jayapura kami bergerak menuju Manokwari mengarungi lautan Papua yang biru dan tenang. Akhirnya  untuk pertama kalinya saya berlayar bersama  Rainbow Warrior, kapal kampanye Greenpeace terbaru.  Ia adalah kapal pertama didesain sedemikian rupa untuk memenuhi ekpektasi efisiensi dan perlindungan lingkungan tertinggi dari semua kapal laut di dunia. Seperti halnya operasional Greenpeace, biaya pembuatannya didanai dari donasi para supporter, individu-individu yang mendukung kegiatan Greenpeace dari seluruh dunia. Tanpa kontribusi dana dari pemerintah, perusahaan ataupun partai politik manapun. Setelah mengarungi perairan dunia sejak diluncurkan pada akhir 2011, kini ia tiba dan berlayar di Indonesia.

‘There is no passenger, just crew’  tidak ada penumpang, yang ada hanya kru”.  itulah yang diajarkan kepada kami di Rainbow Warrior. Setiap pagi setelah sarapan kami semua harus bekerja bersama membersihkan setiap sudut kapal dan merawat setiap peralatan untuk memastikan sang Ksatria Pelangi ini siap beraksi kapanpun diperlukan.

Walaupun kerap berlayar berminggu-minggu di tengah laut,  penanganan sampah di kapal ini tidak sembarangan. Di Rainbow Warrior ada kru yang bertanggung jawab terhadap penanganan sampah, pekerjaannya disebut Garbologist. Setiap sampah dari awal telah dipisah-pisahkan menurut jenisnya, mulai dari kertas, kardus, sampah yang tidak dapat didaur ulang, sampah yang dapat didaur ulang, sampah organik, sampah botol dan kaleng, ditangani secara khusus. Ketika berlabuh, garbologist akan memastikan sampah ini akan ditangani di pusat daur ulang yang terdekat. Yang dapat dibuang ke laut hanyalah sampah organik dan sisa makanan yang harus dihancurkan terlebih dahulu menjadi serpihan sangat kecil berukuran 25mm, namun itupun hanya boleh dilakukan jika posisi kapal berjarak 12 mil dari daratan terdekat dan bukan di kawasan konservasi laut. Air buangan dari kamar mandi dan toilet juga diolah secara biologis melalui sistem pengolahan limbah yang ditanamkan di kapal. Di kapal ini kita harus memastikan apa yang kita buang tidak merusak kehidupan laut.

Keamanan dan keselamatan adalah hal yang terpenting di kapal ini, sebelum kita membela keselamatan Bumi, tentunya kita harus bisa menjaga keselamatan kita terlebih dahulu, baik ketika sedang beraksi maupun dalam keseharian.  Meskipun kami berasal dari berbagai suku bangsa, negara dan menggunakan beragam bahasa, sudah menjadi kewajiban bagi siapapun untuk saling menjaga kapal dan memperhatikan keselamatan satu sama lain. Karena dalam pelayaran ini kita semua adalah keluarga.



Kapal ini adalah contoh nyata bagaimana kita bisa menerapkan sebuah perubahan demi keberlangsungan Bumi kita. setiap aspek mulai dari cat, sistem mesin, bahan mentah, makanan untuk kru, kayu untuk furnitur, sistem pembuangan limbah, dan segala peralatan yang digunakan, selalu diperhatikan darimana sumbernya, pembuatannnya, dan selalu didorong agar meminimalkan atau bahkan menghilangkan dampak negatif terhadap lingkungan, hutan, dan laut kita.

Tidak ada penumpang, yang ada hanya kru. Ini adalah filosofi sederhana bagaimana kita seharusnya menjaga bumi. Ketika perubahan iklim akibat penebangan hutan dan konsumsi energi fosil yang berlebihan semakin mengancam masa depan bumi kita, tidak seharusnya sebagian dari kita hanya menjadi penumpang yang hanya duduk diam melihat praktik perusakan bumi berlangsung. Kita semua adalah kru di kapal yang bernama bumi ini, kita hidup, kita bekerja, dan membesarkan generasi penerus di planet biru ini,  tidak ada planet lain.  Dan tugas kita lah sebagai kru untuk menjaga keselamatan dan masa depan planet Bumi kita.

Mari langkahkan kakimu dan bergabung dalam ‘pelayaran’ ini, saatnya kita beraksi bersama untuk menjaga masa depan hutan dan laut Indonesia

Ikuti pelayaran Rainbow Warrior dan pastikan kamu menyaksikan langsung kapal paling ramah lingkungan yang pernah dibuat. Catat tanggal-tanggal kunjungannya ke kota kamu dan datanglah ke acara Open Boat.